Daerah

Brimob Polda Gorontalo Layani Penyeberangan Aman bagi Siswa SDN 1 Tibawa

×

Brimob Polda Gorontalo Layani Penyeberangan Aman bagi Siswa SDN 1 Tibawa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wujud Kepedulian Brimob Gorontalo, Personel Bantu Siswa SDN 1 Tibawa Menyeberang dengan Aman

jurnalistik.co.id – Personel Satuan Brimob Polda Gorontalo kembali menunjukkan kepedulian melalui pelayanan pagi di lingkungan pendidikan. Kali ini, mereka membantu siswa-siswi SDN 1 Tibawa menyeberangi jalan di depan sekolah pada Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan pada jam masuk sekolah, ketika arus kendaraan biasanya padat. Kehadiran personel di lokasi dimaksudkan untuk memberi rasa aman sekaligus mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di area yang ramai dilalui kendaraan.

Dengan sigap, personel Brimob mengatur arus lalu lintas agar kendaraan dapat melintas dengan lebih tertib. Setelah itu, mereka mendampingi para siswa saat menyeberang menuju lingkungan sekolah.

Pengawalan penyeberangan membuat proses perpindahan dari tepi jalan ke area sekolah berlangsung lebih terarah. Para pelajar pun dapat melanjutkan aktivitas belajar dengan kondisi yang lebih tenang dan nyaman sejak awal.

Langkah ini merupakan bagian dari pelayanan prima Polri kepada masyarakat yang rutin dijalankan oleh Satuan Brimob Polda Gorontalo. Pola pendampingan semacam ini berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan, terutama di titik-titik yang menjadi jalur harian anak-anak berangkat sekolah.

Selain membantu penyeberangan, personel juga menyampaikan edukasi sederhana kepada para siswa. Materi yang diberikan menekankan agar anak-anak selalu berhati-hati saat berada di jalan dan memahami kebiasaan menyeberang yang aman.

Edukasi tersebut juga mendorong siswa membiasakan diri menyeberang di tempat yang aman. Dengan cara seperti ini, kegiatan tidak berhenti pada pengaturan situasi saat itu saja, tetapi menanamkan disiplin sejak usia dini.

Penanaman budaya tertib berlalu lintas sejak dini dianggap penting untuk membentuk perilaku aman dalam aktivitas sehari-hari. Saat anak-anak terbiasa dengan arahan dan contoh langsung, mereka akan lebih peka terhadap situasi di sekitar, khususnya ketika melintas di jalan raya.

Pendekatan humanis dalam pelayanan juga terlihat dari cara personel berinteraksi dengan siswa selama proses menyeberang. Keberadaan petugas tidak hanya berfungsi sebagai pengaman, tetapi juga sebagai pendamping yang memberi rasa percaya diri kepada para pelajar.

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata kehadiran Polri yang humanis. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat dilakukan bukan semata menjaga situasi, melainkan juga memastikan kenyamanan warga.

“Keselamatan anak-anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan pelayanan penyeberangan ini, kami ingin memastikan para pelajar dapat berangkat dan pulang sekolah dengan aman. Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan membantu setiap aktivitas masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K.

Pernyataan tersebut menunjukkan fokus pada keselamatan pelajar sebagai prioritas utama dalam pelayanan di jam-jam rawan. Dengan pengawalan dan pengaturan arus, risiko kesalahan saat menyeberang dapat diminimalkan, terutama ketika konsentrasi anak-anak mungkin mudah teralihkan oleh situasi di sekitar.

Melalui kegiatan ini, Satuan Brimob Polda Gorontalo juga berupaya mempererat hubungan dengan masyarakat. Kehadiran di tengah aktivitas warga dinilai mampu menumbuhkan kepercayaan publik bahwa Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang membawa manfaat nyata.

Kegiatan pelayanan penyeberangan seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai respons terhadap kebutuhan keselamatan di lingkungan sekolah. Terutama bagi kawasan yang ramai, langkah pendampingan di pagi hari menjadi langkah awal yang menentukan rasa aman bagi siswa selama proses belajar berlangsung.

Dengan rangkaian bantuan dan edukasi yang diberikan, diharapkan siswa memperoleh pemahaman praktis tentang cara menyeberang yang lebih aman. Pada akhirnya, budaya tertib berlalu lintas yang dibangun sejak dini dapat menjadi bekal untuk perilaku aman di masa mendatang.