jurnalistik.co.id – Dalam persidangan yang membahas kelanjutan kasus kematian seorang remaja, jaksa mengungkap pesan-pesan yang diduga berasal dari David Anthony Burke—dikenal dengan nama panggung D4vd—yang, menurut penuntut, berkaitan dengan kejahatan kekerasan seksual dan ancaman terhadap masa depannya.
Burke menghadapi tuduhan pembunuhan terhadap remaja tersebut serta dakwaan pelecehan seksual yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia telah mengajukan pembelaan tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan dan pelecehan seksual terhadap korban.
Sidang ini, di hadapan hakim, menjadi tahap untuk menentukan apakah Burke akan menjalani proses persidangan penuh. Jaksa menyampaikan bahwa korban yang berusia 14 tahun—Celeste Rivas Hernandez—sebelum kematiannya sempat mengalami kehamilan dan pernah melakukan aborsi.
Penuntut menegaskan bahwa dalam komunikasi yang ditampilkan di ruang sidang, Burke disebut mulai menyalahgunakan korban ketika keduanya berada dalam usia yang masih sangat belia, dan berlanjut hingga korban mengancam akan membongkar perbuatannya. Jaksa menyebut ancaman tersebut diduga menjadi pemicu bagi Burke untuk bertindak, sekaligus untuk menghancurkan jejak yang dapat merusak kariernya.
Di antara pesan yang menjadi sorotan, jaksa menyampaikan adanya teks yang dikirim Celeste kepada Burke pada Juni 2024. Dalam pesan itu, Celeste disebut menyinggung kemungkinan kegagalan aborsi, dengan kalimat: “What [if] the first abortion didn’t work?”. Celeste dilaporkan berusia 13 tahun pada saat itu, sementara Burke berusia 19 tahun.
Jaksa juga menguraikan adanya pertukaran pesan pada Januari 2024. Dalam rangkaian percakapan tersebut, Burke disebut menyampaikan permintaan maaf kepada Celeste karena “putting her through this”. Respons Celeste kemudian menekankan ketidakmampuannya dalam merawat bayi, dengan kalimat: “neither of us are capable of watching and taking care of the baby. it’s for the best no?”.
Balasan Burke menyertakan pertanyaan yang dirangkai dari pesan yang menurutnya diajarkan oleh ibunya. Burke menulis: “also my mother always told me to ask this question if I was ever in this situation … it is mine right?”. Menurut kesaksian yang disampaikan di pengadilan, Celeste menjawab, “of course its yours David”.
Berita Terkait
- Pelonggaran aturan pernikahan Inggris–Wales: sudah sangat terlambat, atau cuma perubahan kecil? Ini pandangan soal rencana baru
- Hongchi Xiao dibebaskan setelah 18 bulan vonis 10 tahun atas kematian Danielle Carr-Gomm di Wiltshire (‘released early’)
- Bom di County Monaghan: Mahasiswa Hukum Didakwa atas Perangkat di Mobil
Masih dalam pembahasan yang sama, pengadilan juga mendengar keterangan mengenai pesan lain yang dikirim Burke kepada Celeste pada Juni 2024. Dalam salah satu teks yang dibacakan, Burke disebut menuliskan: “Let’s let this abortion be the last one til we have the real one…”.
Untuk mendukung uraian tersebut, penuntut mengandalkan data iCloud yang dipulihkan dari iPhone terdakwa. Data itu, menurut jaksa, memperlihatkan adanya pesan antara Burke dan Celeste yang sudah dimulai sejak 8 Agustus 2022, ketika Celeste masih berusia 11 tahun dan Burke berusia 17 tahun.
D4vd sendiri, menurut penjelasan di persidangan, sempat meroket karena popularitasnya di TikTok dengan lagu-lagu viral seperti Romantic Homicide dan Here With Me. Namun, proses hukum terjadi setelah penemuan jasad Celeste di lokasi yang dikaitkan dengan Burke.
Jaksa menyebutkan bahwa polisi menemukan tubuh Celeste di bagian depan truk mobil Tesla milik Burke pada September 2025. Kejadian itu disebut terjadi pada hari setelah Celeste seharusnya berusia 15 tahun. Menurut pengadilan, tur dunia yang dijadwalkan untuk Burke dibatalkan, sementara ia kemudian banyak mengurangi kemunculan di ruang publik dan memilih menjauh dari media sosial.
Arrest Burke diumumkan pada April tahun ini. Jaksa Penuntut Umum Wilayah Los Angeles, Nathan Hochman, mengajukan tujuh dakwaan pidana. Dakwaan tersebut mencakup tuduhan pembunuhan, pelecehan seksual anak yang dilakukan secara berkelanjutan, serta pemotongan atau mutilasi terhadap sisa-sisa korban.
Dalam persidangan, jaksa juga menyatakan bahwa Celeste dilaporkan hilang oleh keluarganya. Celeste disebut terakhir terlihat di rumah Burke di Hollywood Hills pada 3 April 2025, yakni lima bulan sebelum jasadnya ditemukan di Tesla.
Penuntut menambahkan bahwa Burke memperkenalkan diri kepada Celeste melalui dunia maya ketika korban masih berusia 11 tahun. Jaksa berpendapat penyalahgunaan seksual mulai dilakukan ketika Celeste berusia 13 tahun dan Burke berusia 18 tahun.












