Olahraga

GP Hungaria: Lando Norris Raih Pole Perdana 2026, Lewis Hamilton Kena Penalti Grid Tiga Tempat karena Oscar Piastri

×

GP Hungaria: Lando Norris Raih Pole Perdana 2026, Lewis Hamilton Kena Penalti Grid Tiga Tempat karena Oscar Piastri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hungarian Grand Prix: Lando Norris takes pole as Lewis Hamilton given three-place grid penalty

jurnalistik.co.id – Lando Norris mengunci pole perdana musim ini pada GP Hungaria 2026, meski Lewis Hamilton harus menerima kenyataan pahit karena penalti grid tiga tempat. Keputusan tersebut muncul setelah insiden menghambat Oscar Piastri, sehingga Hamilton terpaksa turun ke posisi kelima untuk balapan.

Norris mencatat waktu terbaik dengan selisih tipis 0,012 detik atas Hamilton. Pole itu dipastikan lewat lap terakhir di sesi kualifikasi, tepat ketika hasil akhir tengah diperebutkan sampai detik terakhir.

Pada babak awal, Hamilton sempat tampil paling cepat, unggul lebih dari 0,1 detik atas Norris. Namun, keduanya tidak mampu meningkatkan performa pada percobaan pamungkas, sementara Charles Leclerc justru menempati urutan kedua di grid sebagai dampak langsung dari penalti Hamilton.

Balapan kualifikasi yang berakhir kacau

Di Hungaroring, Norris sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kuat setelah merebut pole pada sprint di Miami. Akan tetapi, perjalanan menuju pole kali ini tak berjalan mulus karena sesi kualifikasi diwarnai gangguan besar menjelang akhir.

Kekacauan terjadi setelah Max Verstappen mengalami spin di tikungan terakhir. Kesalahan Verstappen membuat beberapa pembalap harus mengurangi kecepatan, termasuk Kimi Antonelli dan George Russell dari Mercedes, yang akhirnya finis dalam posisi yang tidak mereka incar semula.

Dampak gangguan itu terlihat pada hasil akhir: Antonelli harus puas di urutan keempat, sedangkan Russell berada di posisi ketujuh. Verstappen sendiri sempat kembali mengambil ritme sebelum Norris menyelesaikan lap terakhirnya untuk memastikan pole.

Selain insiden, kondisi lintasan juga menjadi perhatian karena permukaan trek di Hungaroring mengalami kerusakan, khususnya di dua tikungan terakhir. Norris menyebut tingkat cengkeraman sangat sulit diperkirakan, dan itu memengaruhi cara pembalap membaca ritme saat mendekati fase kritis.

Bahkan sebelum momen Verstappen, Russell sudah menghadapi kendala teknis. Ia mengalami kebocoran air yang menyemprot ban belakangnya, lalu tim Mercedes meminta dia berhenti segera setelah melintasi garis, dengan langkah antisipasi agar mesin tidak mengalami kerusakan.

Penalti grid untuk Hamilton

Polemik terbesar datang dari skenario penghalangan, yang membuat Hamilton menerima penalti grid tiga tempat. Penalti itu menjatuhkan posisinya di grid, sekaligus mengubah komposisi barisan depan yang semula berpeluang menjadi dominasi Britania Raya.

Dalam klasifikasi, Hamilton sebenarnya hanya terpaut 0,012 detik dari Norris, tetapi karena penalti tersebut ia akan memulai balapan dari urutan kelima. Sementara itu, Leclerc dipromosikan ke posisi kedua di grid sebagai konsekuensi hukuman kepada Hamilton.

Hamilton menjelaskan bahwa ia merasa tidak mendapat peringatan yang cukup terkait pendekatan Piastri. Ia menyatakan, “I was told literally when he was at the apex behind me, so I had no idea he was coming.” Hamilton juga menegaskan bahwa situasi itu tidak disengaja, dengan menambahkan, “So, yeah, crazy, because it had been clean, and obviously it wasn’t intentional.”

Lebih lanjut, Hamilton mengungkap konteks yang membuatnya tidak mengantisipasi momen tersebut: “I was the first out, so I thought everyone had finished their lap. Charles, I think, was the car that was behind me when I left the pit lane, as far as I was aware.”

Norris maupun timnya tidak mengubah target setelah insiden, dan hasil akhirnya tetap menempatkan Norris sebagai pemegang pole. Verstappen melengkapi bagian penting dari cerita kualifikasi dengan hasil keenam, tertinggal di belakang Norris dan pembalap lain, serta tetap berada di depan Russell setelah sesi berakhir.

Top 10 pada kualifikasi di antaranya: 1. Lando Norris (McLaren) 1:17.207; 2. Lewis Hamilton (Ferrari) +0.012 (akan start kelima karena grid penalty); 3. Charles Leclerc (Ferrari) +0.238; 4. Kimi Antonelli (Mercedes) +0.272; 5. Oscar Piastri (McLaren) +0.477; 6. Max Verstappen (Red Bull) +0.518; 7. George Russell (Mercedes) +0.533; 8. Isack Hadjar (Red Bull) +0.649; 9. Arvid Lindblad (Racing Bulls) +1.074; 10. Nico Hulkenberg (Audi) +1.479.

Reaksi Norris, Hamilton, dan situasi lain di grid

Setelah memastikan pole, Norris menyampaikan kepuasan karena bisa kembali berada di puncak saat balapan. Ia berkata, “Very happy to be back on top, especially at a track where you certainly want to be on pole.” Norris juga menambahkan bahwa ia merasa percaya diri sepanjang hari, meski penampilannya di Q3 tidak sepenuhnya sesuai harapan.

Norris menilai, “I had confidence the whole of today. My laps in Q3 were not the best, even the one at the end, so pleasantly surprised to be on top.”

Sementara itu, Hamilton menyoroti perbedaan performa yang muncul dari run pertamanya ke run keduanya. Ia menyebut, “I had a clean out-lap, and when I started my lap, already into Turn One I had a snap and I was already 0.15secs down.” Ia kemudian menilai situasi itu berantai, sampai membuat lap terakhir menjadi yang terburuk.

Hamilton menyimpulkan, “So, the last lap was the worst lap of all, and all the other laps were really good. We clearly had the car to be on pole today, and I just didn’t deliver. So that’s tough to swallow.”

Selain persoalan yang menimpa Mercedes dan barisan atas, Antonelli juga harus berurusan dengan stewards. Ia disebut menjadi pembalap lain yang diperiksa, kali ini terkait dugaan pelanggaran bendera kuning.

Antonelli kemudian memberi penjelasan teknis mengenai ban dan langkah pengaturan tim. Ia menyatakan, “I think we were just slightly out of the window with tyres, then in Q3 we did a good step and the car just felt finally a bit more alive.” Ia juga menilai situasi bendera kuning menjadi penghambat, meski ia mengakui adanya peluang untuk lebih tinggi.

Menurut Antonelli, “For sure it was a shame with the yellow flags, but it happens. P3 was on the table today but still not good enough for pole.”

Fernando Alonso dan pembaruan Aston Martin

Di sisi Aston Martin, Fernando Alonso mencatat terobosan besar pada akhir pekan ini saat tim mulai memakai mobil yang hampir sepenuhnya baru. Alonso berhasil keluar dari sesi pertama untuk pertama kalinya musim ini dan memastikan langkah ke Q2.

Alonso akan memulai dari posisi 16, dengan jarak 2,8 detik dari pole. Ia juga mengisyaratkan bahwa meski tidak langsung berada di depan, ada kemajuan yang terasa dalam kecepatan relatif yang selama ini sulit mereka capai.

Menjelang balapan, Alonso mengatakan ia merasa lega karena tim memahami kelemahan mobil. Ia menyampaikan kepada BBC Radio 5 Live, “I feel relieved a little bit, feeling that the team understood the weaknesses of the car and this is the first step in the right direction.”

Alonso mengaitkan hasil itu dengan perubahan yang dilakukan lebih awal di musim, termasuk pembaruan yang sebelumnya tidak memberikan efek yang mereka harapkan. Ia menegaskan, “We brought a few updates to this car early in the season, and it didn’t work much. And we come from two years of disappointments of upgrades. So definitely there is a change in optimism in the factory and I feel optimistic.”

Ia juga menghadapi keputusan di musim panas terkait kelanjutan karier setelah tahun ini. Alonso menuturkan bahwa ia tidak meragukan potensi Adrian Newey dan langkah tim di Silverstone, tetapi ia tidak yakin apakah hasil terbaik akan datang tepat pada waktunya baginya.

Alonso menyatakan, “No-one should doubt Adrian Newey or the potential we have in Silverstone. It is a matter of time before we have the best chassis and it is a matter of time before Honda have the best engine in F1. It is a question of when.”

Di tengah berbagai kendala—mulai dari permukaan lintasan yang rapuh, insiden Verstappen, kebocoran air di pihak Russell, hingga pemeriksaan stewards—hasil kualifikasi GP Hungaria 2026 pada akhirnya tetap menegaskan satu hal: pole Norris diraih dengan margin sangat tipis, sementara penalti Hamilton mengubah seluruh rencana barisan depan di grid.