Peristiwa

Hani Terpaksa Tolak Konsumen akibat Listrik Padam

×

Hani Terpaksa Tolak Konsumen akibat Listrik Padam

Sebarkan artikel ini
Hani Terpaksa Tolak Konsumen Gara-gara Listrik Padam Regional 19 Juni 2026
Ilustrasi: Hani Terpaksa Tolak Konsumen Gara-gara Listrik Padam

jurnalistik.co.id – Pemadaman listrik yang terjadi mendadak di Karanganyar membuat operasional usaha jasa fotocopy milik Hani berhenti pada Jumat (19/6/2026) siang. Kondisi itu berdampak langsung pada layanan yang biasanya melayani kebutuhan dokumen warga.

Hani, yang bekerja di toko fotocopy, terpaksa menolak konsumen karena listrik padam. Berdasarkan pantauan di ruko jasa fotocopy di Jalan Mayor Kusmanto, wilayah Pokoh, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, pegawai terlihat memasang selebaran bertuliskan “mati lampu” ketika pemadaman berlangsung.

Di lokasi tersebut, selain fotocopy, tersedia sejumlah layanan lain. Konsumen juga dapat memanfaatkan jasa scan, rental komputer, dan jasa pengetikan, yang menjadi kebutuhan rutin bagi warga di sekitar wilayah tersebut.

Keberadaan usaha itu tidak jauh dari rumah sakit serta sekolah. Karena itu, aktivitas layanan jasa fotocopy dan dokumen sering menjadi bagian dari dinamika harian lingkungan sekitar.

Hani mengatakan sebelumnya tidak mengetahui adanya pemadaman listrik pada hari itu. Ia menuturkan kondisi tersebut berbeda dengan pemadaman beberapa waktu lalu yang sebelumnya mendapat pemberitahuan melalui media sosial.

“Tahunya tiba-tiba mati (listrik),” katanya kepada Kompas.com, Jumat siang.

Ketika listrik padam, mesin fotocopy dan perangkat untuk layanan scan tidak bisa digunakan. Akibatnya, Hani tidak dapat melayani konsumen yang datang untuk kebutuhan fotocopy maupun pemindaian dokumen.

Hani menyebut pihaknya terpaksa menolak karena tidak dapat menjalankan layanan pada saat listrik mati. Penolakan itu terjadi meski konsumen datang untuk urusan yang umumnya membutuhkan perangkat berjalan normal.

“Ya terpaksa ditolak karena tidak bisa melayani,” tuturnya.

Selama pemadaman berlangsung, ada dua orang yang datang untuk kebutuhan fotocopy dan scan dokumen. Kedatangan mereka tidak bisa ditindaklanjuti karena layanan utama di toko tersebut bergantung pada pasokan listrik yang saat itu terputus.

Menurut Hani, kondisi seperti ini berdampak pada pemasukan usahanya. Ketika mesin tidak dapat beroperasi, pendapatan yang biasanya masuk dari layanan fotocopy dan scan ikut tertahan.

Ia juga menjelaskan bahwa ia tengah berupaya mencari informasi terkait pemadaman yang terjadi. Saat ditanya kapan pasokan listrik kembali normal, Hani mengaku tidak mengetahui kepastian waktu pemulihannya.

Di sisi operasional, Hani menyampaikan tidak memiliki genset untuk mengantisipasi apabila terjadi pemadaman listrik. Tanpa perangkat cadangan tersebut, usaha kecil seperti miliknya tidak punya opsi lain untuk tetap melayani konsumen saat gangguan listrik terjadi.

Ia berharap ada perhatian yang lebih besar terhadap kondisi pelaku usaha kecil ketika pemadaman terjadi. Harapannya disampaikan dengan nada penekanan agar kebijakan mempertimbangkan dampak bagi usaha di skala kecil yang tidak selalu memiliki fasilitas cadangan.

“Harapannya semoga ke depannya, kalau pemadaman mungkin karena kebijakan ya, kebijakan apa kurang tahu. Ya lebih memikirkan usaha kecil saja,” pungkasnya.

Kasus yang dialami Hani menunjukkan bagaimana pemadaman mendadak dapat langsung mengganggu layanan yang menuntut kesiapan perangkat. Dalam kondisi tersebut, konsumen yang membutuhkan fotocopy atau scan dokumen harus menyesuaikan dengan berhentinya operasional, sementara usaha kecil menanggung keterbatasan saat pasokan listrik tidak tersedia.

Pemadaman listrik yang datang tanpa pemberitahuan mempersempit ruang antisipasi, terutama bagi toko yang hanya mengandalkan jaringan listrik utama. Karena itu, bagi Hani, yang paling penting adalah adanya kepastian informasi serta pertimbangan kebijakan agar gangguan tidak terlalu menekan pelaku usaha kecil di lingkungan sekitarnya.

Pemadaman tersebut membuat alur pelayanan di toko Hani ikut terhenti secara langsung. Saat perangkat fotocopy dan pemindai tidak dapat berjalan, permintaan warga untuk memperbanyak dokumen maupun kebutuhan scan ikut tertunda, sehingga proses yang biasanya berlangsung cepat menjadi tidak bisa dilanjutkan.

Hani menilai kondisi yang tidak disertai informasi membuat toko kesulitan mengatur respons operasional. Karena tidak memiliki genset, toko hanya bergantung pada listrik utama, sementara ia pun menunggu kejelasan mengenai kapan pasokan kembali normal, sekaligus berharap ada pertimbangan kebijakan yang lebih ramah bagi pelaku usaha kecil.