jurnalistik.co.id – Pengawasan internal Polri dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Gorontalo untuk memastikan Operasi Patuh Otanaha 2026 berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan pemantauan tersebut digelar pada Senin, 2/11/2026, sekitar pukul 09.10 WITA. Lokasinya berada di Jalan Ahmad A. Wahab, Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, tepatnya di depan Rumah Makan Mawar Sharon.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Bidpropam melakukan pemeriksaan terhadap jalannya rangkaian kegiatan operasi. Penekanan utamanya adalah kesesuaian pelaksanaan dengan prosedur serta standar operasional yang telah ditetapkan.
Pemantauan ini menempatkan aspek pengendalian internal sebagai bagian dari upaya memastikan setiap tahapan operasi terlaksana tertib dan terukur. Dengan demikian, tujuan Operasi Patuh Otanaha 2026 dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan ketentuan yang seharusnya dipatuhi.
Rangkaian pengawasan dipimpin oleh Panit 1 Sat PJR Ditlantas Polda Gorontalo, Ipda Erik A. Adam, S.H. Kehadiran pejabat pengawas di titik kegiatan menjadi penanda bahwa supervisi dilakukan langsung, bukan hanya berdasarkan laporan administratif.
Berdasarkan data personel yang tercatat, kekuatan pengamanan berjumlah 28 personel. Dari jumlah tersebut, 24 personel hadir di lokasi, sementara 4 personel sedang melaksanakan tugas.
Melalui pengawasan tersebut, Bidpropam berfokus pada kedisiplinan anggota selama menjalankan tugas di lapangan. Selain memastikan profesionalisme, pengawasan juga diarahkan agar pelaksanaan operasi tetap mengutamakan sikap humanis saat berinteraksi dengan masyarakat.
Setiap personel diharapkan mampu bekerja secara bertanggung jawab dan menjaga cara pelayanan. Pendekatan yang mengedepankan sikap humanis dianggap penting agar layanan kepada warga berlangsung dengan baik dan tetap mencerminkan karakter institusi Polri.
Berita Terkait
Bidpropam memandang bahwa pengawasan lapangan merupakan instrumen penguatan disiplin sekaligus evaluasi terhadap kepatuhan prosedur. Dengan kontrol yang dilakukan pada waktu dan titik kegiatan yang jelas, pelaksanaan operasi dapat diarahkan agar tetap sesuai ketentuan.
Hasil yang ingin dicapai dari pemantauan ini adalah agar operasi berlangsung tertib dan tidak menyimpang dari standar operasional prosedur. Perhatian pada aspek teknis dan perilaku petugas diharapkan turut menjaga kualitas pelaksanaan operasi secara keseluruhan.
Lebih jauh, pengawasan juga dirancang untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Ketika personel menjalankan tugas secara disiplin dan profesional, komunikasi layanan kepada warga dapat terjaga dengan lebih baik.
Komitmen Bidpropam Polda Gorontalo kemudian diarahkan untuk terus melakukan pengawasan terhadap tugas personel di lapangan. Langkah ini ditempatkan sebagai bentuk penguatan profesionalisme anggota dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman.
Dengan pengawasan yang berlangsung langsung di titik pelaksanaan, diharapkan tidak hanya kegiatan berjalan sesuai aturan, tetapi juga kualitas pelaksanaannya konsisten dari awal hingga akhir. Seluruh rangkaian tindakan pengendalian internal itu menjadi bagian dari upaya memastikan Operasi Patuh Otanaha 2026 berlangsung secara tertib, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengawasan tersebut sekaligus menjadi upaya memastikan bahwa setiap tahapan dalam Operasi Patuh Otanaha 2026 tidak hanya berjalan di atas kertas, melainkan benar-benar mengikuti standar yang telah ditentukan. Supervisi yang dilakukan langsung di titik kegiatan memberi ruang untuk penyesuaian bila ditemukan hal yang kurang sesuai saat pelaksanaan berlangsung.
Dalam proses pemantauan, Bidpropam juga memperhatikan kesinambungan pelaksanaan melalui data personel yang tercatat. Kekuatan pengamanan berjumlah 28 personel, dengan 24 personel berada di lokasi dan 4 personel menjalankan tugas. Komposisi ini menjadi dasar agar pengendalian dapat berjalan terarah dan kegiatan tetap berlangsung tertib sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain menilai aspek kedisiplinan, pengawasan diarahkan agar cara pelayanan tetap menonjolkan sikap humanis saat berinteraksi dengan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, petugas diharapkan menjaga profesionalisme sekaligus memperkuat kepercayaan publik. Pada akhirnya, pengendalian internal yang jelas di waktu dan titik kegiatan diharapkan menghasilkan pelaksanaan yang konsisten, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan dari awal hingga akhir.












