Internasional

Iran dan Aliansi Mekkah Siapkan Kerangka Keamanan Endogen

×

Iran dan Aliansi Mekkah Siapkan Kerangka Keamanan Endogen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Mengapa Iran dan Aliansi Mekkah Bentuk Kerangka Keamanan Endogen?

jurnalistik.co.id – TEHERAN — Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pertemuan di Teheran dengan pejabat senior dari Turki, Pakistan, dan Arab Saudi dapat menjadi pijakan bagi kerangka keamanan kawasan yang disusun dengan pendekatan kepentingan dan pertimbangan masing-masing negara.

Menurut Baghaei, pernyataan itu ia sampaikan saat konferensi pers mingguan pada hari Senin. Ia menilai keterlibatan para pejabat tingkat atas dari tiga negara tersebut menunjukkan adanya ruang untuk membahas pola kerja sama keamanan yang lebih terarah, selaras dengan kebutuhan dan kekhawatiran yang berkembang di kawasan.

Baghaei menjelaskan bahwa Teheran akan menjadi tuan rumah untuk pertemuan yang melibatkan Menteri Pertahanan Arab Saudi, Kepala Angkatan Darat Pakistan, serta Kepala Intelijen Turki. Ia menyebut langkah itu bagian dari inisiatif yang diarahkan pada pembahasan keamanan regional, dengan penekanan pada bagaimana negara-negara di kawasan menempatkan agenda keamanan mereka.

Inisiatif tersebut, lanjut Baghaei, bermula dari usulan yang muncul ketika Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, melakukan kunjungan ke Teheran. Ia menyatakan Republik Islam Iran menyambut gagasan itu, dan kemudian mendorong pertemuan tingkat pejabat senior sebagai kelanjutan dari pembahasan awal.

Baghaei juga mengungkap bahwa dari sudut pandang Iran, partisipasi para pejabat senior mencerminkan upaya bersama untuk membangun—atau setidaknya mempertimbangkan—mekanisme keamanan regional. Ia menyebut upaya semacam itu sebagai perkembangan yang dinilai menggembirakan karena menempatkan kepentingan dan kebutuhan spesifik tiap negara sebagai dasar perumusan.

Dalam keterangan yang ia sampaikan, Baghaei menegaskan bahwa keamanan regional tidak bisa dipandang sebagai hasil dari satu skema tunggal. Sebaliknya, keamanan dianggap baru dapat lebih terjamin bila setiap negara di kawasan secara aktif terlibat dalam proses penataan dan mengambil keputusan yang sesuai dengan kepentingan serta pertimbangan keamanan mereka sendiri.

Ia menambahkan bahwa pertemuan yang berlangsung di Teheran diharapkan berfungsi sebagai langkah awal menuju pembentukan “keamanan endogen”. Istilah tersebut, menurut Baghaei, telah menjadi isu yang selama beberapa dekade secara konsisten ditekankan oleh Iran, karena dinilai selaras dengan kebutuhan jangka panjang kawasan.

Baghaei menyatakan, pendekatan keamanan endogen menuntut kemauan yang jelas dari para pihak. Dalam pandangannya, jaminan keamanan regional hanya dapat dicapai dengan mengandalkan kehendak dan pertimbangan keamanan negara-negara yang berada di kawasan tersebut, bukan semata-mata bergantung pada desain yang tidak berakar pada dinamika lokal.

Dengan demikian, keterangan Baghaei menempatkan pertemuan Teheran sebagai tahapan yang berorientasi pada kelanjutan pembahasan. Ia menggambarkan adanya proses yang sedang dibangun, dimulai dari pertemuan pejabat senior, lalu berkembang menjadi langkah-langkah lanjutan menuju perumusan kerangka keamanan yang lebih sesuai dengan kepentingan masing-masing negara.

Baghaei menilai pertemuan yang dipusatkan di Teheran memberi ruang bagi para pejabat untuk membahas cara kerja sama keamanan yang lebih terarah. Ia menempatkan diskusi itu sebagai forum lanjutan untuk mempertemukan pertimbangan masing-masing negara, sekaligus merumuskan langkah yang selaras dengan kebutuhan serta kekhawatiran yang berkembang di kawasan.

Dalam penjelasannya, ia menggambarkan gagasan tersebut tidak muncul secara instan, melainkan melalui rangkaian pembahasan. Usulan yang berawal dari kunjungan Kepala Angkatan Darat Pakistan ke Teheran kemudian diteruskan dengan mendorong pertemuan tingkat pejabat senior, termasuk keterlibatan figur-figur yang memegang agenda keamanan dari berbagai sisi.

Lebih lanjut, Baghaei menegaskan bahwa kerangka keamanan yang diharapkan tidak dapat diperlakukan sebagai skema tunggal. Konsep “keamanan endogen” yang selama puluhan tahun menjadi sorotan Iran dipahami membutuhkan kemauan para pihak dan keterlibatan aktif dalam proses penataan, sehingga jaminan keamanan regional dapat lebih sesuai dengan dinamika lokal dan pertimbangan keamanan tiap negara.