jurnalistik.co.id – Francesca Kelly mengatakan keluarganya tidak mengetahui pembebasan sementara pembunuh Karol Kelly telah terjadi sebelum Gary Anderson kabur, meski waktu kejadian itu berdekatan dengan proses pemakaman ayahnya. Ia baru diberi tahu setelah Anderson menghilang, melalui telepon yang datang beberapa jam setelah peristiwa tersebut berlangsung.
Anderson dan saudara kandungnya, Sean, dijatuhi hukuman seumur hidup pada 2023 atas pembunuhan Karol Kelly di Londonderry pada 2018. Pengadilan kemudian membolehkan Anderson menjalani pelepasan sementara untuk menghadiri pemakaman, sebelum akhirnya ia tak kembali.
Penjelasan keluarga: âdisbeliefâ dan minim informasi
Francesca berbicara untuk pertama kali sejak Anderson masuk daftar buron. Ia menyebut keluarganya hanya menerima kabar mengenai pelepasan dari telepon sekitar sebelum 14:00 BST pada Senin, setelah tindakan itu sudah terjadi dan setelah Anderson dinyatakan hilang.
Menurut Francesca, pada saat panggilan itu diterima, tahanan bahkan sudah kabur selama âa few hoursâ. Karena itu, ia mengatakan mereka sama sekali tidak mengetahui ada permohonan âcompassionate leaveâ yang sedang diproses.
Ia menggambarkan awalnya sebagai âThere was initially a sense of disbelief.â Dalam penilaiannya, Anderson barangkali hanya akan menghilang untuk beberapa jam sebelum menyerahkan diri.
Francesca juga menegaskan keluarga tidak membayangkan mereka akan âcertainly ⌠sitting one week and a day later with him still at large.â Dengan kata lain, delapan hari setelah kaburnya Anderson terasa melampaui ekspektasi awal mereka.
Ia menyebut periode tersebut telah menjadi beban berat bagi keluarganya, menggambarkannya sebagai âexhaustingâ. Ia mengatakan upaya untuk melanjutkan hidup selalu berjalan berdampingan dengan kebutuhan memastikan orang-orang yang dicintai tetap aman, tetapi trauma tidak benar-benar hilang begitu saja.
Francesca menjelaskan trauma âit sits quietly within each and every one of usâ dan cukup dipicu sekali agar seseorang kembali merasakan momen malam itu. Ia menuturkan kilas balik itu dapat membawa keluarga âback to that night,â hingga âback to that gravesideâ dan âback to that courtroomâ.
Sistem peradilan dinilai mengecewakan banyak pihak
Dalam pandangannya, sistem peradilan telah âlet a lot of people downâ. Ia menyebut pihak yang terdampak tidak hanya lima anak Karol Kelly, tetapi juga keluarga besar serta juri yang mendengar âthorough, onerous and sometimes difficult evidenceâ.
Francesca juga mengatakan sistem mengecewakan âthose brave witnessesâ yang bersaksi di persidangan agar mereka dapat membagikan âwhat they’d seen and experienced that nightâ. Ia lalu merangkum kekecewaan itu dengan menyatakan: âSo yes, that is all the justice system has let all of us down, because their one job was to ensure that the sentence imposed by Judge Babington was adhered to, and it has not.â
Ia lantas mengungkap bahwa keluarganya memutuskan untuk tidak menghabiskan energi terhadap Anderson maupun situasi yang menimpa mereka. Ia mengatakan keluarga âwere ânot going to give energy to either him or thatââ.
Namun, Francesca membedakan makna kebebasan secara personal. Ia menyebut: âfor me personally, I just find there’s a big difference between being free and having freedom.â Baginya, kondisi hidup yang terus menengok ke belakang tidak bisa disebut benar-benar bebas.
Ia menambahkan bahwa ia tidak memandang âa life where you’re constantly looking over your shoulder, where you’re living on your nerves, where you’re not able to integrate in society or with those you loveâ sebagai âbeing free.â
Francesca juga menyampaikan keyakinannya bahwa suatu saat Anderson akan âreturned to his cellâ. Ia berkata bahwa ia percaya, setelah konsekuensi situasi ini terbuka, kejadian itu mungkin âmay not have seemed like as good an idea.â
Berita Terkait
Permintaan maaf Naomi Long dan tinjauan independen
Naomi Long, menteri keadilan, telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Kelly. Ia juga setuju bertemu untuk mendengarkan kekhawatiran mereka, menyusul respons publik atas kasus pelepasan sementara yang berujung kaburnya Anderson.
Long juga memicu riak politik di Irlandia Utara. Ia menolak tuduhan bahwa ia keliru menasihati Majelis terkait persoalan tersebut pada Senin, sekaligus memerintahkan adanya âan independent review into what happenedâ.
Dalam langkah lanjut, Long menyampaikan pemahamannya mengapa keluarga Karol Kelly merasa tertekan ketika salah satu eksekutor kekerasan tetap berada di luar jangkauan meski telah diputus menjalani pelepasan sementara.
Bagaimana Anderson bisa keluar untuk pemakaman
Menjelang pemakaman Senin lalu, seorang hakim memberi Anderson pelepasan sementara tanpa mengurangi jangka waktu hukuman, dengan durasi âtwo hoursâ dari Maghaberry Prison. Keputusan itu diberikan sehari sebelum pemakaman, setelah permohonan awal sempat ditolak oleh petugas penjara.
Saudara Anderson, Sean, juga mengajukan permohonan serupa untuk âcompassionate leaveâ di penjara lain, Magilligan. Namun, hakim mempertahankan keputusan penolakan tersebut, sehingga Sean tidak mendapatkan izin yang sama.
Upacara pemakaman berlangsung di St Mary’s Church di wilayah Creggan, Derry pada Senin pagi. Sementara itu, Anderson tidak diberi izin untuk menghadiri kremasi di Letterkenny, County Donegal, di Republik Irlandia pada sore hari.
Di hari Senin, penghilangan diri Anderson terjadi dari âcourt-approved civilian chaperoneâ yang ditetapkan pengadilan untuk mendampinginya. Dokumen pengadilan menunjukkan pendamping itu adalah kerabat tahanan dan disebut sebagai âan uncleâ. Tidak ada indikasi bahwa pendamping tersebut melakukan pelanggaran.
Danny Shaw, pakar kepolisian dan peradilan, menyebut situasi itu âa very unusual situationâ. Ia mengatakan ia tidak bisa mengingat ada kasus serupa di Inggris, ketika seseorang diizinkan keluar untuk pemakaman tanpa pengawasan petugas penjara atau polisi âin close attendanceâ.
Putusan hakim mengkritik proses penilaian risiko
Berbagai pertanyaan muncul mengenai pemberian pelepasan sementara (CTR) setelah publikasi putusan penuh setebal 15 halaman terkait tinjauan yudisial atas keputusan Prison Service. Dalam putusan tersebut, pengadilan menilai penolakan permohonan didasarkan pada informasi yang keliru mengenai risiko yang dinilai.
Keputusan penolakan pada awalnya diambil oleh âthe duty governorâ di Maghaberry Prison. Hakim, Mr Justice Rooney, menyatakan bahwa penilaian internal tentang kemungkinan residivisme dicatat pada tingkat yang lebih tinggi dibanding skor yang dimiliki sistem internal Prison Service saat itu.
Dalam persidangan, perwakilan hukum Prison Service menyampaikan bahwa kenaikan skor berasal dari rekan kerja, bukan pengetahuan pribadi duty governor. Saat sistem diperiksa, skor Anderson tercatat â27â, yang menunjukkan âa medium likelihood of reoffendingâ, bukan â32â yang sebelumnya dicatat sebagai âa high likelihoodâ di surat keputusan.
Hakim menilai duty governor âclearly took account of this incorrect informationâ ketika menilai risiko dan mempertimbangkan apakah keputusan tersebut seimbang. Ia juga mempertanyakan apa yang terjadi setelah hakim menolak keputusan awal, karena menurut putusan, hakim mengundang duty governor untuk meninjau ulang tetapi penawaran itu ditolak.
Rooney menggambarkan keputusan untuk tidak melakukan tinjauan ulang sebagai âsomewhat surprisingâ. Ia menyatakan pemberian pelepasan sementara diberikan dengan serangkaian syarat, dan menyimpulkan bahwa keputusan Prison Service âflawedâ serta memperhitungkan âirrelevant and incorrect factorsâ.
Hakim juga menyatakan kegagalan memastikan serta menggunakan penilaian risiko yang benar merupakan tindakan yang melanggar hukum. Namun, Long menyampaikan bahwa terjadi kekurangan prosedural dari DSO sehingga petugas penjara tidak diberi tahu tentang kesempatan bagi pihak mereka untuk mempertimbangkan kembali keputusan agar tidak melepaskan Anderson.












