jurnalistik.co.id – Karorena Polda Gorontalo, Kombes Pol. R. Doni Sumarsono, S.I.K., M.H., menekankan pentingnya ketelitian dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran di tiap satuan kerja (Satker). Penegasan itu disampaikan saat memimpin apel pagi gabungan di Lapangan Apel Mapolda Gorontalo.
Apel berlangsung pada Selasa (03/11/2026) dan diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU) serta personel Polda Gorontalo. Dalam arahannya, Karorena menyoroti agar dokumen perencanaan tidak disusun secara serampangan, karena berdampak langsung pada ketersediaan anggaran.
Karorena menyampaikan bahwa masih ada sejumlah Satker yang mengalami kekurangan anggaran. Kondisi serupa juga disebutnya turut dialami oleh sejumlah Polda lainnya, sehingga persoalan ini tidak berdiri sendiri pada lingkungan tertentu saja.
Menurut Karorena, salah satu faktor yang berpengaruh adalah kurang tepatnya penyusunan Term of Reference (TOR) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ia menjelaskan bahwa ketika TOR dan RAB tidak tersusun dengan akurat, kebutuhan yang semestinya diakomodasi dapat belum masuk dalam penganggaran.
Dalam penjelasan yang disampaikan, ketidaksesuaian perencanaan tersebut dapat membuat alokasi anggaran menjadi belum mencukupi pada tahun berikutnya. Dengan kata lain, kekurangan yang muncul belakangan kerap berawal dari kesalahan atau ketidakcermatan pada tahap penyusunan dokumen.
Karorena kemudian mengingatkan seluruh personel yang mengemban fungsi perencanaan di masing-masing Satker agar bekerja lebih cermat dan teliti. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan detail atas substansi dokumen perlu dilakukan agar pengajuan kebutuhan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain aspek ketepatan dokumen, Karorena juga menekankan perlunya koordinasi yang berkelanjutan dengan Biro Perencanaan (Rena) Polda Gorontalo. Koordinasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap kebutuhan Satker dapat direncanakan dan diusulkan secara tepat.
Karorena mengharapkan koordinasi tersebut tidak hanya berhenti pada satu tahapan, melainkan berlangsung konsisten sepanjang proses perencanaan sampai penganggaran. Dengan demikian, proses yang berjalan dapat mengikuti alur yang diharapkan serta meminimalkan kemungkinan kebutuhan tertinggal dari rencana.
Berita Terkait
- Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Nurworo Danang sampaikan pesan kamtibmas lewat Jumat Keliling, ajak warga jaga kerukunan
- Dansat Brimob Polda Gorontalo Tekankan Jaga Kesehatan dan Disiplin Personel Saat Apel Pagi
- Hari Kesembilan Operasi Patuh Otanaha 2026, Kabag Ops Ditlantas Polda Gorontalo Tegur Kendaraan ODOL
Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa ketepatan perencanaan dan penganggaran adalah elemen penting agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan optimal. Perencanaan yang matang diharapkan mampu mendukung kebutuhan operasional dan program kerja yang telah ditetapkan.
Karorena juga berharap kualitas hasil perencanaan dan penganggaran di lingkungan Polda Gorontalo terus meningkat. Peningkatan tersebut diarahkan agar hasilnya lebih tepat sasaran dan dapat digunakan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Penekanan pada TOR dan RAB menjadi sorotan utama dalam arahan Karorena. Ia ingin agar setiap bagian dalam dokumen perencanaan tidak hanya memenuhi formalitas, tetapi benar-benar mencerminkan kebutuhan yang akan dilaksanakan.
Koordinasi dengan Biro Perencanaan (Rena) disebut sebagai jembatan untuk menyelaraskan kebutuhan Satker dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Melalui hubungan kerja yang berkesinambungan, proses pengusulan kebutuhan diharapkan lebih terarah dan tidak menimbulkan kekurangan anggaran di tahap berikutnya.
Pengingat agar penganggaran lebih presisi
Melalui arahan tersebut, Karorena menyampaikan harapan agar kualitas perencanaan dan penganggaran semakin baik. Ia menilai, ketika dokumen disusun secara tepat, kebutuhan yang direncanakan tidak hanya masuk dalam penganggaran, tetapi juga memperoleh alokasi yang mencukupi sesuai kebutuhan pada tahun berikutnya.
Penekanan ketelitian juga dimaknai sebagai upaya pencegahan sejak awal. Dengan memperbaiki ketepatan penyusunan TOR dan RAB, Satker dapat mengurangi risiko terjadinya kekurangan anggaran yang berdampak pada kelancaran pelaksanaan program.
Karorena menutup dengan harapan agar seluruh proses perencanaan di lingkungan Polda Gorontalo berjalan lebih tertata, tepat sasaran, dan mampu mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara optimal. Ia berharap, masukan ini menjadi perhatian serius bagi seluruh fungsi perencanaan di masing-masing Satker.
Dengan demikian, apel pagi gabungan yang dipimpin Karorena tidak hanya menjadi forum koordinasi internal, tetapi juga ruang penyelarasan pentingnya ketepatan perencanaan dan penganggaran. Arahan yang disampaikan menegaskan bahwa peran dokumentasi yang presisi merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan pelaksanaan tugas di lingkungan Polda Gorontalo.












