jurnalistik.co.id – Pembenahan terhadap “jebakan langganan” kembali menjadi sorotan setelah pengumuman Perdana Menteri Andy Burnham. Dalam laporan ini, tiga orang pembaca menceritakan pengalaman keluar-masuk paket yang tidak mereka harapkan, hingga akhirnya berhasil menghentikan biaya yang tersedot dari rekening.
Kasus-kasus seperti ini kerap berawal dari penawaran masa uji coba yang terlihat menarik. Namun setelah periode gratis berakhir, sebagian konsumen mendapati pembayaran muncul tanpa pengingat yang jelas, atau proses pembatalan yang berbelit.
Burnham menyoroti upaya penertiban praktik tersebut, sementara pembaca yang diwawancarai menyampaikan langkah-langkah yang mereka anggap paling menentukan. BBC juga meminta tanggapan dari perusahaan terkait.
1) Pasang pengingat sejak hari pertama mendaftar
Salah satu kisah datang dari Sophie Branscombe, 23 tahun, warga Wirral. Ia mengaku mendaftar uji coba gratis aplikasi pengedit foto, lalu tiba-tiba melihat pembayaran £89.99 keluar dari rekeningnya.
Sophie menjelaskan bahwa ia memang menyadari status uji coba itu mengarah pada langganan, tetapi informasi tenggatnya tidak benar-benar membantunya. “It was a free trial, and they did make it clear I was signing up to a subscription, but there was no reminder of when [the free period] would end,” ujarnya.
Menurut Sophie, ia tidak berhasil memperoleh pengembalian dana langsung dari pihak perusahaan. Sebagai gantinya, ia mengajukan permintaan refund lewat Apple dengan fitur “report a problem”, dan proses itu berujung pada pengembalian penuh.
Ia kemudian merumuskan saran praktis untuk orang lain yang berada di situasi serupa. “Make it a habit of checking what subscriptions run out and if you also find that you don’t like something after signing up to a free trial, cancel straight away,” katanya, seraya menekankan pentingnya membuat pengingat segera setelah mendaftar.
2) Teliti syarat dan rasakan sendiri kemudahan pembatalannya
Pengalaman berbeda disampaikan Hussein Zaaiter, 21 tahun, dari West London. Ia memakai uji coba gratis sebuah perangkat lunak untuk keperluan kerja universitas, namun saat mencoba membatalkan, ia mengalami berbagai hambatan.
Hussein menyebut ia mencoba beberapa jalur komunikasi, termasuk obrolan daring, email, hingga telepon. “I tried online chat, email and even the phone at one point as they were constantly charging me,” tuturnya.
Ia juga menggambarkan kronologi biaya yang sempat muncul sebelum ia membekukan kartu. “I tried online chat, email and even the phone at one point as they were constantly charging me,” ia ulangi konteksnya dengan menambahkan bahwa ada pembayaran £16 yang lebih dulu keluar, disusul pembayaran lain sebesar £32 sebelum ia membekukan kartu.
Berita Terkait
Lebih jauh, Hussein mengatakan penagihan tersebut terasa sangat agresif. “They tried to charge me seven times,” katanya.
Ia lantas menghubungi bank agar situasinya bisa dijelaskan dan peluang penggantian biaya dibahas. Dalam penilaiannya, promosi masa uji coba seolah dibuat mudah, sementara kenyataannya tidak demikian. “I felt like it was marketed as a free trial that was easy to cancel.
“It was difficult to contact them, and the cancellation was near impossible,” ujarnya.
Dari pengalamannya, Hussein menyarankan calon pelanggan untuk tidak terburu-buru. Ia menekankan pembaca agar membaca syarat dan ketentuan sebelum memulai langganan, sekaligus mengambil sikap lebih hati-hati saat mendaftar layanan uji coba.
3) Jangan berasumsi masa uji coba otomatis berhenti
Kisah ketiga datang dari Rosalinda Kwafo-Akoto, 22 tahun, warga West Midlands. Ia mengikuti uji coba gratis televisi selama satu minggu, dengan skema bahwa setelah masa uji coba berakhir, biaya langganannya akan menjadi £9.99 per bulan.
Rosalinda mengatakan ia mengingat tenggat sebelum minggu itu selesai. Ia lalu mencoba membatalkan agar tidak dikenakan biaya setelah periode uji coba berakhir.
Namun, ia tidak menemukan langganan tersebut di akunnya, sehingga menyimpulkan bahwa sistem otomatis menghentikannya. “I remembered before the end of the week that the trial was ending and tried to cancel it so I wouldn’t be charged,” katanya.
Ia menuturkan bahwa karena langganan tidak terlihat, ia mengira paket tersebut sudah selesai dan akhirnya menghilang. “She says she couldn’t find the subscription anywhere on her account so assumed that they had automatically ended and removed it,” demikian yang disampaikan dalam ringkasan ceritanya.
Nyatanya, setelah satu minggu berlalu, uang tetap terambil dari rekeningnya. Ia mengaku butuh waktu satu setengah jam untuk terhubung dengan layanan pelanggan, menemukan informasi langganan, dan kemudian melakukan pembatalan.
Setelah melalui proses tersebut, Ros berhasil membatalkan layanan dan mendapatkan pengembalian dana penuh. Dalam saran yang ia berikan, ia meminta orang lain tidak mengambil kesimpulan bahwa langganan akan otomatis berhenti hanya karena tidak lagi terlihat di akun.
“These companies make it as difficult as possible for you to cancel so make sure you get a confirmation email of your cancellation,” ujarnya. Dengan demikian, ia mendorong pembaca untuk memastikan ada bukti pembatalan, bukan hanya mengandalkan tampilan akun.
Secara keseluruhan, tiga pengalaman ini menunjukkan pola yang sama: pengingat yang jelas, pemahaman terhadap syarat, serta verifikasi pembatalan menjadi kunci agar biaya tak diinginkan tidak terus berulang. BBC juga menunggu respons dari perusahaan terkait sebagai bagian dari upaya konfirmasi atas klaim para konsumen.












