jurnalistik.co.id – Seorang pelajar SMP berusia 14 tahun, AYD, meninggal dunia setelah terlibat duel dengan MBP, 13, di Kota Jambi pada Jumat, 21/8/2026. Insiden itu terjadi di Jalan Imam Bonjol, RT 09, Kelurahan Telanaipura, Kecamatan Telanaipura.
Menurut Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, perkelahian tersebut berawal dari pertikaian yang muncul karena saling menantang di media sosial. Awalnya, AYD datang bukan untuk menyerang, melainkan untuk menyaksikan duel antara MBP dan temannya.
Di lokasi, teman AYD disebut kalah dalam pertarungan tersebut. Setelah itu, teman-teman lain di tempat kejadian meminta AYD maju menghadapi MBP.
Keduanya kemudian sepakat untuk bertarung. Dari rekaman video yang diterima Kompas.com, keduanya terlihat saling berhadapan sambil mencari celah sebelum akhirnya saling menerjang.
Dalam rangkaian duel itu, AYD terjatuh ke aspal. Setelah korban jatuh, MBP disebut melayangkan sejumlah pukulan ke bagian kepala AYD.
Teman korban berusaha memberikan pertolongan saat situasi mulai berbalik. Saat AYD dalam posisi duduk, ia mengalami muntah serta kejang.
“Sekira pukul 14.30 WIB, teman-teman korban membawa korban ke Rumah Sakit Kambang untuk mendapatkan pertolongan karena korban mulai kehilangan kesadaran, di IGD korban sempat sadar dan mendapatkan pertolongan kejut jantung dari tim piket IGT RS Kambang,” kata Erlan Munaji saat dikonfirmasi pada Sabtu, 22/8/2026.
Proses penanganan medis di rumah sakit kemudian terus berlangsung. Sekitar pukul 16.18 WIB, dokter menyatakan AYD meninggal dunia.
“Kemudian pihak medis langsung menghubungi pihak kepolisian karena keluarga korban dan terduga pelaku terlibat keributan di IGD,” jelas Erlan.
Berita Terkait
Setelah kejadian, pihak keluarga korban dan terduga pelaku dimintai keterangan lebih lanjut. Erlan menyebut proses itu ditangani di Polsek Telanaipura.
Sementara itu, Erlan juga menyampaikan bahwa penanganan perkara kemudian beralih ke Polresta Jambi. Hingga saat ini, penyelidikan difokuskan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh, termasuk soal pemicu yang bermula dari tantangan di media sosial.
Peristiwa berawal dari tantangan daring
Dalam penjelasan polisi, inti persoalan bermula ketika dua pelajar terlibat saling menantang di media sosial. Tantangan yang awalnya bersifat komunikasi di ruang digital akhirnya berujung pertemuan fisik dan duel di tempat kejadian.
Rentang waktu antara dugaan awal pertengkaran dan peristiwa di lokasi juga menjadi perhatian, karena korban disebut dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 14.30 WIB. Dari keterangan yang disampaikan, kondisi AYD setelah terjatuh menunjukkan dampak serius sebelum ia akhirnya dinyatakan meninggal pada sore hari.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana perselisihan yang dipicu adu tantang di media sosial dapat terseret menjadi kekerasan fisik. Polisi kini melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui detail tindakan yang terjadi selama duel, serta memastikan pihak-pihak terkait dimintai keterangan sesuai prosedur.
Dalam prosesnya, polisi menilai rangkaian peristiwa tidak berdiri sendiri, melainkan mengikuti perkembangan dari pertikaian awal di ruang digital hingga pertemuan di Jalan Imam Bonjol. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelum duel benar-benar terjadi, AYD sempat berada di lokasi untuk menyaksikan, lalu akhirnya ikut terlibat setelah teman-temannya meminta ia menghadapi MBP.
Di sisi lain, tahapan penanganan medis juga menjadi bagian yang didalami untuk memahami kondisi korban. Saat situasi setelah terjatuh mulai berbalik, AYD disebut mengalami muntah dan kejang ketika berada dalam posisi duduk. Di rumah sakit, ia sempat sadar dan menerima pertolongan kejut jantung dari tim piket, sebelum kemudian dinyatakan meninggal pada sore hari.
Setelah kejadian, pihak kepolisian menyatakan penanganan perkara berjalan berlapis sesuai prosedur pemeriksaan. Keluarga korban dan terduga pelaku dimintai keterangan lebih lanjut, dengan proses awal ditangani di Polsek Telanaipura, lalu penanganan perkara dialihkan ke Polresta Jambi. Hingga kini, penyelidikan difokuskan untuk memastikan kronologi utuh, termasuk memastikan pemicu yang bermula dari tantangan di media sosial benar-benar dipahami sesuai fakta yang terhubung dengan seluruh rangkaian peristiwa.












