Bisnis & Ekonomi

IHSG Hari Ini Dipengaruhi Sentimen BI dan MSCI: Simak Skenario Terbaik–Terburuknya

×

IHSG Hari Ini Dipengaruhi Sentimen BI dan MSCI: Simak Skenario Terbaik–Terburuknya

Sebarkan artikel ini
IHSG Hari Ini Ada Sentimen BI dan MSCI, Simak Skenario Terbaik dan Terburuknya Money 18 Juni 2026
Ilustrasi: IHSG Hari Ini Ada Sentimen BI dan MSCI, Simak Skenario Terbaik dan Terburuknya

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (18/6/2026) diperkirakan masih bergerak di bawah pengaruh sejumlah sentimen penting. Fokus pelaku pasar terutama tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) serta peninjauan aksesibilitas pasar oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dalam pandangan Phintraco Sekuritas, pergerakan IHSG berpeluang mencerminkan sikap kehati-hatian pelaku pasar menjelang beberapa agenda yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Selain menunggu hasil RDG BI pada Kamis (18/6/2026), investor juga mencermati penjadwalan peninjauan oleh MSCI.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada rentang support 6.100 dan resistance 6.350. Dengan posisi tersebut, pasar dinilai masih sensitif terhadap perkembangan terbaru dari BI dan MSCI.

Sentimen RDG Bank Indonesia dan tinjauan MSCI

Phintraco Sekuritas menyebut investor menunggu hasil RDG BI pada Kamis (18/6/2026). Pada saat yang sama, pelaku pasar juga memantau MSCI Global Market Accessibility Review yang dijadwalkan pada Jumat (19/6/2026) waktu Indonesia.

Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas juga menyoroti adanya MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026. Agenda itu dipandang dapat menjadi bagian dari rangkaian keputusan yang diperhatikan pasar dalam waktu dekat.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai kondisi menjelang berbagai keputusan tersebut membuat pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati. Sikap tersebut sejalan dengan ekspektasi agar pergerakan indeks tidak sepenuhnya lepas dari katalis utama.

Indikator teknikal dan ruang penguatan

Dari sisi teknikal, Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan pelebaran histogram positif. Namun, indikator Stochastic RSI telah membentuk pola death cross di area overbought.

Kombinasi dua sinyal itu mengindikasikan ruang penguatan IHSG mulai terbatas. Dengan demikian, indeks berpotensi bergerak sideways, dengan kecenderungan melemah.

“Dengan demikian, IHSG hari ini diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah pada kisaran 6.100-6.350,” lanjut Phintraco Sekuritas. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pandangan rentang pergerakan yang diproyeksikan pada sesi Kamis ini.

Proyeksi BI Rate dan perbedaan pandangan ekonom

Terkait kebijakan moneter, Phintraco Sekuritas menyebut konsensus pasar memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Meski demikian, pandangan ekonom masih terbelah antara opsi mempertahankan suku bunga acuan atau kembali menaikkannya sebesar 25 basis poin.

Menurut Phintraco Sekuritas, perbedaan pandangan tersebut dipengaruhi oleh mulai meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, terdapat pula faktor penurunan harga minyak mentah dunia, berkurangnya kekhawatiran terhadap inflasi, serta langkah agresif BI yang sebelumnya telah menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menegaskan bahwa fokus utama BI saat ini masih tertuju pada upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Karena itu, peluang kenaikan suku bunga dinilai masih tetap terbuka.

Dengan adanya variasi ekspektasi dan arah kebijakan yang masih bergantung pada pertimbangan stabilitas rupiah, pasar berpeluang merespons perbedaan hasil maupun sinyal yang keluar dari RDG BI. Perbedaan ekspektasi tersebut juga berkontribusi pada kecenderungan indeks untuk bergerak dalam batasan yang lebih terukur.

Implikasi MSCI bagi arah pasar saham domestik

Selain keputusan BI, perhatian investor juga tertuju pada pengumuman MSCI yang dinilai dapat menjadi penentu arah pergerakan pasar saham domestik dalam jangka pendek. Hal ini sejalan dengan jadwal MSCI Global Market Accessibility Review pada Jumat (19/6/2026) dan lanjutan MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.

Dalam konteks tersebut, pasar tidak hanya bereaksi pada satu katalis, melainkan pada kombinasi antara kebijakan moneter dan perkembangan peninjauan aksesibilitas serta klasifikasi pasar. Kondisi seperti ini kerap membuat pelaku pasar menunggu informasi baru sebelum mengambil keputusan berani.

Secara keseluruhan, Phintraco Sekuritas menggambarkan IHSG berada dalam fase yang dipengaruhi sentimen fundamental melalui RDG BI dan MSCI, sekaligus dipantau lewat indikator teknikal. MACD yang masih menunjukkan histogram positif menjadi salah satu penguat bagi pergerakan, tetapi sinyal Stochastic RSI death cross di area overbought memberi indikasi bahwa momentum penguatan berpotensi terbatas.

Dengan mempertimbangkan rentang support 6.100 dan resistance 6.350, serta ekspektasi pergerakan sideways cenderung melemah, investor pada Kamis ini dinilai akan lebih memusatkan perhatian pada hasil RDG BI dan perkembangan jadwal peninjauan MSCI dalam beberapa hari ke depan.