jurnalistik.co.id – Kamis (4/6/2026) siang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan dan berada di zona merah. Pukul 11.08 WIB, indeks melemah 3,84 persen atau 228 poin ke level 5.713,28.
Pergerakan IHSG pada jam-jam awal perdagangan masih berupaya bertahan dalam rentang 5.713 hingga 5.770, namun penguatan belum terlihat. Indeks disebut “masih berjuang di zona merah” pada rentang tersebut.
Di tengah pelemahan indeks, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) justru menguat. Pada pukul 11.14 WIB, saham ADRO naik 1,38 persen atau 30 poin menjadi 2.220,00.
ADRO tidak sendirian. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga bergerak lebih baik dibanding saham-saham lain, dengan kenaikan tipis sebesar 0,69 persen menjadi 730,00.
Meski ada dua emiten yang menghijau, tekanan jual masih membuat banyak saham lain berada pada kondisi melemah. Data di bagian yang sama menunjukkan bahwa tidak seluruh pergerakan sejalan dengan IHSG yang tertekan.
Di antara saham yang turun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat melemah 3,62 persen atau 200 poin menjadi Rp 5.325,00 per lembar. Pada periode yang sama, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 4,20 persen atau 150 poin ke level Rp 3.420,00 per lembar saham.
Saham lain juga ikut menekan pergerakan. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 1,98 persen atau 80 poin menjadi Rp 3.970,00 per lembar, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 3,45 persen atau 100 poin ke 2.800 per lembar.
Selain pada level saham, penurunan juga tampak di sektor. Sektor dengan pelemahan terdalam disebut berasal dari IDX Sektor Barang Baku yang sudah tertekan 7,35 persen di awal perdagangan.
Pada pukul 10.50 WIB, IDX sektor barang baku disebut mengalami penurunan lebih dalam, namun teks juga mencantumkan adanya pengurangan sebesar 76,36 poin di level 1.451,54. Dengan demikian, pergerakan sektor ini tetap berada dalam tekanan selama sesi pagi.
Di daftar LQ45 pagi hari yang dikutip, pergerakan top gainers dan top losers juga menampilkan kontras. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) disebut naik 0,74 persen sebagai top gainers.
Sementara itu, CUAN juga muncul dalam daftar top losers. CUAN tercatat turun 10,34 persen, disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 10,2 persen serta PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang melemah 10,19 persen.
Perbedaan arah pergerakan yang tercermin pada bagian awal dan daftar top losers membuat gambaran sesi pagi menjadi lebih berlapis. Pada satu bagian disebut CUAN menguat tipis sebesar 0,69 persen hingga 730,00 pada pukul 11.14 WIB, namun pada bagian lain CUAN masuk jajaran top losers LQ45 dengan pelemahan 10,34 persen.
Dengan IHSG yang berada pada penurunan 3,84 persen di pukul 11.08 WIB, perhatian pelaku pasar pada rentang 5.713 hingga 5.770 turut menjadi fokus. Di saat indeks belum menunjukkan pembalikan, sejumlah emiten seperti ADRO dan CUAN tetap memberikan pergerakan yang berlawanan dari mayoritas saham lain yang cenderung melemah pada data yang disajikan.
Catatan pada laporan juga mengingatkan bahwa dalam sesi sebelumnya, pada Rabu (3/6/2026) IHSG disebut anjlok 4,94 persen. Pada Kamis (4/6/2026), tekanan masih berlanjut saat indeks berada di zona merah, sementara pilihan saham tetap beragam di tengah pergerakan pasar.
Walau IHSG masih berada di zona merah pada pukul 11.08 WIB, laporan yang sama memperlihatkan adanya jarak antara arah indeks dan sebagian emiten. ADRO dan CUAN bergerak lebih kuat dibanding mayoritas saham lain yang tercatat melemah pada rentang data yang disajikan.
Selain perbedaan pada level saham, tekanan juga digambarkan merembet ke komponen sektor. IDX Sektor Barang Baku disebut turun sejak awal perdagangan, dan pada sesi pagi tetap menunjukkan penurunan lanjutan sesuai keterangan pada pukul 10.50 WIB. Di saat bersamaan, daftar LQ45 pagi menampilkan kontras lain: AMRT masuk sebagai top gainers, sedangkan CUAN, BRPT, dan SCMA muncul sebagai top losers, sehingga dinamika perdagangan terlihat makin berlapis.












