jurnalistik.co.id – Tim SAR gabungan memasuki hari ketiga pencarian terhadap 24 penumpang KM Nurul Salsa yang dilaporkan hilang setelah kapal tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Pada Jumat (17/7/2026), operasi pencarian difokuskan di area perairan Selayar dengan cakupan sekitar 90 nautical mile persegi (nm²). Sejumlah unsur dikerahkan untuk menyisir kemungkinan lokasi korban baik melalui laut maupun udara.
Menurut Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Makassar, pada hari ketiga operasi pihaknya menambah kekuatan SAR. Langkah itu dilakukan dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200.
Pesawat Boeing B737-200 yang digunakan berasal dari Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin. Dalam penjelasannya, Arif Anwar menyebut pesawat tersebut dikerahkan untuk memperluas kemampuan pencarian dari udara.
Arif Anwar juga menjelaskan pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP (Search And Rescue Model and Respond System). Dengan pendekatan tersebut, area yang berpotensi menjadi lokasi korban ditangani secara terarah agar penyisiran dapat dilakukan maksimal.
Pembagian kerja di lapangan terlihat dari komposisi personel yang ikut dalam masing-masing unsur. Pesawat Boeing Lanud Hasanuddin membawa 17 personel untuk membantu operasi.
Sementara itu, KN SAR Kamajaya membawa 32 personel untuk melaksanakan pencarian pada sektor II. Penugasan personel ini disesuaikan dengan strategi penyisiran sesuai analisis SARMAP.
Di sisi lain, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Marlin 877 melanjutkan operasi pencarian di sektor I. KRI tersebut memiliki cakupan area pencarian seluas 102 nm² sesuai rencana operasi yang disusun untuk tahapan pencarian hari ketiga.
Operasi SAR berlangsung secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur yang tergabung dalam tim gabungan. Pelibatan tersebut mencakup TNI AL dan TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, serta Stasiun Radio Pantai (SROP) Selayar.
Selain unsur instansi, pencarian juga didukung nelayan setempat di Kabupaten Kepulauan Selayar. Dukungan dari pihak-pihak di wilayah dinilai penting untuk memperkuat proses penyisiran dan pemantauan kondisi di sekitar area kejadian.
Berita Terkait
Arif Anwar menegaskan agar tim di lapangan terus bekerja secara maksimal. Namun, ia juga menggarisbawahi keselamatan personel tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung.
Pihak Basarnas juga memohon doa dari masyarakat agar korban yang hingga saat ini masih dalam pencarian dapat segera ditemukan. Harapan tersebut disampaikan bersamaan dengan berlanjutnya penyisiran pada hari ketiga.
Berangkat dari Jampea, tenggelam dekat Benteng
KM Nurul Salsa sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Jampea, Kabupaten Selayar, menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Selayar. Setelah keberangkatan, kapal akhirnya dilaporkan tenggelam pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05:00 WITA.
Peristiwa terjadi saat kapal berada di sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng. Saat kejadian, KM Nurul Salsa membawa 74 penumpang.
Dalam perkembangan penanganan awal, sebanyak 49 penumpang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Adapun 24 penumpang lainnya dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian berkelanjutan oleh tim SAR gabungan. Memasuki hari ketiga, penanganan pencarian dilakukan dengan penambahan kekuatan dan penyusunan sektor agar area yang potensial dapat disisir lebih menyeluruh.
Dengan melibatkan pesawat Boeing B737-200, KN SAR Kamajaya, serta KRI Marlin 877, operasi terus berjalan mengikuti rencana yang telah ditetapkan. Tim gabungan tetap mengutamakan pendekatan terkoordinasi untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang belum berhasil ditemukan.
Sejak kapal dilaporkan tenggelam pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05:00 WITA di sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng, pencarian terus diarahkan untuk menutup kemungkinan lokasi korban yang belum teridentifikasi. Memasuki hari ketiga, konsentrasi operasi tetap berada di perairan Selayar dengan cakupan sekitar 90 nautical mile persegi melalui penyisiran laut sekaligus dukungan dari udara.
Secara operasional, strategi di lapangan dijalankan dengan pembagian sektor dan penyesuaian personel sesuai analisis SARMAP. Pesawat yang ditugaskan bersama KN SAR Kamajaya dan KRI Marlin 877 bekerja dalam koordinasi terpadu, melibatkan TNI AL dan TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, SROP Selayar, serta nelayan setempat untuk memperkuat pemantauan di sekitar area kejadian. Basarnas juga terus menekankan prioritas keselamatan personel serta mengharapkan doa masyarakat agar 24 penumpang yang hilang dapat segera ditemukan.











