jurnalistik.co.id –
Raja Charles III bersama Ratu Camilla terlihat hadir dan disambut hangat oleh kerumunan penggemar Highland games saat Braemar Gathering digelar di Royal Deeside.
Kegiatan tahunan ini menarik penonton dari berbagai penjuru dunia. Braemar Gathering rutin berlangsung pada Sabtu pertama di bulan September, dan pada tahun ini bertepatan dengan libur musim panas tahunan sang raja di Balmoral yang berada di kawasan terdekat.
Di antara rangkaian acara yang menjadi perhatian, penonton dapat menyaksikan pertandingan tarik tambang, caber tossing, serta lomba lempar palu atau hammer throwing. Suasana juga diwarnai penampilan Highland dancing dan parade pipe band yang berjalan sebagai bagian dari perayaan.
Charles III tercatat menjalani partisipasi yang ketiga kali dalam ajang Games sejak ia menjalani prosesi penobatan. Kehadiran ini menjadi salah satu momen yang dinantikan pada kalender Braemar Gathering.
Pada kesempatan tersebut, sang raja mengenakan kilt dengan corak King Charles III tartan. Kain kilt ini—sebagaimana gaya yang selama ini diangkat untuk acara resmi—dikenakan dengan mengacu pada Balmoral tartan sett, yakni pola yang memiliki jejak sejarah sekitar tahun 1850.
Charles III juga melanjutkan tradisi busana yang telah diperkenalkan sebelumnya saat berada di Skotlandia. Corak kilt tersebut disebut pertama kali dikenalkan pada Burns Night tahun lalu, sehingga pada Braemar Gathering ia tampil dengan gaya yang sudah dikenal publik.
Berita Terkait
Sementara itu, Camilla tampil dalam balutan tartan juga. Ia memadukannya dengan jaket berwarna hijau zamrud serta topi berornamen bulu yang tahun lalu dikenakan pada sebuah ibadah Minggu di Crathie Kirk.
Camilla dan Charles III sama-sama hadir sebagai pusat perhatian selama rangkaian acara berlangsung, dari momen kedatangan hingga berbagai atraksi yang dipertandingkan. Para penonton tampak menunggu setiap segmen pertunjukan untuk menyaksikan detail perlombaan dan irama musik pengiring.
Braemar sendiri telah menjadi tuan rumah Games dalam bentuk seperti yang dikenal saat ini selama hampir dua abad. Queen Victoria tercatat hadir pada tahun 1848, dan sejak masa itu kehadiran raja atau penguasa yang sedang memerintah menjadi tradisi yang dijalankan secara berkala.
Dengan perpaduan kompetisi fisik, pertunjukan budaya, dan parade musik tradisional, Braemar Gathering tetap menjadi perayaan yang menegaskan keterikatan komunitas dengan warisan Highland. Pada perhelatan kali ini, kehadiran Charles III dan Camilla turut memperkuat kesan acara sebagai agenda besar sekaligus ruang pertemuan langsung antara keluarga kerajaan dan para penggemarnya.
Di Royal Deeside, suasana pun berlangsung meriah sepanjang rangkaian acara berlangsung—mulai dari ketegangan pertandingan hingga kemeriahan parade pipe band—mencerminkan daya tarik Braemar Gathering yang konsisten menarik perhatian setiap tahunnya.
Selain menyoroti rangkaian pertandingannya, Braemar Gathering juga terlihat seperti panggung bertemu yang mempertemukan komunitas Highland dengan pengunjung lintas negara. Di Royal Deeside, kerumunan penggemar Highland games menunggu momen-momen kunci sepanjang hari, dari saat kedatangan hingga jeda pergantian segmen acara, seolah setiap tahapan menjadi kesempatan untuk menyimak detail pertandingan sekaligus suasana perayaan.
Penampilan busana kerajaan turut menambah perhatian karena kilt yang dikenakan Charles III memadukan identitas resmi dengan rujukan historis yang sudah dikenal dalam pola tartan. Sentuhan Balmoral tartan sett dengan jejak sejarah sekitar tahun 1850 membuat gaya yang ditampilkan tampak selaras dengan nuansa Balmoral, sementara penegasan bahwa corak tersebut pernah diperkenalkan pada Burns Night tahun lalu menjadikan kemunculan di Braemar sebagai lanjutan dari gaya yang sudah familiar bagi publik. Di sisi lain, Camilla tampil dalam tartan yang dipadukan dengan jaket hijau zamrud dan topi berornamen bulu yang pada tahun lalu terlihat dikenakan saat ibadah Minggu di Crathie Kirk.
Ketika pertandingan fisik berjalan bersamaan dengan atraksi budaya, penonton dapat merasakan keberagaman format yang menjadi ciri Braemar Gathering. Mulai dari permainan tarik tambang, caber tossing, hingga lomba lempar palu atau hammer throwing, semuanya dibingkai oleh penampilan Highland dancing serta parade pipe band yang mengalir sebagai irama pendamping. Kombinasi elemen tersebut—kompetisi, pertunjukan, dan musik tradisional—memperkuat kesan acara sebagai agenda besar yang tetap menjaga keterikatan komunitas terhadap warisan Highland, sekaligus memberi ruang bagi Charles III dan Camilla untuk menjadi pusat perhatian di sepanjang rangkaian perayaan.












