jurnalistik.co.id – Pemimpin negara-negara G20 dijadwalkan bertemu di Manchester pada November 2027. Acara puncak itu akan berlangsung pada 27 dan 28 November di Manchester Central Convention Centre, dan disebut sebagai pertemuan tingkat tinggi terbesar yang pernah digelar di kota tersebut.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, yang sebelumnya menjabat sebagai wali kota Greater Manchester, menyatakan dirinya “really pleased” karena akan berkesempatan menyambut Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Manchester. Menurutnya, kehadiran Trump menjadi momen yang perlu dijalani dengan sikap positif dan fokus pada agenda yang sedang berlangsung.
“Manchester isn’t ‘some town’…this is Manchester,” ujar Burnham terkait percakapan pertama mereka melalui telepon. Ia menjelaskan bahwa dalam panggilan awal itu, ia menyampaikan kepada Trump bahwa Manchester bukanlah “kota kecil” sebagaimana tersirat dari pernyataan sebelumnya.
Pada bulan Juni, Trump menyebut Burnham sebagai “the mayor of a town”. Burnham kemudian menuturkan bahwa respons yang dipilihnya adalah merespons dengan cara yang tidak memperpanjang kontroversi, yakni “the right thing to do” adalah tertawa dan “move beyond it”.
Burnham juga menyinggung konteks pertemuannya dengan Trump yang dijadwalkan terjadi untuk pertama kalinya saat ia melakukan kunjungan ke New York. Di saat yang sama, ia menegaskan bahwa pembicaraan semacam itu lazim muncul sepanjang karier politik, tetapi yang terpenting adalah memusatkan perhatian pada momen yang sedang dialami.
“politicians say things throughout their career, but now the important thing is to focus on the moment you are in,” kata Burnham saat berbicara kepada BBC. Ia menempatkan pertemuan tersebut sebagai bagian dari transisi dari dinamika politik menuju pelaksanaan kerja diplomasi dan agenda KTT.
Berita Terkait
Kabupaten dan perencanaan di tingkat lokal juga mulai disiapkan lebih serius. Downing Street menyebut persiapan akan ditingkatkan, dengan ratusan warga di wilayah setempat yang diperkirakan terlibat dalam berbagai kebutuhan penyelenggaraan.
Di sisi pemerintahan kota, Councillor Garry Bridges—yang baru terpilih menjadi pemimpin Manchester City Council—menyampaikan bahwa skala acara seperti ini sebelumnya sulit dibayangkan. Ia mengatakan, acara sebesar itu akan menjadi “unthinkable a couple of years ago”, dan ia berharap situasi ini dapat membantu mengubah pandangan Trump mengenai Manchester.
Bridges menempatkan KTT sebagai kesempatan untuk menunjukkan wajah Manchester kepada dunia melalui pertemuan para pemimpin ekonomi terbesar. Ia menilai pengalaman penyelenggaraan dan interaksi langsung dapat memberi dampak pada persepsi, termasuk bagi tamu dari luar negeri.
Inggris sendiri pernah menjadi tuan rumah G20 pada 2009 di London. Untuk operasi pengamanan saat itu, biaya diperkirakan mencapai £7.2m, dan angka tersebut menjadi pembanding bahwa penyelenggaraan G20 menuntut persiapan besar dan terukur.
Selain KTT di Manchester, pada tahun berikutnya juga akan ada rangkaian kegiatan di berbagai wilayah di seluruh Inggris saat negara itu memegang presidensi G20. Saat ini presidensi G20 masih berada di tangan Amerika Serikat, sementara KTT tahun berjalan berlangsung di Miami pada bulan Desember.
G20 menghimpun 19 ekonomi terbesar di dunia, ditambah perwakilan Uni Eropa dan Uni Afrika. Forum ini mencakup sekitar dua pertiga populasi dunia dan lebih dari 85% kekayaan global, dengan tujuan memperkuat stabilitas keuangan serta kerja sama internasional.
Acara tahunan ini awalnya dibentuk pada 1999. Sejak itu, forum G20 menjadi salah satu ruang utama bagi para pemimpin ekonomi untuk membahas arah kebijakan, terutama yang berkaitan dengan stabilitas sistem keuangan dan koordinasi respons terhadap tantangan global.












