Internasional

Inggris Meninjau Kesepakatan Chagos–Mauritius Usai Trump Sebut ‘terrible’

×

Inggris Meninjau Kesepakatan Chagos–Mauritius Usai Trump Sebut ‘terrible’

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: UK to review Chagos Islands deal after Trump called it 'terrible'

jurnalistik.co.id – Inggris sedang meninjau ulang kesepakatan penyerahan Kepulauan Chagos kepada Mauritius setelah Presiden AS Donald Trump menyebutnya “terrible” pada Sidang Majelis Umum PBB di Selasa.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting, yang menegaskan pemerintahnya mengevaluasi kembali perjanjian tersebut menyusul kritik terbaru Trump.

Menurut Streeting, peninjauan ulang dilakukan karena dukungan Amerika Serikat tidak lagi sejalan dengan rancangan kesepakatan yang sedang berjalan.

Kesepakatan awalnya memberi kerangka di mana Inggris menyerahkan kedaulatan wilayah Chagos kepada Mauritius, sekaligus membayar rata-rata £101 juta (sekitar $136 juta) setiap tahun untuk menyewa kembali pangkalan militer gabungan Inggris-AS di lokasi tersebut.

Pangkalan yang dimaksud berada di Diego Garcia dan dipandang bernilai strategis di kawasan Samudra Hindia.

Streeting menyatakan bahwa keputusan untuk mengkaji ulang perjanjian ini telah mendapat dorongan langsung dari posisi AS.

Ia mengatakan, “we have to” meninjau kesepakatan itu, “because the United States doesn’t support it”, menekankan bahwa perubahan dukungan dari Washington menjadi faktor penentu dalam arah kebijakan Inggris.

Dalam penjelasannya kepada BBC Breakfast, Streeting menambahkan bahwa sikap Trump memperjelas arah negosiasi yang harus ditempuh pemerintah Inggris.

Ia menyebut, “What President Trump said yesterday wasn’t new but I think it does provide absolute clarity that his position on this Chagos deal as currently drafted is not changing,” serta menegaskan perlunya langkah lanjutan bersama mitra Amerika.

Streeting kemudian menambahkan, “So we have to do more work with our American allies, with President Trump and his administration, to get the deal to a place where we can support it.”

Ia juga mengindikasikan bahwa kritik Trump tidak berdiri sendiri, melainkan berhubungan dengan konteks dukungan AS terhadap kesepakatan Chagos yang sedang dirundingkan.

Kesepakatan tersebut sebelumnya juga mengalami penundaan besar pada April, saat implementasinya dihentikan secara “indefinitely” (tanpa batas waktu).

Penundaan itu terjadi setelah Trump menarik dukungannya, sehingga Inggris tidak melanjutkan kesepakatan sesuai rencana semula.

Dengan demikian, kabar terbaru mengenai peninjauan ulang menunjukkan bahwa perjanjian Chagos masih bergantung pada kesesuaian posisi AS terhadap rancangan yang ada.

Dalam pemberitaan yang sama, Trump disebut mengungkap bahwa ia “can do business with Burnham” tetapi tetap mengkritik perjanjian Chagos itu sebagai “terrible”.

Apa yang dipertaruhkan dalam kesepakatan

Dari sisi substansi, rancangan awal menempatkan Inggris sebagai pihak yang menyerahkan kedaulatan wilayah kepada Mauritius.

Namun di saat yang sama, rancangan tersebut mempertahankan kepentingan keamanan Inggris dan AS melalui mekanisme sewa pangkalan militer bersama di Diego Garcia.

Nilai pembayaran yang disebut dalam kesepakatan—rata-rata £101 juta per tahun—menjadi bagian dari paket kompensasi sekaligus pengaturan akses militer.

Poin strategisnya terletak pada lokasi pangkalan tersebut di kawasan Samudra Hindia, yang dalam teks disebut sebagai faktor yang “prized for its strategic location”.

Dalam konteks ini, sikap Trump yang menolak kesepakatan yang “currently drafted” juga menjadi sinyal bahwa perubahan diperlukan sebelum Inggris dapat kembali menyatakan dukungan.

Streeting menempatkan peninjauan ulang sebagai kebutuhan kebijakan, bukan sekadar respons sesaat, karena ia mengaitkannya langsung dengan dukungan Washington.

Dengan kata lain, pemerintah Inggris menilai bahwa jalan untuk melanjutkan kesepakatan harus melewati proses kerja ulang bersama “American allies” dan pemerintahan Trump agar rancangan baru dapat didukung.

Sejauh ini, informasi yang disampaikan menegaskan bahwa perjanjian Chagos–Mauritius masih dalam fase evaluasi, sementara posisi AS terus menjadi penentu arah perundingan berikutnya.