jurnalistik.co.id – Kim Jong-un menyampaikan surat balasan kepada Presiden Vietnam To Lam sebagai lanjutan hubungan bilateral yang belakangan ini makin intens.
Korea Utara menyatakan komitmennya untuk terus mempererat relasi dengan Vietnam di tengah menghangatnya berbagai bentuk kerja sama kedua negara.
Komitmen itu disampaikan Kim dalam surat balasan yang diterima pada Senin, merespons surat dari To Lam yang dikirim pada 9 September untuk memperingati 78 tahun berdirinya Korea Utara.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) dan media Yonhap, Kim menegaskan bahwa hubungan persahabatan dan kerja sama tradisional di antara kedua negara memasuki babak baru setelah pertemuan puncak mereka.
Dalam surat tersebut, Kim menulis, “Hubungan persahabatan dan kerja sama tradisional antara kedua negara, yang telah memasuki babak perkembangan baru setelah pertemuan kita di Pyongyang Oktober lalu, akan terus diperluas dan dikembangkan demi kepentingan bersama kedua rakyat,”.
To Lam sebelumnya menyebut bahwa hubungan Vietnam dan Korea Utara terus menguat sejak pertemuan kedua pemimpin pada Oktober tahun lalu.
Ia juga menyampaikan bahwa kedua pihak telah menindaklanjuti kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut.
Kim kemudian menyatakan bahwa Vietnam siap bekerja sama dengan Korea Utara untuk mendukung perdamaian dan stabilitas, baik pada level regional maupun global.
Pernyataan itu dinilai mencerminkan upaya Vietnam menjaga kesinambungan hubungan bilateral dengan Pyongyang saat dinamika geopolitik kawasan terus bergerak.
Jejak kerja sama setelah kunjungan ke Pyongyang
Hubungan kedua negara menghangat setelah kunjungan To Lam ke Korea Utara pada Oktober tahun lalu.
Berita Terkait
Kunjungan itu menjadi yang pertama dilakukan seorang pemimpin tinggi Vietnam ke Pyongyang dalam 18 tahun.
Setelah kunjungan tersebut, kerja sama berlanjut melalui sejumlah pertemuan pejabat tinggi kedua negara.
Pada Mei, Menteri Luar Negeri Vietnam Le Hoai Trung bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui di Pyongyang.
Sejalan dengan itu, pada bulan berikutnya, pejabat keamanan kedua negara juga menggelar pembicaraan di Pyongyang untuk membahas kerja sama dalam bidang keamanan publik dan penegakan hukum.
Rangkaian pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pembaruan relasi Vietnam dan Korea Utara tidak hanya berada pada komunikasi politik, tetapi juga merambah kerja sama antarlembaga.
Dengan surat balasan yang menegaskan arah perpanjangan hubungan, kedua pihak mengisyaratkan kelanjutan penyesuaian strategi diplomatik sekaligus implementasi kesepakatan yang telah disepakati.
Pada akhirnya, korespondensi Kim dan To Lam menegaskan bahwa Korea Utara berupaya menjaga momentum yang tercipta setelah pertemuan di Pyongyang, sementara Vietnam menekankan pentingnya kerja sama demi stabilitas kawasan maupun dunia.
Surat balasan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kedua negara tidak hanya berhenti pada komunikasi setelah pertemuan puncak, melainkan menempatkan kesinambungan relasi sebagai agenda yang perlu diterjemahkan ke langkah-langkah berikutnya. Dalam korespondensi itu, arah kerja sama diposisikan sebagai kelanjutan dari perkembangan yang mulai muncul usai pertemuan di Pyongyang.
Pada sisi lain, To Lam sebelumnya menekankan bahwa hubungan Vietnam dan Korea Utara terus bertumbuh sejak pertemuan pemimpin kedua negara pada Oktober tahun lalu. Ia juga menyatakan bahwa tindak lanjut terhadap berbagai kesepakatan telah dijalankan, sehingga surat yang diterima itu menjadi bagian dari upaya menjaga ritme implementasi dan menjaga agar momentum yang terbentuk tidak meredup.
Yang juga menonjol adalah bagaimana pembaruan relasi dicerminkan melalui pertemuan di berbagai level. Setelah kunjungan To Lam ke Korea Utara pada Oktober, kerja sama berlanjut melalui pertemuan pejabat tinggi, termasuk pertemuan Menteri Luar Negeri Vietnam Le Hoai Trung dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui di Pyongyang pada Mei, serta pembicaraan pejabat keamanan pada bulan berikutnya untuk membahas kerja sama keamanan publik dan penegakan hukum.
Dengan demikian, pertukaran pesan Kim dan To Lam menekankan dua benang merah: Korea Utara ingin memperluas babak baru kerja sama tradisional bersama Vietnam, sementara Vietnam menyoroti pentingnya kolaborasi demi perdamaian dan stabilitas, baik di kawasan maupun pada level global. Korespondensi ini memperlihatkan upaya kedua pihak menjaga konsistensi strategi sekaligus memastikan kesepakatan yang telah dicapai dapat terus berjalan.












