Hukum & Kriminal

Juri Dibatalkan Tanpa Putusan di Persidangan Dugaan Ganggu Resepsi Pernikahan Boris Johnson

×

Juri Dibatalkan Tanpa Putusan di Persidangan Dugaan Ganggu Resepsi Pernikahan Boris Johnson

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jury discharged in Boris Johnson wedding plot trial

jurnalistik.co.id – Juri dalam persidangan dugaan rencana mengganggu resepsi pernikahan Boris Johnson akhirnya dinyatakan bubar karena gagal mencapai putusan.

Hakim menunda perkara tersebut di Southwark Crown Court hingga 29 September. Pada tanggal itu, jaksa akan diminta menyatakan apakah mereka menginginkan sidang ulang (retrial).

Terdakwa dalam perkara ini adalah Tim Speers, 41 tahun. Ia dituduh merencanakan aksi untuk mengacau jalannya resepsi pernikahan Johnson.

Menurut dakwaan, Speers diduga membawa perlengkapan seperti cat semprot dan lem super ke Doylesford Estate di Gloucestershire pada 29 Juli 2022, tepat menjelang resepsi pernikahan mantan perdana menteri tersebut bersama Carrie Johnson.

Speers berasal dari Bude, Cornwall. Ia membantah bahwa barang-barang yang ia bawa memiliki maksud untuk menimbulkan kerusakan kriminal, dan menyatakan ia tidak melanjutkan rencana tersebut.

Dalam keterangannya, Speers mengatakan ia sudah meninggalkan niat untuk menyemprot tulisan ā€œPalestineā€ di halaman sebelum polisi menghampirinya.

Selama persidangan, juri mendengar bahwa kepolisian menghentikan Speers bersama seorang pria lain. Penangkapan dilakukan setelah keduanya terlihat membawa kaleng minuman di area Cotswold saat acara berlangsung di lokasi tersebut.

Awalnya, keduanya menolak memberi tahu polisi alasan keberadaan mereka. Setelah itu, mereka mengklaim bahwa mereka tengah berlibur.

Jaksa menyampaikan bahwa polisi menemukan pesan suara yang direkam Speers sehari sebelum penangkapannya. Dalam rekaman itu, Speers disebut mengatakan bahwa ia diminta oleh dua aktivis Palestine Action untuk mengambil bagian dalam ā€œactionā€, dan ia menyatakan setuju untuk melakukannya.

Juri mulai bermusyawarah pada hari Jumat. Namun, proses perundingan tidak berujung pada keputusan.

Menurut catatan yang disampaikan juri kepada hakim, mereka menyatakan sedang ā€œstuckā€ dan tidak sejalan dalam menilai putusan. Serangkaian catatan tersebut mencerminkan kebuntuan dan perbedaan pandangan di antara anggota juri.

Di tengah kebuntuan itu, hakim memutuskan untuk membubarkan juri. Langkah tersebut membuat perkara belum menghasilkan vonis pada tahap ini.

Sidang kemudian ditangguhkan hingga 29 September. Pada sidang lanjutan, jaksa akan diminta memberi indikasi apakah mereka ingin melanjutkan dengan sidang ulang.

Pernikahan Boris Johnson dan Carrie Johnson sendiri berlangsung pada Mei 2021 melalui upacara tertutup di Westminster Cathedral. Setelahnya, perayaan resepsi pernikahan mereka digelar di Daylesford House pada 30 Juli tahun berikutnya, dengan pemasangan tenda dan penataan kursi jerami di area halaman.

Perkara ini berfokus pada dugaan bahwa Speers berencana melakukan gangguan pada momen resepsi tersebut. Namun, tanpa putusan dari juri, status proses hukum terhadap Speers belum berakhir di pengadilan.

Meski demikian, penundaan hingga 29 September membuka kemungkinan langkah lanjutan oleh pihak penuntut, termasuk apakah perkara akan dibawa kembali ke persidangan dengan juri baru.

Jika jaksa memutuskan meminta retrial, proses penilaian kembali akan dimulai dari awal di pengadilan. Sebaliknya, apabila jaksa menyatakan tidak akan mengajukan sidang ulang, perkara bisa berakhir tanpa putusan substantif dari persidangan ini.

Dalam pembelaannya, Speers menyatakan bahwa rencananya sudah ditinggalkan sebelum polisi datang. Ia juga membantah adanya maksud untuk menimbulkan kerusakan secara kriminal dari perlengkapan yang dibawanya, serta menegaskan bahwa niat tersebut tidak diteruskan.

Selain pengakuan di ruang sidang, jaksa mengaitkan rangkaian peristiwa dengan keterangan yang disebut berasal dari rekaman pesan suara. Di dalamnya, Speers disebut pernah mengatakan bahwa ia diminta untuk terlibat dalam ā€œactionā€ oleh dua aktivis Palestine Action, dan ia menyatakan setuju untuk menjalankan peran tersebut.

Karena kebuntuan saat proses musyawarah, perkara belum mencapai vonis pada tahap ini. Setelah hakim membubarkan juri dan sidang ditangguhkan hingga 29 September, titik balik akan berada pada sikap penuntut: apakah mereka meminta sidang ulang (retrial) sehingga penilaian berpotensi dimulai kembali, atau justru menyatakan tidak melanjutkan retrial yang membuat proses ini berhenti tanpa putusan substantif dari persidangan yang sedang berjalan.