jurnalistik.co.id – Julian Nagelsmann mengingatkan Jerman untuk tidak cepat puas meski membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao di Grup E pada Minggu (14/6/2026) tengah malam.
Menurut pelatih kepala Die Mannschaft itu, hasil besar memang menjadi awal yang ideal, namun ia menegaskan perjalanan turnamen masih menyisakan lawan yang lebih berat.
Nagelsmann juga mengulas jalannya pertandingan. Ia menyebut Jerman sempat dibuat tidak nyaman setelah Curacao mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada babak pertama.
Meski demikian, Jerman tetap mampu mengendalikan laga dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 3-1.
Setelah jeda, tim Panser lalu tampil semakin dominan hingga akhirnya mengakhiri laga dengan kemenangan meyakinkan 7-1.
“Itu awal pertandingan yang luar biasa. Lima belas menit pertama sangat fantastis. Kami menciptakan banyak peluang. Gol penyama kedudukan dari Curacao memang tidak terduga, tetapi menarik melihat bagaimana tim bereaksi setelah kebobolan,” ucap Nagelsmann.
Dalam penilaiannya, reaksi tim setelah kebobolan menjadi bagian penting dari cara Jerman merespons dinamika di lapangan.
Nagelsmann lantas memberikan apresiasi kepada Curacao. Ia menilai lawan yang dihadapi Jerman bermain lebih baik dari perkiraan banyak orang di Jerman.
“Curacao bermain lebih baik daripada yang diperkirakan banyak orang di Jerman. Mereka tampil berbeda dari biasanya dan bermain dengan berani. Mencetak tujuh gol bukan hal mudah, jadi kami cukup puas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sekalipun kemenangan besar membantu, masih ada sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan agar tim siap menghadapi persaingan yang semakin ketat.
“Kami berada di jalur yang benar, tetapi masih ada beberapa hal yang bisa kami tingkatkan. Kami juga akan menghadapi lawan yang lebih tangguh di turnamen ini,” kata Nagelsmann.
Konsistensi setelah skor besar
Pelatih berusia 38 tahun itu menekankan bahwa konsistensi menjadi kunci, bukan sekadar menyelesaikan pertandingan dengan margin gol yang lebar.
Baginya, kemenangan telak dapat menjadi modal, tetapi fokus utama tetap harus diarahkan pada perbaikan yang dibutuhkan sebelum laga berikutnya.
Ia juga menyoroti bahwa Jerman akan berhadapan dengan lawan yang kualitasnya lebih tinggi seiring bergulirnya kompetisi.
Kesabaran saat tertinggal dan meningkatkan intensitas
Nagelsmann menilai kesabaran menjadi unsur penting, terutama ketika Curacao memberi perlawanan pada babak pertama hingga skor sempat menjadi 1-1.
Ia menjelaskan bahwa situasi seperti itu tidak sederhana, mengingat karakter permainan masing-masing tim pada momen-momen tertentu berbeda.
“Ada satu tim yang datang dengan ekspektasi sangat tinggi dan ada satu tim yang tidak memiliki beban. Situasi seperti itu tidak mudah. Saat skor 1-1, kami harus bersabar dan para pemain benar-benar ingin memberikan 100 persen kemampuan mereka”.
Ia lalu memuji intensitas yang ditunjukkan para pemain setelah turun minum.
“Kami bermain dengan intensitas yang tepat. Jika bisa mempertahankan hal itu, kami dapat menjalani turnamen yang bagus,” lanjutnya.
Dengan demikian, Nagelsmann memandang konsistensi dalam tempo dan cara bermain sebagai faktor yang akan menentukan langkah Jerman selanjutnya di Piala Dunia 2026.
Sebelum pertandingan babak penyisihan grup melawan Curacao, Nagelsmann menghadiri konferensi pers di Stadion Houston, Houston, Amerika Serikat, pada 13 Juni 2026.
Ia juga mengakui kemenangan besar itu sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri skuad Jerman setelah melalui periode yang tidak selalu mudah dalam beberapa tahun terakhir.
Di konferensi pers sebelum laga, Nagelsmann memandang kemenangan besar sebagai langkah awal untuk mengembalikan rasa percaya diri tim, sekaligus menunjukkan bahwa skuad bisa mengeksekusi rencana permainan. Namun ia mengingatkan, perjalanan turnamen tidak selesai sampai di situ.
Ia menilai respons Jerman setelah Curacao menyamakan kedudukan menjadi gambaran penting tentang karakter tim. Menurutnya, keberhasilan itu perlu ditopang konsistensi dan intensitas yang tepat, agar performa tetap terjaga ketika menghadapi lawan yang lebih kuat di pertandingan berikutnya.












