Olahraga

Belanda vs Jepang Berakhir 2-2: Mental Baja Samurai Biru, Gagalkan De Oranje Raih 3 Poin

0
×

Belanda vs Jepang Berakhir 2-2: Mental Baja Samurai Biru, Gagalkan De Oranje Raih 3 Poin

Sebarkan artikel ini
Hasil Belanda Vs Jepang 2-2: Mental Baja Samurai Biru, Gagalkan 3 Poin De Oranje Bola 15 Juni 2026
Ilustrasi: Hasil Belanda Vs Jepang 2-2: Mental Baja Samurai Biru, Gagalkan 3 Poin De Oranje

jurnalistik.co.id – Belanda dan Jepang bermain imbang 2-2 pada matchday pertama Grup F Piala Dunia 2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Dallas, Senin (15/6/2026) dini hari WIB.

Sepanjang laga, Belanda tampil dominan dan berulang kali menekan, meski Jepang mampu memberikan perlawanan yang ketat. Skor akhir ditentukan setelah jeda, dengan seluruh gol lahir di babak kedua.

Belanda lebih dulu mencatatkan keunggulan melalui dua gol. Virgil van Dijk mencetak gol pada menit ke-50, sementara Crysencio Summerville mencatatkan tambahan pada menit ke-64.

Jepang tidak langsung menyerah meski sempat tertinggal. Mental “baja” itu akhirnya berbuah dengan dua gol balasan: Keito Nakamura pada menit ke-57 dan Daichi Kamada pada menit ke-88 yang mengubah kedudukan menjadi 2-2.

Hasil ini membuat Jepang untuk sementara memimpin klasemen Grup F. Di sisi lain, Belanda gagal meraih tiga poin perdana dan berada di posisi kedua dengan poin identik.

Belanda ambil inisiatif sejak peluit awal

Begitu wasit Ismail Elfath meniup peluit tanda pertandingan dimulai, Belanda langsung mengambil inisiatif serangan. Tak sampai lima menit berjalan, Zion Suzuki melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis tendangan Donyell Malen.

Belanda kemudian mempertahankan kendali permainan di menit-menit awal. Penguasaan bola bahkan sempat mencapai 73,3% dalam sepuluh menit pertama, tetapi upaya tersebut belum mampu berubah menjadi peluang yang benar-benar mengancam.

Setelah waktu jeda istirahat minum pertama, Belanda masih berusaha menembus pertahanan Jepang yang cukup solid. Namun, Jepang juga tetap menjaga ritme serangan balik dan menciptakan momen berbahaya.

Jepang baru merasakan peluang pertamanya pada menit ke-28 lewat tendangan Hiroki Ito. Bola masih melambung di atas mistar, sehingga skor bertahan 0-0 hingga turun minum.

Dominasi Belanda juga tercermin dari statistik operan. Belanda tercatat melakukan 209 kali operan, berbanding 96 kali milik Jepang, yang memperlihatkan bahwa ritme permainan lebih banyak dibangun oleh De Oranje.

Gol berbalas di babak kedua

Memasuki babak kedua, Belanda berupaya mencetak gol lebih cepat dengan mengandalkan kecepatan para pemain sayapnya. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil ketika kerja sama di area serang berujung pada gol Virgil van Dijk pada menit ke-50 (dalam narasi pertandingan juga tercatat pada menit ke-51).

Gol tersebut bermula dari umpan lambung Ryan Gravenberch, yang mampu diakhiri dengan sundulan akurat van Dijk ke sisi kiri gawang Zion Suzuki. Belanda memanfaatkan momentum untuk kembali unggul setelah fase awal babak kedua belum benar-benar menghasilkan.

Jepang kemudian merespons dengan ketegasan yang sama seperti yang mereka tampilkan sepanjang laga. Keito Nakamura menjadi penyeimbang pada menit ke-57, ketika Jepang mampu mengubah tekanan menjadi gol dan mengembalikan harapan untuk mengejar hasil.

Belanda kembali menekan dan memperlebar jarak gol lewat Crysencio Summerville pada menit ke-64. Namun, keunggulan yang telah dibangun Belanda tidak bertahan lama karena Jepang menunjukkan daya tahan untuk bangkit lagi dari ketertinggalan.

Daichi Kamada akhirnya memastikan hasil imbang dengan gol pada menit ke-88. Skor 2-2 menjadi penutup pertandingan Grup F tersebut, sekaligus menggambarkan bagaimana Jepang mampu menggagalkan Belanda mempertahankan keunggulan hingga akhir.

Dengan hasil ini, peta persaingan Grup F bergeser cepat di hari pertama. Jepang membawa pulang satu poin yang bernilai, sementara Belanda harus menelan kenyataan bahwa tiga poin perdana yang mereka incar tak berhasil diraih.

Meski Belanda terlihat lebih sering menguasai permainan dan menciptakan tekanan sejak awal, mereka tetap kesulitan menerjemahkan dominasi tersebut menjadi peluang yang benar-benar mengancam hingga sebelum jeda. Jepang, di sisi lain, mampu menahan ritme lawan dan membuat pertandingan tetap imbang tanpa gol hingga turun minum.

Setelah angka berubah di babak kedua, tempo laga makin ketat karena kedua tim sama-sama menuntut respons cepat. Perubahan kedudukan 1-2 lalu kembali menjadi 2-2 menunjukkan bahwa Belanda tetap menekan saat unggul, tetapi Jepang berhasil memanfaatkan momen untuk menyamakan hasil pada fase akhir.