Politik & Parlemen

Jokowi dan Gibran, Pemimpin Pertama yang Menyapa Masyarakat Asmat di Agats

×

Jokowi dan Gibran, Pemimpin Pertama yang Menyapa Masyarakat Asmat di Agats

Sebarkan artikel ini
Jokowi dan Gibran: Presiden dan Wapres yang Pertama Datang ke Asmat News 21 Juni 2026
Ilustrasi: Jokowi dan Gibran: Presiden dan Wapres yang Pertama Datang ke Asmat

jurnalistik.co.id – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat di Agats, Papua Selatan, pada Minggu (21/6/2026). Di lokasi itu, Gibran bertemu dan mendapat sambutan langsung dari Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo serta masyarakat yang turut berkumpul di sekitar museum.

Dalam kunjungan tersebut, Safanpo menyampaikan bahwa masyarakat Asmat memiliki kesan mendalam terhadap Gibran. Kesan itu muncul karena kedatangan pemimpin ke daerah mereka dilakukan dengan menyapa langsung masyarakat setempat.

Safanpo menyatakan bahwa Jokowi dan Gibran merupakan pemimpin pertama yang datang langsung menyapa masyarakat Asmat di Agats. Ia menyampaikan apresiasi itu kepada Gibran di museum, menyebut Jokowi sebagai presiden pertama yang berkunjung, sekaligus menempatkan Gibran sebagai wakil presiden pertama yang hadir secara langsung.

“Presiden pertama yang berkunjung ke sini Pak Jokowi. Wakil presiden pertama Bapak Gibran.Terima kasih Bapak Gibran,” kata Bupati Asmat kepada Gibran di museum.

Selain menyampaikan penghormatan, Safanpo juga menunjukkan koleksi yang dianggap memiliki nilai historis bagi masyarakat Agats. Ia memperlihatkan motor listrik yang pernah dikendarai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat datang ke Agats pada April 2018 lalu.

Motor listrik berwarna merah dengan pelat RI 1 itu dipajang di dalam museum. Saat melihat benda tersebut, Gibran meninjau motor sambil membaca deskripsi penjelasan serta melihat foto Jokowi ketika naik motor di Asmat.

Safanpo menjelaskan bahwa motor tersebut menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat. Ia menegaskan bahwa peninggalan yang ditinggalkan Jokowi masih dikenang dan disimpan di museum.

“Jadi Bapak ini ada motornya Bapak (Jokowi) waktu tahun 2018. Motor ini disimpan di sini,” ucap Safanpo.

Menurut Safanpo, bagi masyarakat Asmat, Jokowi telah memberikan peninggalan yang berkesan. Karena motor listrik itu tidak digunakan lagi, benda tersebut kemudian dijadikan kenangan sekaligus ciri khas dari Agats, Kabupaten Asmat.

Safanpo menyampaikan alasan tersebut dalam kalimat yang menggambarkan makna kunjungan Jokowi. Ia menilai Jokowi tidak hanya berkunjung, tetapi juga meninggalkan jejak yang dianggap luar biasa bagi daerah.

“Karena beliau tidak hanya berkunjung bisa meninggalkan legasi yang luar biasa. Di sini kan karena tidak dipakai lagi, kenangan,” ungkapnya.

Di ruang museum, Gibran juga menyaksikan sejumlah peninggalan sejarah budaya Asmat. Ia mendapatkan penjelasan mengenai sejarah serta kehidupan masyarakat Asmat, sebagai konteks yang melatarbelakangi koleksi yang dipamerkan.

Selama Gibran berada di museum, masyarakat setempat memenuhi area luar hingga berkumpul untuk melihat dan bertemu langsung. Setelah mengecek museum, Gibran menyapa dan meladeni permintaan beberapa masyarakat yang ingin bersalaman dan berfoto.

Usai meninjau museum, kunjungan kerja Gibran berlanjut ke fasilitas umum lain di Agats. Ia juga mengecek Sekolah Lapangan Sagu, pembangunan gereja, serta rumah sakit di wilayah tersebut.

Kunjungan ini memperlihatkan bahwa interaksi pemimpin dengan masyarakat berlangsung tidak hanya melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui momen penyambutan langsung. Pengakuan Safanpo mengenai Jokowi dan Gibran sebagai pemimpin pertama yang menyapa masyarakat menjadi salah satu titik yang menonjol dalam kunjungan di Agats.

Bagi masyarakat Asmat, keberadaan motor listrik yang dipajang di museum menjadi simbol nyata yang menghubungkan kunjungan April 2018 dengan kunjungan kerja pada 21 Juni 2026. Pada saat yang sama, penjelasan mengenai sejarah dan kehidupan budaya yang disajikan di museum ikut memperkaya kunjungan, karena Gibran tidak hanya datang melihat benda koleksi, tetapi juga mendengar cerita di baliknya.

Dengan rangkaian agenda tersebut, Gibran menutup kunjungan di Agats melalui pemeriksaan fasilitas umum, setelah sebelumnya melakukan peninjauan museum dan memenuhi permintaan masyarakat untuk bersalaman serta berfoto. Semua tahapan kunjungan itu berlangsung dalam suasana yang menunjukkan perhatian warga terhadap kedatangan pemimpin yang menyapa langsung mereka.