jurnalistik.co.id – Josh Kerr tampil memukau di London Diamond League dan mematahkan rekor dunia lari mil putra yang sudah bertahan lebih dari dua dekade. Atlet Inggris itu menuntaskan jarak satu mil dalam 3 menit 42,66 detik, sebuah catatan yang langsung mengubah lanskap nomor mil.
Rekor dunia mil putra sebelumnya milik Hicham El Guerrouj, dan sudah tidak tersentuh selama 27 tahun. Kerr menyeberang garis finis dengan waktu 3:42,66, menunjukkan performa yang dominan sejak awal sampai akhir lomba.
Sejak mengumumkan niatnya untuk memecahkan rekor El Guerrouj di London pada bulan Maret, Kerr akhirnya membuktikan rencananya di atas lintasan. Target itu tidak hanya tercapai, tetapi juga direalisasikan dengan cara yang tegas ketika ia menyelesaikan lomba dalam catatan yang jauh dari standar sebelumnya.
Kerr menorehkan keunggulan hampir setengah detik atas rekor mil El Guerrouj. Detail perbandingan ini menjadi bagian penting dari kemenangan tersebut, karena perbedaan waktu yang hampir setengah detik pada level rekor dunia tergolong sangat berarti.
Di London Stadium, sorak penonton berlangsung meriah karena acara dihadiri stadion yang terisi penuh. Sekitar 60.000 orang menyaksikan momen bersejarah tersebut, dan dukungan langsung itu hadir saat Kerr menentukan hasil lomba.
Kemenangan Kerr juga memiliki konteks sejarah yang kuat. El Guerrouj sebelumnya mencatat rekor yang masih bertahan sejak 1999, tahun ketika Kerr baru berusia satu tahun. Artinya, rekor yang dijaga selama tiga dekade lebih akhirnya luluh di tangan atlet yang tumbuh setelah catatan itu dibuat.
Usia Kerr saat menjalani pencapaian ini juga tercatat 28 tahun. Pada usia tersebut, ia berhasil mengukir momen yang membuat namanya sejajar dengan para pemegang rekor dunia mil putra dari Inggris.
Berita Terkait
Dengan hasil ini, Kerr menjadi atlet Inggris ketujuh yang pernah merebut rekor mil dunia. Selain itu, ia juga menjadi nama pertama dari Inggris yang kembali mengklaim rekor mil setelah Steve Cram pada tahun 1985.
Lonjakan pencapaian Kerr di London Diamond League mempertegas bahwa ia datang dengan persiapan yang terarah. Setelah secara terbuka menyatakan niatnya untuk memecahkan rekor El Guerrouj sejak bulan Maret, ia kemudian menuntaskan janji itu di event bergengsi tersebut.
Kerr tercatat sebagai peraih medali global lima kali, sebuah latar yang menggambarkan pengalaman kompetitifnya di level tinggi. Namun, rekor dunia mil putra tetap menjadi pencapaian paling menonjol dari malam tersebut karena menyentuh target yang sudah lama menjadi patokan.
Jika menilik karakter rekor yang bertahan 27 tahun, keberhasilan Kerr bukan hanya soal memperbaiki angka. Ia juga harus melewati batas yang selama puluhan tahun dianggap sulit untuk disentuh, baik oleh generasi setelah El Guerrouj maupun atlet yang muncul setelahnya.
Ketika Kerr memacu langkahnya dan akhirnya melewati garis finis, catatan 3:42,66 menjadi jawaban langsung atas tantangan itu. Waktu yang ia capai mengukuhkan bahwa pemecahan rekor terjadi dengan jarak yang jelas dari catatan sebelumnya, bukan sekadar perbaikan tipis.
London Diamond League menjadi panggung yang tepat untuk momen tersebut. Dengan dukungan penonton 60.000 orang dan atmosfer stadion yang penuh, Kerr menyelesaikan lomba dalam ritme yang membuat hasilnya terlihat semakin dekat seiring progres menuju finis.
Keseluruhan rangkaian kejadian—mulai dari pengumuman niat pada Maret, ketuntasan ambisi di London, hingga pemecahan rekor yang bertahan sejak 1999—membentuk cerita pencapaian yang utuh. Kerr tidak hanya mencatat waktu, tetapi juga meruntuhkan rekor dunia yang sudah menjadi penanda zaman selama lebih dari dua generasi.
Kini, rekor mil putra dunia yang semula milik Hicham El Guerrouj telah berpindah tangan. Josh Kerr berdiri sebagai pemegang rekor baru dan sekaligus pembuka era setelah Steve Cram pada 1985, sekaligus menambahkan nama Inggris ke daftar atlet yang pernah menguasai jarak mil dunia.








