jurnalistik.co.id – Lionel Messi dan Tom Brady sama-sama menyoroti momen foto Lamine Yamal yang disebut “terasa ramalan” jelang final Piala Dunia 2026. Dua tokoh itu membahas foto ketika keduanya masih kecil, termasuk cerita pertemuan Messi dengan Yamal saat bayi.
Messi menyampaikan bahwa ia “crazy” menghadapi Yamal dari Spanyol dalam laga final yang berlangsung pada Minggu. Pernyataan itu muncul setelah keduanya difoto saat masih kanak-kanak, yang kini kembali dibicarakan jelang pertandingan puncak.
Dalam konferensi pers di New York, Brady—mantan bintang NFL dan salah satu pemilik minoritas Birmingham City—menyebut foto tersebut “very prophetic”. Ia mengungkapkan kekagumannya saat berbincang dengan Messi yang sedang mempersiapkan timnya menghadapi Spanyol.
Messi kemudian memberi penilaian serupa dengan cara yang lebih spesifik pada detail hubungan keduanya. Ia mengatakan, “That photo is incredible. The fact that we’re both playing in the World Cup now is crazy.”
Menurut cerita yang diangkat dalam acara tersebut, pada 2007 orang tua Lamine Yamal memenangkan pemotretan amal di Barcelona. Saat itu, Messi memegang bayi berusia lima bulan milik Yamal dalam sesi foto yang mempertemukan mereka untuk pertama kalinya.
Yamal belakangan menjadi perhatian karena perjalanan kariernya yang cepat. Ia melakukan debut bersama Barcelona pada usia 15 tahun, dan kemudian mewarisi nomor 10 dari Messi.
Di level timnas, Yamal juga menjadi salah satu figur penting dalam kesuksesan Spanyol. Ia membantu Spanyol meraih kemenangan Euro 2024, dan pada usia 19 tahun berpeluang menjadi pemain termuda yang memenangkan Kejuaraan Eropa sekaligus Piala Dunia.
Berita Terkait
Messi memuji Yamal dengan nada yang tegas soal kualitasnya saat ini. Ia mengatakan, “He’s one of the best in the world right now,” sebelum menambahkan, “I wish him luck because his success will be Barcelona’s success.”
Meski mengaku berharap yang terbaik untuk Yamal, Messi juga menegaskan niatnya agar bintang muda itu tidak tampil pada performa terbaiknya. Ia menyatakan, “We’ll try to keep him from playing at his best. Spain has a great team, not just him.”
Lebih jauh, Messi menggambarkan Yamal sebagai pemain dengan daya tarik global sekaligus menyebut usia serta panjang karier yang masih terbentang. Ia berkata, “He’s a tremendous player – a global star. He’s 19 years old and has his whole career ahead of him. I wish him the best, but we’ll give it our all to ensure he doesn’t become champion this time.”
Sebelum konferensi pers, Messi menghadiri acara fans pada Jumat bersama Emiliano Martinez dari Argentina. Acara itu juga dihadiri kapten Spanyol Rodri, sehingga suasaninya langsung menempatkan keduanya dalam dinamika jelang pertandingan final.
Setelah konferensi pers, momen lain terjadi di antara kedua pelatih kepala. Lionel Scaloni memeluk Luis de la Fuente—yang merupakan salah satu instruktur saat Scaloni memperoleh lisensi kepelatihan UEFA Pro di Spanyol.
Pembawa acara dan tamu juga ikut meramaikan rangkaian acara tersebut. Rio Ferdinand dan aktor Kevin Hart menjadi host, sementara legenda tenis Novak Djokovic serta bintang NBA Kevin Durant turut mengajukan pertanyaan kepada Brady.
Brady sendiri melanjutkan pertikaian yang tengah berlangsung dengan Logan Paul saat sesi berlangsung di panggung. Saat mereka beradu argumen, Karl-Anthony Towns dari New York Knicks turun tangan untuk memisahkan keduanya.
Di akhir agenda, suasana semakin personal ketika Michael Rubin—pendiri Fanatics—dan rapper Travis Scott ikut bergabung. Keduanya hadir dalam sesi foto bersama satu grup (selfie) setelah rangkaian konferensi dan sesi tanya jawab.












