jurnalistik.co.id – Stade Charlety menjadi panggung kemenangan bergengsi dalam Diamond League Paris, dengan nomor 1.500 meter putri yang kembali dimenangkan Georgia Hunter Bell. Ia tampil dengan tempo kuat sejak awal dan menutup lomba memakai catatan waktu terbaik musim ini.
Hunter Bell mencatat 3 menit 55,63 detik untuk memastikan gelar Diamond League keduanya musim ini. Kemenangan ini diraih setelah ia mengunci duel pada bagian akhir, sekaligus menahan kejaran dari para pesaing terdekat.
Freweyni Hailu dari Ethiopia harus puas di posisi kedua dengan 3 menit 55,92 detik. Sementara itu, Agathe Guillemot mengamankan tempat ketiga lewat catatan 3 menit 56,24 detik.
Dengan hasil tersebut, Hunter Bell melanjutkan performa beruntun yang sudah terlihat sejak beberapa pekan terakhir. Ia sebelumnya juga menjuarai leg Diamond League di Roma dengan 3 menit 58,63 detik.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan fase penting dalam kariernya. Pada bulan Maret, Hunter Bell meraih gelar juara dunia di Torun, kemudian kembali bersaing dengan konsistensi tinggi di berbagai event Diamond League.
Atlet berusia 32 tahun itu juga membawa rekam jejak kuat di nomor 800 meter. Ia pernah meraih medali perak dunia di Tokyo, berada di depan Keely Hodgkinson, sebelum kemudian kembali menekuni jarak yang lebih panjang setelah memperoleh medali perunggu Olimpiade pada 2024.
Kemenangan terbaru di Paris dipandang menjadi tambahan momentum menjelang agenda internasional berikutnya. Commonwealth Games di Glasgow akan mulai pada bulan Juli, sementara European Championships di Birmingham berlangsung pada bulan berikutnya.
Format lomba berubah karena kondisi cuaca
Diamond League Paris digelar dengan format yang disesuaikan. Acara ini berlangsung setelah pihak kepolisian setempat meminta agar seluruh kegiatan olahraga dibatalkan akibat panas ekstrem.
Akibatnya, kompetisi yang berjalan hanya melibatkan atlet profesional. Aktivitas untuk klub atletik dan anggota berlisensi, serta lomba regional, ikut dihentikan.
Hasil lain: 800 m, 400 m, dan pole vault
Di nomor 800 meter putra, Ben Pattison finis di posisi keempat. Lomba ini dimenangkan Marco Arop dari Kanada dengan waktu 1 menit 41,84 detik, sekaligus menjadi rekor waktu tercepat di kalender tahun berjalan.
Pada nomor 400 meter putra, Matthew Hudson-Smith juga menutup lomba di urutan keempat. Ia berada di belakang Busang Collen Kebinatshipi dari Botswana yang meraih kemenangan dengan catatan rekor pertemuan 43,54 detik.
Sementara itu, Armand Duplantis kembali ke jalur kemenangan pada nomor lompat galah putra setelah hasil mengejutkan di Stockholm. Ia melakukan lompatan terbaik yang cukup untuk merebut juara dengan meet record 6,13 meter.
Duplantis menyudahi persaingan dengan nyaman, unggul dari Baptiste Thierry asal Prancis yang berada di urutan kedua. Thierry mencatat personal best 5,93 meter untuk mengunci tempat runner-up.
Perolehan kemenangan ini menandai respons cepat Duplantis setelah periode sulit. Ia gagal menang untuk pertama kalinya dalam 40 pertemuan pada ajang Diamond League di kandang sendiri yang berlangsung pada 7 Juni.
Di Paris, meski sudah menang dengan 6,13 meter, Duplantis masih mencoba meningkatkan performa. Ia memiliki tiga percobaan yang tidak berhasil untuk mencapai 6,32 meter guna memecahkan rekor dunia miliknya, 6,31 meter, yang dibuat di Uppsala pada Maret.
Nomor 800 meter putri menghadirkan catatan rekor pertemuan lewat Audrey Werro. Ia menjuarai lomba dengan 1 menit 53,80 detik dan mengungguli Femke Broeders-Bol.
Werro menambah deretan keberhasilannya setelah kemenangan di Rabat dan Stockholm. Di Stockholm, ia menangi lomba tersebut meski Keely Hodgkinson dari Britania Raya sempat mencetak personal best.
Atlet 22 tahun itu juga menyatakan target besar untuk ke depan. Ia mengincar rekor dunia 1 menit 53,28 detik untuk nomor 800 meter luar ruangan, yang sudah bertahan sejak 1983 dan ditetapkan Jarmila Kratochvilova.
Di nomor 100 meter putra, Trayvon Bromell tampil sebagai penentu kejutan dengan mengalahkan Noah Lyles. Bromell, yang merupakan peraih medali perunggu dunia dua kali, meraih kemenangan dengan 9,91 detik setelah menyingkirkan rekan setimnya sekaligus juara Olimpiade yang tengah berkuasa.











