jurnalistik.co.id – Penanganan kecelakaan beruntun di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) arah Cakung masih berlangsung pada Sabtu malam. Akibat insiden yang melibatkan enam kendaraan, lajur 1 dan lajur 2 di ruas Tol JORR KM 54.600 A tetap ditutup.
Penutupan dilakukan karena polisi masih melakukan evakuasi terhadap satu unit truk yang ikut terlibat dalam tabrakan beruntun. Petugas menangani proses pengangkatan muatan dari lokasi kejadian sehingga jalur belum bisa dialihkan sepenuhnya untuk lalu lintas.
Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa menyampaikan bahwa situasi di tempat kejadian perkara sedang dalam tahap evakuasi muatan. Ia menyebut proses tersebut menjadi alasan lajur 1 dan lajur 2 tidak dapat digunakan kendaraan.
“Penutupan di lajur 1 dan 2. Sementara lajur 3 dapat dilintasi,” ujar Kharisma saat dikonfirmasi pada Sabtu.
Meski dua lajur dihentikan operasionalnya, kondisi lalu lintas di area penanganan tetap dilaporkan cukup lancar. Kendaraan masih dapat melewati lajur 3, sehingga antrean tidak sepenuhnya membentuk hambatan panjang di lokasi.
Hingga Sabtu malam, polisi juga belum membuka informasi mengenai jenis muatan truk yang sedang dievakuasi. Belum ada rincian tambahan yang disebutkan terkait muatan tersebut selama proses penanganan masih berjalan.
Kecelakaan beruntun terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Insiden ini melibatkan enam kendaraan bermuatan, dengan titik kejadian berada di ruas Tol JORR arah Cakung pada KM yang telah disebutkan petugas.
Menurut Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Rieki Indra Bratamanggala, kecelakaan diduga berawal dari pengemudi truk paling belakang. Ia menyebut sopir truk tersebut mengantuk sehingga terlambat melakukan pengereman saat kendaraan di depannya melambat akibat kemacetan.
Berita Terkait
Rieki menjelaskan bahwa keterlambatan pengereman membuat truk paling belakang kemudian menabrak kontainer yang berada di depannya. Benturan yang terjadi selanjutnya mendorong beberapa kendaraan hingga akhirnya memicu rangkaian tabrakan.
“Pengendara truk paling belakang diakibatkan pengereman yang kurang stabil dan menabrak kontainer yang ada di depannya,” tutur Rieki.
Berdasarkan penjelasan tersebut, benturan kemudian mendorong lima kendaraan di depan hingga terjadi tabrakan beruntun. Dengan demikian, urutan kejadian menggambarkan adanya reaksi berantai: satu kendaraan tidak segera berhenti saat arus melambat, lalu menabrak objek di depannya, yang kemudian menyeret kendaraan lain ikut terlibat dalam kecelakaan.
Dampak dari kecelakaan juga berujung pada korban jiwa dan luka. Sopir truk berinisial GS (59) meninggal dunia setelah terjepit di dalam kabin. Rieki menyatakan bagian kepala mobil truck tersebut mengalami kerusakan berat, yang menyebabkan sopir terhimpit.
Selain GS, dua pengemudi lain turut mengalami luka-luka. Sopir mobil pikap berinisial HH (28) mengalami luka berat, sedangkan sopir truk trailer berinisial JI (28) mengalami luka ringan.
Proses evakuasi menjadi penyebab lajur tetap ditutup
Seiring penanganan di lapangan, dua lajur yang terdampak tetap tidak dibuka untuk kendaraan karena petugas masih mengerjakan tahapan evakuasi. Kegiatan tersebut fokus pada pemindahan muatan dari kendaraan yang mengalami kecelakaan beruntun, sehingga proses berjalan bertahap dan membutuhkan pengamanan area.
Dalam perkembangan penanganan pada Sabtu malam, polisi masih belum merilis detail muatan truk yang terlibat. Informasi tersebut baru akan disampaikan jika proses evakuasi telah selesai dan keterangan teknis dari lokasi kejadian sudah dapat dipastikan.
Dengan kondisi tersebut, hingga waktu yang sama pada Sabtu malam, lajur 1 dan lajur 2 tetap menjadi area tertutup. Kendati demikian, lalu lintas masih dapat berjalan melalui lajur 3, sehingga arus di sekitar TKP tidak sepenuhnya lumpuh selama penanganan berlangsung.












