Peristiwa

Kapal dan Pesawat Disesuaikan Jadwal demi Kesuksesan PENAS XVII

1
×

Kapal dan Pesawat Disesuaikan Jadwal demi Kesuksesan PENAS XVII

Sebarkan artikel ini
Kapal dan Pesawat Berubah Jadwal Demi Sukseskan PENAS XVII
Ilustrasi: Kapal dan Pesawat Berubah Jadwal Demi Sukseskan PENAS XVII

jurnalistik.co.id – Kominfotik Kabupaten Gorontalo menyampaikan sejumlah penyesuaian rute kapal dan pesawat guna mendukung kelancaran Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026.

Penyesuaian tersebut dilakukan setelah beberapa kontingen dari luar daerah mengonfirmasi rencana kedatangan, sehingga jadwal keberangkatan dan penambahan penerbangan dari serta menuju Gorontalo disesuaikan.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memimpin rapat persiapan PENAS XVII, dan dalam pembahasan itu salah satunya mencakup penataan transportasi jalur udara dan laut yang berkaitan dengan waktu kedatangan kontingen.

Kepala Dinas Perhubungan Sagita Wartabone mengatakan, sudah ada beberapa kontingen di pulau Kalimantan yang mengkonfirmasi kedatangannya ke PENAS. Ia menuturkan, Kalimantan Utara mengirim 85 orang dengan menumpang kapal Sabuk Nusantara 97.

Menurut Sagita, “Dari Kaltara rencananya tiba 19 Juni 2026 dengan tol laut Sabuk Nusantara 97. Saat kembali ke kampung halaman tanggal 26 Juni harusnya tidak ada kapal yang berangkat. Atas bantuan dari Kementrian Perhubungan kapal Sabuk Nunsantara 116 yang harusnya terjadwal tanggal 23 Juni diundur hingga tanggal 26 Juni,” kata Sagita.

Ia menjelaskan bahwa perubahan jadwal tersebut dimaksudkan agar rangkaian perjalanan para kontingen dari wilayah Kalimantan tetap sinkron dengan rencana waktu keberangkatan saat kembali.

Selain penyesuaian jalur laut, maskapai udara juga dilaporkan menambah penerbangan menjelang pembukaan PENAS. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan penerbangan dalam rentang waktu mendekati acara.

“Tanggal 18 dan 19 Juni penerbangan ke Gorontalo penuh. Bapak Gubernur Gusnar Ismail bermohon ke Kementrian Perhubungan untuk menambah penerbangan. Disetujui itu sehingga diberi enam extra flight. Garuda Indonesia, Batik dan Lion Air menambah penerbangan rinciannya tiga penerbangan dari Jakarta dan tiga penerbangan dari Makassar,” kata Sagita.

Dengan tambahan tersebut, setidaknya ada enam penerbangan ekstra yang akan mengudara untuk mendukung mobilitas kontingen dan tamu selama periode menjelang pembukaan.

Penambahan penerbangan juga diarahkan agar kedatangan dari berbagai daerah dapat terlayani dalam waktu yang lebih rapat, mengingat dua hari menjelang acara pembukaan dinyatakan penuh.

Terkait kesiapan penerimaan, Bandara Djalaluddin Tantu juga dilaporkan siap menerima kedatangan tamu dari berbagai daerah. Pengelola bandara menyatakan kesediaan untuk membuka layanan 24 jam jika dibutuhkan.

Penyiapan layanan tersebut mencakup pengaturan ruang dan alur penerimaan untuk berbagai kategori tamu, termasuk tamu VVIP yang disiapkan tempat di bandara lama.

Sementara itu, kepala daerah disiapkan di ruang tunggu VIP lantai 2, sedangkan tamu lainnya menyesuaikan di terminal kedatangan umum.

Penyesuaian transportasi kapal dan pesawat diharapkan berkontribusi langsung pada kelancaran kedatangan kontingen serta ketertiban jadwal selama penyelenggaraan PENAS XVII.

Dengan jadwal acara yang ditetapkan pada 20–25 Juni 2026, perubahan rute dan tambahan penerbangan menjadi bagian dari upaya menyukseskan rangkaian kegiatan untuk petani dan nelayan di tingkat nasional.

Langkah koordinasi yang melibatkan pemerintah daerah serta Kementerian Perhubungan diarahkan agar kendala jadwal transportasi dapat diminimalkan, baik untuk rute laut maupun penerbangan udara dari dan menuju Gorontalo.

Melalui penataan waktu kedatangan serta pengaturan kesiapan layanan di bandara, penyelenggara menargetkan proses penerimaan tamu berjalan lebih tertib dan sesuai kebutuhan pada masa menjelang pembukaan PENAS.

Penyesuaian jadwal ini juga bertujuan menjaga kesinambungan ritme perjalanan para kontingen, mulai dari rencana kedatangan hingga waktu kembali ke daerah masing-masing. Dengan begitu, perubahan yang terjadi pada rute laut dan udara tidak menimbulkan benturan antarmodal selama rangkaian kegiatan.

Di sisi lain, penerbangan ekstra dikerahkan menjelang pembukaan karena periode kedatangan dinyatakan penuh dalam dua hari menjelang acara. Otoritas pun menegaskan bahwa kesiapan bandara turut disiapkan melalui layanan penerimaan yang fleksibel, termasuk penataan area khusus bagi tamu VVIP serta pengaturan ruang tunggu bagi kepala daerah dan tamu lainnya.