jurnalistik.co.id – Kapal Motor Nelayan (KMN) Putri Novi kandas di perairan Mangeata Gili Banta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (18/6/2026) malam. Insiden terjadi saat kapal berlayar membawa muatan ikan dan es dari Nangalili, NTT, menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima.
Menurut keterangan yang disampaikan Kasat Polair Polres Bima Kota, Iptu Sarif Rijaidinsyah, kapal kandas setelah menabrak karang. Kejadian tersebut berlangsung di kawasan perairan Mangeata-Gili Banta.
Rijaidinsyah menyebut kapal mulai menabrak karang sekitar pukul 19.00 Wita. Ia mengatakan tabrakan tersebut kemudian berujung pada kondisi kapal yang kandas di perairan setempat.
Dalam proses insiden itu, satu kapten kapal dan empat orang ABK berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Evakuasi dilakukan setelah mereka mengalami kandas selama empat jam di laut lepas.
Lebih lanjut, Rijaidinsyah menjelaskan kondisi saat berlayar turut memengaruhi kejadian. Saat menuju Pelabuhan Sape, kapal menghadapi arus yang cukup kuat disertai pasang surut air laut.
Akibat arus tersebut, kapal kehilangan kendali kemudi. Kapal kemudian terseret arus sebelum akhirnya menabrak karang dan kandas di kawasan Mangeata-Gili Banta.
Mendapat laporan mengenai insiden tersebut, jajaran Sat Polair bersama nelayan setempat langsung turun melakukan upaya pencarian. Tim bergerak untuk memeriksa kondisi kru kapal dan memastikan keselamatan mereka.
Rijaidinsyah menuturkan, tim tiba di lokasi sekitar pukul 23.45 Wita. Setelah sampai, tim melakukan pengecekan serta langkah penyelamatan terhadap kapten dan empat ABK.
Ia menegaskan bahwa dalam proses evakuasi, kapten dan empat ABK dipastikan berada dalam kondisi selamat. Selanjutnya, mereka telah dibawa ke Pelabuhan Sape.
Meski kru berhasil dievakuasi, kapal yang ditumpangi belum dapat dievakuasi. Rijaidinsyah mengatakan kondisi cuaca menjadi alasan utama yang membuat proses penanganan terhadap kapal belum bisa dilakukan.
Ia menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pengingat bagi para nelayan dan pengguna transportasi laut. Menurutnya, setiap pihak perlu meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan kondisi cuaca saat berlayar.
āKapal ini menabrak karang dan kandas mulai sekitar pukul 19.00 Wita,ā ujar Iptu Sarif Rijaidinsyah, Jumat (19/6/2026). Ia menyampaikan penjelasan tersebut berdasarkan laporan serta hasil pemeriksaan di lokasi kejadian.
Rijaidinsyah juga menegaskan bahwa proses keselamatan terhadap kru menjadi prioritas setelah insiden dilaporkan. Tim yang turun ke lapangan melakukan pengecekan dan penyelamatan sesuai kebutuhan, hingga seluruh kru yang berada di kapal berhasil dibawa ke pelabuhan.
Dengan selamatnya kapten dan empat ABK, perhatian kemudian beralih pada penanganan kapal yang kandas. Namun, upaya evakuasi kapal masih tertahan menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan operasi penanganan berjalan lebih aman.
Sejumlah pihak di wilayah tersebut diharapkan dapat terus memperkuat kehati-hatian dalam pelayaran. Langkah antisipasi terhadap perubahan arus dan pasang surut dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang di perairan setempat.
Rangkaian kejadian mulai dari tabrakan karang sekitar pukul 19.00 Wita hingga evakuasi yang menuntaskan keselamatan kru menunjukkan bahwa respons cepat di lapangan berperan besar. Pihak terkait menempuh pencarian dan penyelamatan sejak adanya laporan, termasuk ketika tim tiba di lokasi sekitar pukul 23.45 Wita.
Dengan demikian, insiden KMN Putri Novi di Mangeata-Gili Banta berakhir pada penyelamatan kapten dan empat ABK. Sementara itu, proses penanganan kapal sendiri masih menunggu kondisi cuaca agar evakuasi dapat dilakukan dengan lebih baik.
Kapten dan empat orang ABK yang berada di kapal berhasil diselamatkan setelah kondisi mereka bertahan di laut lepas selama sekitar empat jam. Upaya penjemputan dilakukan oleh tim yang berkoordinasi dengan nelayan setempat.
Di sisi lain, penanganan terhadap KMN Putri Novi masih membutuhkan kondisi yang lebih memungkinkan. Tim menyampaikan bahwa faktor cuaca menjadi pertimbangan utama sehingga proses evakuasi kapal tertunda sampai operasi dapat berjalan lebih aman.












