jurnalistik.co.id – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Teguh Setyabudi, memaparkan sejumlah temuan data kependudukan dalam Rakornas Dukcapil 2026 sekaligus rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026, Senin (4/8/2026).
Dalam pemaparannya, Teguh menyebut ada 129.439 penduduk Indonesia yang lahir pada tanggal 29 Februari pada tahun kabisat. Ia lalu menyoroti keunikan tanggal tersebut dengan nada bercanda.
Teguh mengatakan, “Yang menarik, ada lebih dari 129 ribu penduduk kita yang tidak pernah ulang tahun, adanya empat tahun. Ulang tahunnya empat tahun sekali, karena dia lahir di tanggal 29 Februari,”. Pernyataan itu merujuk pada mereka yang memang memiliki tanggal lahir pada 29 Februari.
Selain data kelahiran pada hari spesial tersebut, Teguh juga menyampaikan fakta menarik lain terkait komposisi penduduk. Salah satunya adalah jumlah penduduk berdasarkan zodiak, yang menurutnya memperlihatkan sebaran tertentu di masyarakat.
Menurut data yang dipaparkan, Cancer menjadi zodiak dengan jumlah penduduk terbanyak, yakni 38.784.044 jiwa. Setelah itu, berturut-turut ada Taurus sebanyak 26.494.898 penduduk, Gemini 26.081.653 penduduk, dan Capricorn 25.923.863 penduduk.
Teguh melanjutkan bahwa Leo tercatat 24.955.745 penduduk, kemudian disusul Aries 23.589.938 penduduk, Pisces 22.531.343 penduduk, serta Virgo 22.113.829 penduduk. Libra juga disebut mencapai 21.898.732 penduduk.
Lebih lanjut, Sagitarius tercatat 20.760.803 penduduk, Scorpio 20.533.945 penduduk, dan Aquarius 20.456.280 penduduk. Teguh juga menegaskan kesimpulannya dari temuan tersebut.
Ia menyampaikan, “Yang terbanyak kalau melihat jumlah yang paling tinggi adalah Cancer,”. Uraian itu menempatkan Cancer sebagai acuan ketika melihat angka terbesar di antara zodiak-zodiak yang disebut.
Pemaparan Teguh tidak berhenti pada sebaran zodiak. Ia juga menyinggung temuan nama-nama yang digunakan pada sejumlah penduduk, termasuk nama tokoh-tokoh dari berbagai karya populer.
Dalam pemaparannya, Teguh menyebut ada 190 penduduk yang menggunakan nama Uzumaki. Ia juga menyampaikan jumlah penduduk dengan nama Nobita sebanyak 181 orang.
Berita Terkait
Nama Sasuke disebut dipakai oleh 158 penduduk. Setelah itu, Teguh menyebut Naruto sebanyak 157 penduduk, Uchiha 152 penduduk, serta Luffy sebanyak 79 penduduk.
Ia menambahkan bahwa Shinchan digunakan oleh 65 penduduk, sementara Boruto tercatat 60 penduduk. Untuk nama lain, Teguh menyebut Usopp 37 penduduk, Inuyasha 23 penduduk, Doraemon 16 penduduk, dan Suneo 8 penduduk.
Dalam kesempatan yang sama, Teguh berkomentar terkait temuan tersebut. Ia mengatakan, “Dirjen Dukcapil itu ngomongnya atas dasar data kependudukan, tapi ternyata banyak. Ada yang namanya Nobita, ada yang Uzumaki,”.
Uraian itu menggambarkan bahwa data kependudukan tidak hanya memuat angka-angka administrasi, tetapi juga dapat memperlihatkan variasi nama yang digunakan masyarakat. Temuan seperti ini kemudian menjadi bahan diskusi dalam forum yang membahas administrasi kependudukan.
Selain memaparkan data kelahiran pada 29 Februari, komposisi zodiak, dan nama-nama tertentu, Teguh juga menyampaikan informasi mengenai dokumen pencatatan kelahiran. Ia menyebut terdapat 3.639.244 akta kelahiran yang terbit pada Semester I 2026.
Menurut Teguh, pencatatan kelahiran menjadi bagian penting dalam memastikan hak sipil anak. Ia menekankan bahwa akta lahir berhubungan dengan identitas, akses layanan pendidikan, serta layanan kesehatan yang dapat diterima anak.
Teguh menjelaskan, “Dengan akta lahir dia akan dapat KIA (kartu identitas anak), di datanya ada NIK (nomor induk kependudukan), dengan adanya NIK dia mendapatkan bantuan publik yang lebih baik lagi. Jadi ini penting sekali,”.
Dari penjelasan tersebut, akta kelahiran diposisikan sebagai pintu masuk bagi anak agar terdata melalui NIK. Dengan identitas yang tercatat, anak diharapkan dapat memperoleh dukungan layanan dan bantuan publik yang relevan.
Secara keseluruhan, pemaparan dalam Rakornas Dukcapil 2026 menampilkan beberapa angka kunci dari data kependudukan bersih Semester I 2026. Mulai dari 129.439 penduduk yang lahir pada 29 Februari di tahun kabisat, hingga pencatatan 3.639.244 akta kelahiran yang terbit pada periode tersebut.
Dengan data zodiak dan variasi nama tokoh yang disebut, Teguh juga menegaskan bahwa informasi kependudukan dapat memberi gambaran yang lebih kaya tentang masyarakat. Seluruh angka yang dipaparkan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pengelolaan administrasi kependudukan.












