Internasional

Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik Skala Besar, Zelensky: “one of the most massive ballistic attacks”

×

Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik Skala Besar, Zelensky: “one of the most massive ballistic attacks”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Russia launches major ballistic-missile attack on Ukraine capital Kyiv

jurnalistik.co.id – Kyiv, ibu kota Ukraina, dilaporkan kembali dihantam gelombang serangan rudal balistik dalam skala besar. Pejabat setempat menyebut satu orang tewas dan setidaknya 14 orang lainnya terluka akibat serangan yang terjadi pada malam hingga dini hari itu.

Menurut laporan pejabat, beberapa wilayah di sekitar Kyiv turut terkena dampak. Ukraina juga menyatakan serangan berlangsung dengan berbagai jenis persenjataan, sementara respons pertahanan udara bekerja untuk menahan laju serangan.

Korban jiwa dan klaim Zelensky

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan serangan ini sebagai salah satu yang paling berat sejak awal invasi skala penuh Rusia. Dalam pernyataannya, Zelensky menyebutnya “one of the most massive ballistic attacks on Kyiv”.

Di sisi lain, militer Ukraina menyatakan sistem pertahanan udara berhasil menembak jatuh 18 dari 41 rudal yang diluncurkan. Selain rudal, mereka juga menyebut berhasil mencegat 108 drone yang ikut menyerang wilayah Kyiv.

Pihak otoritas kota menyampaikan bahwa serangan tidak hanya merusak bangunan hunian, tetapi juga fasilitas non-hunian. Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko melaporkan kerusakan terjadi di sejumlah lokasi, termasuk supermarket dan sebuah asrama.

Klitschko juga menyebut petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan kebakaran di dua gudang yang terdampak. Penanganan insiden tersebut dilakukan di tengah laporan bahwa serangan memicu kobaran di beberapa titik.

Ragam senjata Rusia yang disebut digunakan

Dalam keterangan militer Ukraina, serangan terbaru ke Kyiv melibatkan berbagai sistem persenjataan. Di antaranya disebut rudal Iskander dan rudal hipersonik Zircon, serta kombinasi dengan drone dalam jumlah besar.

Militer Ukraina menyebut terdapat 125 drone yang menyertai serangan terhadap Kyiv. Informasi ini disampaikan bersamaan dengan klaim keberhasilan pertahanan udara dalam mencegat sebagian rudal dan drone yang menyerang pada periode tersebut.

Berbagai laporan juga menyebut serangan pada malam hari ini terjadi setelah adanya rangkaian operasi lain yang terus bergulir sepanjang perang. Pemerintah Ukraina menyatakan tetap melanjutkan serangan balasan terhadap sasaran-sasaran militer di wilayah Rusia.

Laporan Zelensky soal intensitas serangan dalam sepekan

Dalam pesan melalui Telegram, Zelensky merinci intensitas serangan Rusia terhadap Ukraina dalam satu pekan terakhir. Ia menyebut Rusia “used about 1,450 strike drones, more than 1,640 guided bombs and 99 missiles of various types against Ukraine”.

Rincian tersebut disampaikan sebagai gambaran penggunaan berbagai jenis persenjataan oleh pihak Rusia. Zelensky juga menautkannya pada konteks konflik yang masih berlangsung dan dampaknya terhadap infrastruktur maupun permukiman di Ukraina.

Serangan Ukraina terhadap sasaran di Rusia

Di saat yang sama, Ukraina melaporkan kelanjutan serangan terhadap lokasi milik Rusia. Gubernur wilayah Stavropol bagian barat daya menyatakan serangan drone menyebabkan kebakaran di kawasan industri.

Selain itu, laporan menyebut serangan Ukraina pada periode berikutnya berhubungan dengan upaya menargetkan fasilitas yang dimiliki Wildberries. Dinyatakan bahwa drone Ukraina diarahkan untuk menghancurkan dua gudang milik Wildberries, yang menyebabkan delapan orang meninggal dan memicu kebakaran besar.

Rincian korban akibat serangan pada fasilitas Wildberries juga disebut terjadi di Tambov. Di sana, tujuh orang dilaporkan meninggal dan 25 orang lainnya terluka akibat insiden di sebuah fasilitas di kota Tambov, yang berada sekitar 295 mil (475 km) tenggara Moskow.

Laporan juga menyebut insiden serupa di Elektrostal, dekat ibu kota, yang menimpa gudang lain milik Wildberries. Dalam keterangan itu, satu orang meninggal dan 37 orang terluka di lokasi tersebut.

Konteks respons dan pernyataan Zelensky sebelumnya

Pada Sabtu, Zelensky mengatakan operasi Ukraina dilakukan sebagai respons terhadap serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil. Ia menyebut respons itu ditujukan pada “Russian strikes on our civilian infrastructure and on our cities and communities”.

Wildberries, perusahaan yang disebut dalam laporan tersebut, sering digambarkan sebagai padanan Amazon versi Rusia. Kelompok RWB yang menggabungkan Wildberries dengan perusahaan iklan Russ juga disebut bernilai sekitar $12,6 miliar (£9,3 miliar) menurut Forbes Russia pada tahun 2026.

Serangan drone jarak jauh ke sektor energi Rusia

Dalam beberapa waktu terakhir, Ukraina juga dikatakan meningkatkan serangan drone jarak jauh ke infrastruktur energi Rusia. Langkah ini disebut berdampak pada kekurangan bahan bakar secara luas.

Kyiv sebelumnya menyatakan bahwa hampir 43% kapasitas penyulingan minyak Rusia berada dalam kondisi “disabled” akibat serangan tersebut. Namun, laporan BBC menyatakan angka itu belum diverifikasi secara independen.

Ukraina menegaskan bahwa fasilitas minyak dan gas Rusia adalah sasaran yang sah. Dalam pandangan mereka, Moskow sangat bergantung pada ekspor bahan bakar fosil untuk mendanai invasi skala penuh yang dimulai pada Februari 2022.

Dengan demikian, serangan terbaru ke Kyiv memperlihatkan kombinasi tekanan dari rudal dan drone, sementara Ukraina melanjutkan operasi terhadap sasaran di wilayah Rusia. Pola serangan yang berjalan dua arah ini terus membentuk situasi keamanan, baik di wilayah ibu kota Ukraina maupun lokasi-lokasi terkait industri di Rusia.