Hukum & Kriminal

Polres Metro Jakarta Pusat Hentikan Penyelidikan Dugaan Penculikan Jesslyn Wijaya

×

Polres Metro Jakarta Pusat Hentikan Penyelidikan Dugaan Penculikan Jesslyn Wijaya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Atlet Golf Jesslyn Wijaya Tak Diculik, Polisi Akan Hentikan Penyelidikan

jurnalistik.co.id – Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan akan menghentikan penyelidikan dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya setelah gelar perkara dilakukan. Keputusan itu diambil setelah penyelidikan memastikan Jesslyn tidak berada dalam situasi penculikan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, proses hukum akan berhenti mengikuti tahapan evaluasi internal kepolisian. “Ke depannya akan dihentikan penyelidikannya setelah gelar perkara,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (2/8/2026) melalui pesan WhatsApp.

Menurut Roby, hasil penyelidikan menunjukkan peristiwa yang sempat dilaporkan sebagai dugaan penculikan tidak memenuhi unsur tindak pidana penculikan. “Benar bukan kasus penculikan. Saat ini yang bersangkutan sedang berada di luar negeri atas kemauannya sendiri. Dan itu disampaikan langsung oleh Jesslyn,” katanya.

Roby menegaskan bahwa informasi ini disampaikan langsung oleh Jesslyn. Dengan demikian, status yang semula dilaporkan sebagai dugaan penculikan berubah menjadi keterangan bahwa Jesslyn berada di luar negeri atas kehendaknya sendiri.

Peristiwa bermula pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB, ketika Jesslyn dilaporkan dijemput paksa di sebuah restoran di wilayah Mangga Besar, Jakarta Pusat. Saat kejadian, Jesslyn disebut dijemput oleh lima pria berbadan besar.

Dalam proses penyelidikan, polisi kemudian mengungkap bahwa lima pria tersebut merupakan orang suruhan ibu kandung Jesslyn. Setelah dijemput, Jesslyn dibawa menuju Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah, sebelum akhirnya terbang ke luar negeri.

Roby juga menyebutkan bahwa Jesslyn terlacak berada di Bangkok, Thailand. Polisi bahkan telah menerima video testimoni dari Jesslyn yang menjelaskan dirinya berada di luar negeri atas kehendaknya sendiri.

Lebih jauh, polisi menyampaikan bahwa berdasarkan pendalaman sementara, penjemputan itu diduga dipicu oleh konflik internal keluarga. Dugaan tersebut mengarah pada persoalan yang berkembang di dalam hubungan keluarga Jesslyn, termasuk sikap pihak keluarga terhadap rencana hubungan asmara Jesslyn.

Menurut Roby, pihak keluarga tidak merestui hubungan asmara Jesslyn dengan calon suaminya, Evan. Hubungan itu disebut terkait rencana pernikahan dalam waktu dekat.

Dengan rangkaian temuan tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat menilai laporan awal yang mengarah pada dugaan penculikan perlu dihentikan. Roby menegaskan langkah penghentian penyelidikan akan mengikuti gelar perkara yang menjadi dasar putusan lanjutan.

Keputusan ini, menurut keterangan polisi, merupakan kelanjutan dari klarifikasi terhadap fakta di lapangan serta verifikasi keterangan Jesslyn. Perubahan status dari dugaan penculikan menjadi keterangannya berada di luar negeri atas kemauan sendiri menjadi poin utama dalam penyelidikan yang tengah berjalan.

Roby menjelaskan bahwa perubahan keterangan tersebut muncul setelah serangkaian pemeriksaan dilakukan dan tidak menemukan bukti yang mengarah pada adanya tindak penculikan sebagaimana sempat dilaporkan. Dengan temuan itu, kepolisian kemudian mengarahkan proses pada evaluasi lanjutan di internal penegakan hukum.

Dalam laporan awal, kejadian disebut terjadi di Mangga Besar, Jakarta Pusat pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB, ketika Jesslyn dikabarkan dijemput oleh sekelompok pria. Polisi kemudian menelusuri alur penjemputan tersebut, termasuk rute perjalanan yang berujung pada keberangkatan dari Bandara Ahmad Yani di Semarang, sebelum akhirnya masuk ke luar negeri.

Lebih lanjut, penyelidikan juga mempertimbangkan informasi keberadaan Jesslyn yang saat ini tercatat berada di Bangkok, Thailand. Polisi menyebut pihaknya telah mendapatkan materi video testimoni dari Jesslyn yang menjelaskan dirinya berada di luar negeri tanpa paksaan, sehingga arah pemeriksaan bergeser dari dugaan penculikan ke penjelasan kehendak sendiri.

Selain penelusuran lokasi dan keterangan pribadi, polisi juga memetakan latar belakang yang diduga melibatkan dinamika di lingkungan keluarga. Dugaan tersebut mengarah pada konflik internal, termasuk penilaian keluarga terhadap rencana kedekatan Jesslyn dengan Evan yang disebut berkaitan dengan agenda pernikahan dalam waktu dekat.