Teknologi

Trump Janji Selidiki Uni Eropa atas Denda untuk Perusahaan Teknologi AS

×

Trump Janji Selidiki Uni Eropa atas Denda untuk Perusahaan Teknologi AS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Trump vows to investigate EU over fining of US tech companies

jurnalistik.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya akan meluncurkan investigasi terhadap Uni Eropa terkait denda yang dijatuhkan kepada perusahaan teknologi asal AS. Ia juga menyinggung kemungkinan kebijakan tarif baru sebagai respons atas putusan regulator Eropa.

Menurut Trump, setiap sanksi dalam bentuk denda itu seharusnya dibatalkan sepenuhnya. Ia menegaskan tindakan Uni Eropa terhadap sejumlah perusahaan besar akan “dibalas” dengan konsekuensi yang ia sebut sangat serius.

Dalam unggahan di Truth Social, yang dimiliki Trump, ia menyebut Uni Eropa akan “membayar harga yang sangat besar” atas cara mereka menangani kasus terkait Google. Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah Komisi Eropa menjatuhkan denda besar kepada perusahaan tersebut.

Komisi Eropa, menurut laporan tersebut, memberikan sanksi kepada Google sebesar 890 juta euro (sekitar 1 miliar dolar). Denda itu dinyatakan terkait praktik yang dinilai menekan pesaing dalam layanan Google.

Trump kemudian memperluas sorotannya kepada perusahaan teknologi AS lainnya. Ia menyebut Apple, Meta, dan Amazon ikut menjadi pihak yang telah diselidiki regulator Eropa, selain Google.

Trump mengatakan proses investigasi yang akan dijalankan berkaitan dengan perdagangan. Ia menyatakan AS akan “segera” memulai investigasi dengan mekanisme Section 301 untuk menilai praktik yang dinilai merugikan perusahaan Amerika dan, pada akhirnya, pembayar pajak di AS.

Section 301 dalam Trade Act 1974 memberikan wewenang kepada Office of the United States Trade Representative untuk menanggapi serta menyelidiki praktik perdagangan yang dianggap tidak adil. Trump juga mengingatkan bahwa pemerintahan keduanya telah melakukan beberapa investigasi serupa sejak tahun lalu.

Ancaman tarif yang disampaikan Trump datang tepat sehari setelah ia mengumumkan rencana tarif baru terhadap 60 mitra dagang. Pengumuman itu mencakup Uni Eropa, Inggris, dan China dengan kisaran tarif antara 10% hingga 12,5%.

Dalam konteks denda yang baru-baru ini disorot, juru bicara Google José Castañeda menyampaikan kepada BBC bahwa perusahaan mengatakan telah berupaya memenuhi aturan. Ia juga menyebut perusahaan menyampaikan kekhawatiran mengenai dampak dari keputusan Komisi Eropa yang “belakangan”.

Castañeda menambahkan bahwa pihaknya menghargai keterlibatan administrasi dan pemerintah AS dalam proses komunikasi terkait isu tersebut. Pernyataan itu menekankan adanya perhatian dari Google terhadap konsekuensi kebijakan yang diputuskan otoritas Eropa.

Selain mengomentari kasus Google, Trump juga menyampaikan klaim mengenai besaran denda terhadap perusahaan lain. Ia menyebut Apple menerima denda sebesar 15 miliar dolar, Meta 3 miliar dolar, dan Amazon 2,5 miliar dolar.

Dalam laporan tersebut, perwakilan Meta, Apple, dan Amazon serta Komisi Eropa disebut telah dihubungi untuk dimintai tanggapan. Namun, jawaban atas klaim Trump belum diuraikan dalam kutipan yang sama.

Trump juga mengungkit pengalaman yang ia kaitkan dengan periode menjelang ia kembali terpilih sebagai presiden. Ia menyatakan, sekitar ketika ia menjabat pada awal periode sebelumnya, Tim Cook pernah menelepon Trump untuk menyampaikan keberatan terkait denda yang diterima Apple dari regulator Eropa.

Ia menyebut panggilan itu terjadi tidak lama setelah Apple dikabarkan kalah dalam sengketa panjang terkait pajak yang belum dibayarkan. Dengan begitu, Trump menggambarkan konteks konflik tersebut sebagai bagian dari rangkaian tekanan regulator yang berdampak pada perusahaan AS.

Sejauh ini, pernyataan Trump memperlihatkan strategi yang menggabungkan investigasi perdagangan dan ancaman tarif. Ia menempatkan denda Uni Eropa sebagai isu yang harus ditinjau ulang melalui instrumen kebijakan luar negeri dan perdagangan AS.

Di sisi lain, respons dari pihak Google yang menekankan kepatuhan terhadap aturan menunjukkan adanya perbedaan penilaian mengenai arah keputusan Komisi Eropa. Terlepas dari perbedaan pandangan, eskalasi yang disampaikan Trump berpotensi memperlebar ketegangan antara AS dan Uni Eropa di bidang regulasi digital dan persaingan.

Dengan rencana investigasi yang disebutnya akan bergerak cepat serta kemungkinan tarif tambahan, langkah Trump juga dapat memengaruhi cara perusahaan teknologi AS menanggapi kebijakan kepatuhan di Eropa. Bagi regulator, isu yang dipersoalkan tetap berkisar pada praktik pasar dan dampak keputusan terhadap persaingan di layanan digital.