Teknologi

Apple dan Nvidia Berebut Predikat Perusahaan Paling Bernilai, Nvidia Kembali Rebut Takhta

×

Apple dan Nvidia Berebut Predikat Perusahaan Paling Bernilai, Nvidia Kembali Rebut Takhta

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Apple dan Nvidia Kejar-kejaran Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia

jurnalistik.co.id – Persaingan Apple dan Nvidia dalam memperebutkan predikat perusahaan dengan nilai pasar terbesar kembali berjalan ketat. Pada beberapa sesi perdagangan, posisi puncak sempat berpindah, sebelum Nvidia menguat dan mengambil alih lagi.

Jumat (17/7/2026) waktu Amerika Serikat menjadi momen ketika Apple sempat menembus puncak daftar perusahaan paling berharga di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Kala itu, valuasi Apple tercatat berada di angka 4,88 triliun dollar AS (sekitar Rp 86,98 kuadriliun), melampaui Nvidia yang berada di 4,84 triliun dollar AS.

Perubahan tersebut tidak lepas dari dinamika harga saham. Ketika saham turun, valuasi perusahaan yang dihitung dari kapitalisasi pasar ikut bergerak searah.

Dalam laporan pergerakan saham pada periode tersebut, Nvidia mengalami penurunan mendekati 3 persen pada awal perdagangan hari Jumat di AS. Kondisi ini turut menekan valuasi Nvidia hingga berada di bawah Apple pada saat yang sama.

Namun, kejayaan Apple tidak berlangsung lama. Pada penutupan perdagangan di hari yang sama, saham Nvidia kembali menguat sehingga perusahaan asal Santa Clara tersebut merebut kembali takhta sebagai entitas dengan nilai pasar terbesar.

Di Senin (20/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, gelar tersebut tampaknya masih berada di pihak Nvidia. Kapitalisasi pasar produsen pengolah grafis (GPU) seri GeForce itu tercatat sekitar 4,912 triliun dollar AS (sekitar Rp 88,28 kuadriliun).

Pada saat yang sama, Apple berada di kisaran 4,902 triliun dollar AS (sekitar Rp 88,10 kuadriliun). Selisih keduanya disebut mencapai 10 miliar dollar AS (Rp 179,72 triliun), angka yang relatif kecil jika dibandingkan skala nilai kapitalisasi masing-masing perusahaan.

Kondisi “jarak tipis” ini yang membuat persaingan kian menarik untuk diikuti. Meski pergeseran terjadi, margin perbedaan yang sempit membuat peluang saling menyalip tetap terbuka dalam waktu-waktu berikutnya.

Persaingan Apple dan Nvidia belakangan memang menjadi sorotan pasar. Nvidia telah menyandang status perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar sejak Juni 2025, setelah menyalip Microsoft.

Nvidia juga mencatat tonggak sejarah dalam lintasan penilaian pasar. Perusahaan tersebut disebut sebagai perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar lebih dari 5 triliun dollar AS pada Oktober 2025.

Sementara itu, Apple memiliki capaian penting pada periode yang berdekatan. Pada bulan yang sama, Apple melampaui kapitalisasi pasar 4 triliun dollar AS untuk pertama kalinya, dengan dukungan penjualan iPhone yang kuat.

Jika melihat pergerakan sepanjang tahun 2026, perbandingan kinerja saham menunjukkan kecenderungan yang berbeda antara keduanya. Saham Apple disebut naik sekitar 23 persen, sedangkan Nvidia menguat sekitar 9 persen.

Dengan kenaikan yang lebih menonjol, wajar apabila Apple sempat menyalip valuasi pasar Nvidia. Namun, pergeseran tersebut tampaknya lebih bersifat dinamis mengikuti respons pasar terhadap harga saham harian.

Di sisi lain, kenaikan saham Apple dikabarkan didorong oleh optimisme investor terhadap strategi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta model bisnis perusahaan. Sentimen tersebut kemudian ikut mempengaruhi penilaian pasar yang tercermin pada nilai kapitalisasi.

Dalam konteks seperti ini, pergerakan kapitalisasi pasar bukan sekadar hasil dari performa jangka panjang, melainkan juga respons investor terhadap perkembangan terbaru dan prospek yang mereka nilai. Karena itu, posisi teratas dapat berpindah dalam tempo yang relatif singkat ketika harga saham bergerak cepat.

Meski demikian, fakta bahwa Nvidia kembali memimpin pada penutupan dan bertahan di posisi tersebut hingga siang Senin menunjukkan adanya dukungan pada valuasinya setelah fluktuasi awal. Kembalinya penguatan saham Nvidia menjadi penanda bahwa perbedaan tipis valuasi dapat berubah arah hanya dalam satu sesi perdagangan.

Persaingan yang terus berlangsung ini juga menegaskan bahwa industri teknologi—terutama sektor yang terkait produk-produk komputasi dan ekosistem AI—tetap menjadi pusat perhatian investor global. Pergerakan Apple dan Nvidia menjadi cerminan dari bagaimana pasar menilai prospek perusahaan di tengah dinamika tersebut.

Dengan selisih yang disebut hanya berada di angka 10 miliar dollar AS pada satu titik pengamatan, perebutan predikat perusahaan paling berharga diperkirakan masih akan mengalami episode-episode serupa. Dalam beberapa waktu ke depan, perubahan mungkin terjadi lagi setiap kali harga saham kedua perusahaan bergerak dengan ritme yang berbeda.

Intinya, peristiwa Apple yang sempat menduduki puncak lalu disusul Nvidia menggambarkan bahwa kapitalisasi pasar saat ini berjalan seperti “tarik-menarik”. Di satu sisi, valuasi Apple mendapatkan dorongan dari sentimen investor; di sisi lain, Nvidia menunjukkan ketahanan ketika sahamnya kembali menguat.