jurnalistik.co.id – Kabupaten Gorontalo memiliki momentum baru dalam persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-XVII setelah pemanfaatan Media Center di kompleks GOR David-Tonny, Kecamatan Limboto, diresmikan oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail pada Rabu (17/6/2026).
Peresmian tersebut ditandai dengan konferensi pers perkembangan persiapan PENAS ke-XVII. Melalui penandaan pemanfaatan Media Center, pemerintah menyatakan fasilitas ini akan menjadi ruang rujukan bagi kebutuhan informasi selama rangkaian kegiatan berlangsung, terutama untuk mendukung pihak media yang meliput PENAS Petani dan Nelayan.
Gubernur Gusnar menjelaskan bahwa keberadaan Media Center merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo serta Kabupaten Gorontalo kepada media massa yang akan meliput PENAS Petani Nelayan ke-XVII. Media Center, kata dia, dirancang sebagai pusat penyebarluasan informasi PENAS ke-XVII dari seluruh kegiatan yang terselenggara.
Dalam sambutannya, Gusnar menegaskan bahwa peresmian Media Center memiliki makna keterhubungan antara penyelenggaraan PENAS dan kegiatan pemberitaan. Ia menyampaikan, “Peresmian Media Center ini memberikan makna bahwa semua teman-teman jurnalistik adalah bagian dari PENAS Petani dan Nelayan ke-XVII XVII. Media Center ini menjadi pusat penyebarluasan informasi seluruh kegiatan PENAS,”.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi untuk menyukseskan PENAS ke-XVII. Pernyataan itu sekaligus menggarisbawahi bahwa persiapan PENAS tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan banyak unsur yang ikut bekerja sejak tahap awal agar pelaksanaan berjalan sesuai harapan.
Menurut Gusnar, pelaksanaan PENAS mulai dirasakan dampaknya pada geliat ekonomi daerah. Ia menuturkan bahwa suasana di seputaran Limboto menunjukkan keramaian, seiring dengan meningkatnya aktivitas publik di sekitar lokasi kegiatan. Gusnar juga melihat dampak tersebut tidak berhenti di area Limboto, tetapi turut terlihat di tempat-tempat wisata.
“Saya tadi melihat di seputaran Limboto sudah mulai ramai, begitu pula tempat-tempat wisata. Partisipasi swasta juga sudah tumbuh, salah satunya dari Panasonis Grup yang sudah mempercantik area PENAS. Ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Gusnar.
Dengan diresmikannya Media Center di GOR David-Tonny, fokus pemberitaan diharapkan menjadi lebih terarah dan terpusat. Media Center menjadi wadah untuk memperkuat aliran informasi terkait perkembangan persiapan, sekaligus memastikan bahwa setiap kegiatan dalam rangka PENAS Petani Nelayan ke-XVII dapat tersampaikan kepada publik secara lebih jelas melalui saluran media.
Konferensi pers yang menyertai peresmian tersebut menegaskan bahwa tahap persiapan PENAS kini memasuki fase yang lebih intens dalam hal komunikasi publik. Sejalan dengan itu, peran Media Center diposisikan sebagai pusat pengelolaan informasi, mulai dari perkembangan persiapan hingga kebutuhan penyebarluasan informasi yang dibutuhkan media selama rangkaian PENAS berlangsung.
Rangkaian peresmian dan konferensi pers pada Rabu (17/6/2026) juga menjadi penanda bahwa perhatian terhadap dukungan fasilitas komunikasi diberikan sejak awal. Di titik ini, pemerintah menekankan bahwa kolaborasi dengan media massa serta partisipasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun kesan penyelenggaraan yang terinformasi, terukur, dan berdampak bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Pemerintah memosisikan Media Center sebagai ruang yang memudahkan kerja jurnalistik selama rangkaian PENAS Petani Nelayan ke-XVII berlangsung. Fasilitas ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga membantu pihak media memperoleh informasi yang rapi dan konsisten dari berbagai aktivitas, sehingga pemberitaan yang keluar tetap selaras dengan perkembangan di lapangan. Dengan demikian, komunikasi publik menjadi lebih terarah dan pembaca memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang persiapan PENAS.
Di sisi lain, peran PENAS juga mulai terlihat dari perubahan aktivitas warga di sekitar Limboto. Keramaian yang muncul tidak hanya mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap penyelenggaraan, namun juga menjadi sinyal adanya peluang penguatan ekonomi daerah melalui interaksi masyarakat dan pelaku usaha. Gusnar menyoroti bahwa dukungan dari pihak swasta, termasuk upaya Panasonis Grup dalam mempercantik area PENAS, turut mempertegas daya tarik kegiatan dan memberi efek lanjutan hingga ke destinasi wisata.












