jurnalistik.co.id – Dua pendaki, Daniel (25) dan Yezki (22), akhirnya ditemukan tim SAR setelah dilaporkan tersesat saat perjalanan di Gunung Egon, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Keduanya diketahui dalam kondisi lemas, meski tetap selamat.
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi pada Senin (27/7/2026) malam. Proses pencarian itu berawal dari laporan yang masuk ke Kantor SAR Maumere.
Hasil penelusuran mengarah pada dua pendaki yang disebut masih berada di area Gunung Egon. Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Maumere, Asfan Dulhasan, menjelaskan Daniel dan Yezki ditemukan dalam keadaan lelah serta mengalami kondisi lemas.
Menurut Asfan, peristiwa bermula ketika Daniel dan Yezki tersesat saat perjalanan turun dari Gunung Egon. Saat malam hari, kondisi di lapangan disebut semakin menyulitkan karena jarak pandang yang kurang.
Asfan menyebut pelapor bernama Gabriel menghubungi Kantor SAR Maumere pada sekitar pukul 21.05 Wita untuk meminta bantuan evakuasi. Dari keterangan yang diterima petugas, kondisi perjalanan membuat kedua pendaki tidak lagi dapat menemukan arah yang benar.
Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan segera diberangkatkan menuju lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan kedua pendaki. Penentuan area pencarian dilakukan berdasarkan informasi posisi terakhir yang dilaporkan.
Berdasarkan data yang disampaikan, posisi terakhir Daniel dan Yezki berada pada koordinat 8°40’8.20″S-122°26’34.90″E. Koordinat tersebut diperkirakan berjarak sekitar 37,2 kilometer dari Kantor SAR Maumere.
Dengan acuan tersebut, tim melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan Daniel dan Yezki pada sekitar pukul 22.50 Wita. Asfan mengatakan meski keduanya selamat, kondisi fisik mereka masih lemah sehingga memerlukan penanganan lanjutan.
Evakuasi dan pemeriksaan medis
Berita Terkait
Usai ditemukan, Daniel dan Yezki kemudian dievakuasi menuju pos terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis. Pemeriksaan dilakukan sebelum keduanya dipulangkan.
Asfan menuturkan bahwa penemuan pada malam hari menjadi bagian dari rangkaian respons cepat terhadap laporan tersesat. Ia juga menekankan bahwa kedua pendaki berada dalam kondisi selamat, namun mengalami kelelahan yang berujung pada kondisi lemas.
Dalam keterangan itu, Asfan menggambarkan bahwa faktor tersesat saat perjalanan turun menjadi pemicu kebutuhan bantuan evakuasi. Kondisi malam dan jarak pandang yang berkurang turut menyulitkan proses orientasi di lokasi.
Dengan ditemukannya Daniel dan Yezki, operasi pencarian beralih pada tahap pemindahan dan pemulihan awal. Tahap berikutnya adalah pemeriksaan medis di pos yang tersedia sebelum proses pemulangan dilakukan sesuai kebutuhan.
Kasus ini menunjukkan pentingnya laporan segera ketika pendaki tidak dapat melanjutkan perjalanan atau kehilangan arah. Dengan adanya informasi dari pelapor, tim SAR gabungan bisa menentukan titik koordinat dan mengarahkan pencarian hingga kedua pendaki ditemukan.
Daniel (25) dan Yezki (22) kemudian dibawa untuk pemeriksaan, sebagai langkah memastikan kondisi mereka ditangani dengan tepat setelah mengalami kondisi lemas selama tersesat. Setelah rangkaian proses itu selesai, keduanya dipulangkan.
Operasi pencarian itu dijalankan setelah laporan masuk dan tim menyiapkan langkah respons cepat. Informasi posisi terakhir dijadikan pijakan utama, termasuk perkiraan jarak dari Kantor SAR Maumere sekitar 37,2 kilometer, sehingga area yang disisir bisa lebih terarah.
Ketika Daniel dan Yezki akhirnya ditemukan pada sekitar pukul 22.50 Wita, penanganan tidak berhenti pada proses evakuasi saja. Mereka kemudian dibawa ke pos terdekat untuk pemeriksaan awal, guna memastikan kondisi fisik yang lemah dapat ditangani dengan benar sebelum keduanya dipulangkan.
Dalam keterangan yang disampaikan, keterlambatan menentukan arah saat perjalanan turun turut dipengaruhi suasana malam dan jarak pandang yang semakin terbatas. Dari rangkaian kejadian itu terlihat bahwa laporan yang cepat dan memuat informasi yang bisa ditelusuri akan membantu tim mengarahkan pencarian hingga korban dapat segera ditemukan.












