jurnalistik.co.id – Sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang mengalami pemadaman listrik selama beberapa jam pada Kamis (18/6/2026). Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas kerja dan kenyamanan keluarga, terutama di tengah cuaca panas.
Iqbal Wijaya, warga Kampung Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, mengaku listrik di wilayahnya padam sejak sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Ia menilai durasi pemadaman selama berjam-jam seperti pada hari itu tidak lazim terjadi.
“Jarang mati listrik selama ini. Biasanya paling hanya byar pet, mati sebentar lalu hidup lagi. Ini sampai berjam-jam,” kata Iqbal.
Menurut Iqbal, tidak adanya pemberitahuan sebelumnya turut menambah keluhan warga. Ia menyebut pemadaman datang tanpa informasi terlebih dahulu, sehingga kegiatan yang bergantung pada listrik menjadi terganggu.
Keluhan serupa disampaikan Weldiansyah, warga Kampung Gebang, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa. Ia mengatakan aktivitas pekerjaannya yang dilakukan dari rumah ikut terdampak karena mengandalkan jaringan internet.
Weldiansyah menyebut listrik padam sejak siang dan baru kembali menyala pada sore hari, dengan durasi sekitar empat jam. Ia menuturkan gangguan tersebut membuatnya tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya.
“Sekitar empat jam. Jadi terganggu, tidak bisa kerja karena mengandalkan wifi untuk internet. Sementara jaringan seluler juga jadi lambat kalau mati lampu,” ujarnya.
Selain persoalan pekerjaan, warga juga menyampaikan dampak terhadap kenyamanan di rumah. Kondisi tanpa listrik di tengah suhu yang panas disebut memengaruhi kondisi anak-anak, termasuk balita.
“Banyak balita juga jadi kepanasan. Tetangga saya anaknya nangis terus karena tidak bisa pakai pendingin ruangan,” kata Weldiansyah.
Menanggapi laporan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menjelaskan pemadaman terjadi akibat kendala teknis operasional pada pembangkit listrik. PLN menyebut kendala tersebut menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik.
PLN melalui Manager Komunikasi PLN UID Banten, Indo Gilang Nesia, menyampaikan bahwa pemadaman terjadi karena “Kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik.”
Indo Gilang Nesia juga menyatakan pihaknya telah melakukan upaya penanganan, termasuk manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Langkah itu dilakukan dalam rangka menjaga operasi tetap berjalan selama terjadi penurunan kapasitas suplai.
Selain manajemen beban, PLN menyebut terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat dipulihkan. Dengan demikian, gangguan diharapkan dapat segera berakhir dan layanan kembali normal.
Hingga berita ini disusun, warga di beberapa titik di Kabupaten Tangerang tetap mengaitkan pemadaman yang berlangsung beberapa jam dengan terganggunya aktivitas harian, baik pekerjaan yang bergantung pada internet maupun kebutuhan pendingin ruangan di rumah. Keluhan juga menekankan bahwa pemadaman yang terjadi tanpa pemberitahuan awal membuat warga kesulitan mengantisipasi dampaknya.
Warga menggambarkan padamnya listrik tidak hanya singkat, melainkan berlangsung dalam rentang waktu yang membuat rumah tangga dan pekerjaan dari rumah ikut terhenti. Dampak tersebut terasa sejak pagi hingga menjelang sore, khususnya ketika aktivitas membutuhkan pasokan listrik yang stabil.
Kendala yang dirasakan tidak sebatas terputusnya penerangan, tetapi juga menurunkan kualitas akses komunikasi. Saat jaringan listrik hilang, Weldiansyah menilai layanan internet menjadi tidak optimal, sementara koneksi seluler ikut melambat, sehingga pekerjaan berbasis perangkat dan jaringan ikut terganggu.
Di sisi lain, gangguan juga berdampak pada kesehatan dan kenyamanan di dalam rumah. Cuaca panas ketika listrik tidak menyala membuat warga mengkhawatirkan kondisi anak-anak, termasuk balita, karena tidak bisa menggunakan alat pendingin yang biasanya membantu menjaga suhu ruangan.
PLN, melalui penjelasan dari UID Banten, menegaskan langkah yang ditempuh untuk menjaga keberlangsungan layanan selama penurunan kapasitas suplai. Selain manajemen beban secara terbatas, pihaknya juga menyebut tengah mempercepat pemulihan operasi pembangkit agar pasokan dapat kembali normal, sementara warga terus menunggu informasi yang lebih jelas terkait gangguan yang terjadi.












