Hukum & Kriminal

Massa Membakar Ban di Depan SPBU Pancoran Jaksel, Polisi: Dibubarkan Secara Persuasif

0
×

Massa Membakar Ban di Depan SPBU Pancoran Jaksel, Polisi: Dibubarkan Secara Persuasif

Sebarkan artikel ini
Massa Bakar Ban Depan SPBU Pancoran Jaksel, Polisi: Dibubarkan Secara Persuasif News 13 Juni 2026
Ilustrasi: Massa Bakar Ban Depan SPBU Pancoran Jaksel, Polisi: Dibubarkan Secara Persuasif

jurnalistik.co.id – Polisi membenarkan adanya pembakaran ban di depan SPBU kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/6/2026) malam. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi, mengatakan api yang muncul di lokasi hanya dalam skala terbatas.

“Iya, sedikit (pembakaran),” kata Budi saat ditemui di kawasan Bundaran HI pada Jumat malam. Ia menuturkan situasi di lokasi sudah aman setelah penanganan dilakukan aparat.

Budi menyebut massa aksi yang membakar ban sudah dibubarkan secara persuasif. Ia juga menegaskan tidak ada massa aksi dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang diamankan.

“Untuk kejadian yang pelaksanaan penyampaian pendapat aksi di wilayah Pancoran, 15 massa dari OKP, ini juga ditangani dengan cara yang persuasif dan humanis,” jelas Budi.

Warga tidak melihat penangkapan

Seorang pedagang di lokasi, Agus, membenarkan tidak ada massa yang ditangkap polisi. Menurutnya, massa langsung bubar ketika aparat berada di lokasi.

“Kalau yang ketangkap saya enggak tahu, enggak dah sih kayaknya, karena langsung bubar saja, karena ada polisi juga kali ya,” kata Agus saat ditemui di sekitar lokasi pada Jumat.

Agus menuturkan massa aksi sudah terlihat sejak sore. Ia menyebut kerumunan berada di sekitar tugu Pancoran sejak sekitar sore hari, lalu bergeser ke depan SPBU sekitar jam 18.30 WIB.

“Dari sore sudah ramai di tugu (Pancoran) terus di sini (depan SPBU) sekitar jam 18.30 WIB. Teriak-teriak gitu dan bakar ban . Bubar baru sih enggak lama, sekitar 20.30 WIB,” kata Agus.

Aksi GMNI berujung kericuhan singkat

Dalam peristiwa tersebut, kericuhan terjadi saat pengunjuk rasa beratribut Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) membakar ban di depan SPBU. Sekitar 30 pendemo dari GMNI membakar tiga ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah.

Salah satu tuntutan yang mereka suarakan adalah agar pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Pembakaran ban kemudian memicu reaksi dari aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.

Petugas sempat berupaya memadamkan api, namun upaya itu dihalangi oleh sejumlah pengunjuk rasa. Akibatnya, sempat terjadi aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan aparat selama sekitar satu menit.

Setelah itu, petugas berhasil memadamkan api dari ban yang dibakar. Aktivitas demonstrasi juga berdampak pada kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Pasar Minggu, baik dari arah Pasar Minggu menuju Pancoran maupun sebaliknya.

Di sekitar lokasi demonstrasi, sejumlah personel Sabhara yang dilengkapi pelontar gas air mata berjaga untuk mengamankan situasi. Polisi kemudian memastikan penanganan dilakukan dengan cara persuasif sesuai keterangan di lokasi.

Menurut keterangan di lokasi, kejadian berawal dari kerumunan yang sudah terkonsentrasi sejak sore hari di area tugu Pancoran. Massa kemudian bergerak dan mengarah ke depan SPBU pada sekitar pukul 18.30 WIB, sebelum akhirnya melakukan aksi pembakaran ban yang sempat menarik perhatian pengguna jalan di sekitar lokasi.

Dalam penanganan situasi, polisi menekankan bahwa tindakan terhadap kerumunan dilakukan dengan pendekatan persuasif. Hal itu terlihat dari penuturan Kabid Humas Polda Metro Jaya yang menyebut massa aksi dibubarkan secara humanis, termasuk penyelesaian terhadap unsur dari OKP yang disebut berjumlah 15 orang di wilayah Pancoran.

Selain itu, dampak demonstrasi juga dirasakan dari sisi lalu lintas. Kepadatan disebut terjadi di Jalan Raya Pasar Minggu pada dua arah, baik dari Pasar Minggu menuju Pancoran maupun sebaliknya. Aparat yang berjaga, termasuk personel Sabhara, berupaya menjaga keamanan selama proses pemadaman berlangsung, meski sempat terjadi dorong-dorongan singkat sebelum api akhirnya padam.