Olahraga

Media Vietnam Terkejut Timnas Indonesia Hancurkan Tim Kuat Asia Barat

3
×

Media Vietnam Terkejut Timnas Indonesia Hancurkan Tim Kuat Asia Barat

Sebarkan artikel ini
Media Vietnam Terkejut Timnas Indonesia Hancurkan 'Tim Kuat' Asia Barat Bola 6 Juni 2026
Ilustrasi: Media Vietnam Terkejut Timnas Indonesia Hancurkan

jurnalistik.co.id – Kemenangan telak Timnas Indonesia atas Oman dengan skor 3-0 pada FIFA Matchday Juni 2026 langsung mendapat sorotan dari media luar negeri. Kali ini, media asal Vietnam, The Thao 247, menilai Garuda membuat kejutan setelah membungkam tim kuat dari Asia Barat.

The Thao 247 menulis bahwa Timnas Indonesia menghancurkan lawan yang sebelumnya diposisikan sebagai pesaing kuat. Dalam artikel berjudul “Indonesia membuat sensasi dengan menghancurkan tim kuat dari Asia Barat”, media tersebut menyoroti keberhasilan skuad asuhan John Herdman saat menghadapi Oman.

Pertandingan Timnas Indonesia vs Oman berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026) malam WIB. Hasil akhir mencatat dominasi Indonesia sejak awal pertandingan, yang kemudian berujung pada tiga gol tanpa balas.

Trigol Timnas Indonesia dicetak oleh Justin Hubner pada menit ke-13, Ole Romeny pada menit ke-28, dan Ragnar Oratmangoen pada menit ke-56. Catatan gol tersebut menjadi dasar utama bagi penilaian media Vietnam bahwa pertandingan memperlihatkan perbedaan kualitas yang nyata di lapangan.

Persepsi Oman sebagai favorit sebelum laga

The Thao 247 menegaskan bahwa sebelum pertandingan, Oman dianggap memiliki posisi lebih di atas Indonesia. Media itu membandingkan performa kedua tim berdasarkan peringkat FIFA, lalu menyoroti kontras yang terjadi saat laga berlangsung.

“Sebelum pertandingan, Oman dianggap sebagai favorit, berada di peringkat ke-79 dalam peringkat FIFA, jauh lebih tinggi daripada Indonesia yang berada di peringkat ke-122. Namun, apa yang terjadi di lapangan menceritakan kisah yang sama sekali berbeda,” tulis The Thao 247.

Bagi The Thao 247, hasil 3-0 tersebut sekaligus mengubah ekspektasi awal. Media Vietnam menyebut bahwa sebelum laga, Timnas Indonesia dipandang hanya sebagai tim kuda hitam (underdog), tetapi pertandingan membuktikan sebaliknya.

Dua faktor yang disebut berpengaruh

Media Vietnam juga menuliskan penilaian khusus mengenai alasan keberhasilan Timnas Indonesia membungkam Oman. Salah satu poin yang ditekankan adalah Tim Garuda tampil di hadapan suporternya sendiri.

Selain faktor dukungan langsung, The Thao 247 turut menyoroti komposisi skuad yang memiliki banyak pemain berkarier di Eropa. Menurut media tersebut, dua hal itu berperan dalam membangun kepercayaan diri pemain saat menjalani pertandingan.

“Dengan keuntungan bermain di kandang sendiri dan skuad yang semakin berkualitas dengan banyak pemain yang saat ini bermain di Eropa, Garuda memasuki pertandingan dengan penuh percaya diri,” jelasnya.

Penekanan atas dua faktor tersebut disampaikan sebagai penjelasan mengapa Indonesia mampu tampil berbeda dari stereotip underdog yang sempat melekat sebelum kickoff. The Thao 247 melihat keyakinan tim sebagai modal penting dalam menjaga ritme dan konsistensi selama laga.

Transisi cepat dan semangat juang

The Thao 247 juga menilai strategi yang diterapkan pelatih John Herdman berjalan efektif sepanjang pertandingan. Salah satu aspek yang disebut adalah pemanfaatan kecepatan dalam transisi untuk mengganggu struktur permainan lawan.

“Tim asuhan pelatih John Herdman secara efektif memanfaatkan kecepatan mereka dalam transisi dan menunjukkan semangat juang yang tinggi,” ungkapnya.

Dengan adanya transisi cepat, Indonesia dinilai mampu menekan dan menciptakan momentum yang berulang. Media Vietnam menempatkan semangat juang sebagai elemen yang ikut menentukan jalannya pertandingan, terutama ketika laga memasuki fase-fase krusial.

Secara keseluruhan, The Thao 247 memandang kemenangan Timnas Indonesia atas Oman sebagai pertandingan yang memperlihatkan dominasi di lapangan, sekaligus menjadi jawaban terhadap ekspektasi sebelum laga. Skor 3-0, daftar pencetak gol Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen, serta konteks peringkat FIFA yang disebutkan media itu turut membentuk kesimpulan bahwa Indonesia tampil di atas kertas.