Peristiwa

Memasuki Hari ke-10, Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam: Api Masih Muncul dari Tumpukan Sampah

×

Memasuki Hari ke-10, Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam: Api Masih Muncul dari Tumpukan Sampah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Update Hari ke-10 Kebakaran TPA Jatiwaringin: Api Masih Muncul dari Tumpukan Sampah

jurnalistik.co.id – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki hari ke-10 pada Kamis (9/7/2026). Petugas masih melakukan pemadaman di lokasi, sementara proses penanganan sudah berjalan sejak kebakaran terjadi pada Selasa (30/6/2026).

Hingga hari ke-10, upaya pemadaman terus digelar secara berlapis di area TPA. Di lapangan, petugas menargetkan agar api tidak lagi muncul dari bagian-bagian yang belum sepenuhnya terkendali.

Kepala Manggala Agni Daops Sulawesi I, Ishak Andi Kunna, menjelaskan perkembangan pemadaman yang dilakukan tim. Menurutnya, penanganan di lokasi menunjukkan progres yang membaik dari hari ke hari.

“Untuk hari ini diupayakan 99 persen sudah bisa kita tangani. Namun, memang masih ada beberapa titik-titik api yang muncul di tempat area yang sudah dipadamkan,” ujar Andi di lokasi Kabupaten Tangerang, Banten.

Ia menegaskan bahwa meski sebagian besar area telah dipadamkan, masih terdapat titik api yang kembali muncul. Kemunculan tersebut menjadi perhatian utama dalam kerja pemadaman hari ini.

Titik api yang tersisa, kata Andi, berasal dari bagian bawah tumpukan sampah yang terbakar. Kondisi ini membuat api dapat “hidup kembali” ketika bagian permukaan tampak sudah terkendalikan.

Karena itu, tim memusatkan langkah pada upaya penanganan area yang berpotensi menyimpan bara atau sisa panas di bawah lapisan sampah. Pembasahan dilakukan agar titik-titik yang berpotensi memunculkan kembali api dapat dicegah.

Dalam proses tersebut, petugas terus melakukan pembasahan secara berkelanjutan. Metode pembasahan dilakukan dengan menyalurkan pipa-pipa air ke areal permukaan di TPA.

Andi menyebutkan bahwa suplai air diarahkan langsung dari sumber air untuk menjaga pembasahan tetap kontinu. Dengan aliran yang berkesinambungan, tim berupaya menekan peluang api muncul kembali di permukaan.

Metode pemadaman darat, udara, dan alat berat

Selain pembasahan, pemadaman juga dilakukan dengan kombinasi metode. Andi menjelaskan proses penanganan dilakukan melalui pemadaman darat dan udara.

Di samping itu, petugas menggunakan alat berat seperti ekskavator untuk membongkar titik api yang berada di bawah permukaan. Langkah pembongkaran diperlukan agar area yang menyimpan panas tidak tertutup oleh tumpukan sampah.

Dengan membongkar lapisan yang diduga menjadi sumber panas, tim dapat menjangkau bagian terdalam yang sulit terdeteksi dari permukaan. Cara ini diharapkan mempercepat pengendalian titik api yang belum benar-benar padam.

Memutus rantai oksigen di dalam tumpukan sampah

Andi juga mengemukakan bahwa tim menggunakan racun api dalam proses pemadaman. Penggunaan racun api ditujukan untuk memutus rantai oksigen yang ada di bagian dalam tumpukan sampah.

Menurut penjelasan tersebut, pemutusan oksigen di area terdalam berfungsi agar api dapat lebih cepat padam. Langkah ini melengkapi pembasahan dan penanganan mekanis di lokasi yang masih menyisakan titik-puing panas.

Berlangsungnya pemadaman hingga hari ke-10 menunjukkan bahwa pengendalian kebakaran TPA membutuhkan penanganan berkelanjutan. Tim harus memastikan tidak hanya permukaan yang terlihat padam, tetapi juga bagian bawah tumpukan yang berpotensi memicu kemunculan kembali api.

Dengan target 99 persen penanganan pada hari itu, petugas tetap menaruh fokus pada titik-titik yang masih menyala. Upaya pembasahan terus dijalankan, sementara metode darat, udara, dan penggunaan alat berat dipadukan untuk menjangkau sumber api.

Kebakaran TPA Jatiwaringin yang dimulai pada Selasa (30/6/2026) kemudian terus ditangani pada hari-hari berikutnya, termasuk Kamis (9/7/2026) sebagai hari ke-10. Hingga saat evaluasi dilakukan, keberadaan titik api yang muncul dari bagian bawah sampah masih menjadi alasan utama petugas mempertahankan intensitas pemadaman di area yang sudah dipadamkan.