jurnalistik.co.id – Kapten Argentina langsung menjadi sorotan di laga pembuka Piala Dunia 2026. Penampilannya yang impresif membuat timnya meraih kemenangan meyakinkan saat menghadapi Aljazair di Grup J.
Argentina memulai perjalanan di Grup J dengan hasil penuh angka, 3-0 atas Aljazair pada Rabu (17/6/2026). Dominasi tersebut tidak lepas dari kontribusi besar Lionel Messi yang mencetak tiga gol sekaligus.
Gol pertama Messi tercipta pada menit ke-17. Ia melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau kiper Aljazair, Luca Zidane.
Dengan keunggulan yang sudah terbuka, Messi kembali menambah catatan pada menit ke-60. Ia memanfaatkan bola liar hasil tembakan Alexis Mac Allister yang sebelumnya ditepis Zidane, sehingga bola berakhir di momen yang tepat untuk memperlebar jarak.
Tak berhenti sampai di situ, Messi melengkapi hattrick pada menit ke-76. Pada kesempatan berikutnya, ia memilih tendangan mendatar dari luar kotak penalti untuk menutup keunggulan Argentina dalam pertandingan tersebut.
Tiga gol yang dicetak Messi mengantarkan Argentina mengamankan tiga poin pertama turnamen. Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa performa sang kapten akan menjadi faktor penting di perjalanan timnya sepanjang Piala Dunia 2026.
Pujian Lamine Yamal atas Hattrick Messi
Penampilan Messi juga mendapat perhatian dari Lamine Yamal. Bintang muda Spanyol itu menilai aksi sang kapten Argentina kembali memperlihatkan kualitasnya yang konsisten.
Dalam sebuah wawancara bersama RTVE, Yamal menyebut Messi sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Ia mengaitkan penilaiannya dengan hattrick yang dibuat Messi saat menghadapi Aljazair.
“Hattrick Messi? Setiap pertandingan yang dia mainkan membuktikan bahwa dia adalah pemain terhebat sepanjang masa,” kutip Fabrizio Romano dari X, merujuk pada pernyataan Yamal yang disampaikan kepada RTVE.
Yamal juga menyinggung pihak-pihak yang masih meragukan kemampuan Messi. Ia menilai keraguan tersebut muncul bukan karena kekurangan bukti, melainkan karena ada pihak yang memang mencari alasan untuk meragukan.
“Jika ada yang masih ragu, itu karena mereka sengaja mencari keraguan itu,” ujarnya.
Pernyataan Yamal datang di tengah momen persiapan timnas Spanyol untuk pertandingan lanjutan. Pemain berusia 18 tahun itu tercatat menghadiri sesi latihan menjelang laga Grup H melawan Cabo Verde pada 14 Juni 2026 di Kennesaw, Amerika Serikat.
Dari ruang berbeda, antusiasme Yamal terhadap Messi tetap berangkat dari satu hal yang sama: hattrick yang dipersembahkan sang kapten Argentina dalam laga pembuka. Kemenangan 3-0 atas Aljazair pun berakhir bukan hanya sebagai catatan hasil, melainkan juga momen pengakuan dari generasi pemain muda terhadap figur besar sepak bola.
Di Grup J, kemenangan 3-0 atas Aljazair pada Rabu (17/6/2026) langsung menempatkan Argentina pada posisi yang nyaman sejak awal turnamen. Hasil ini menunjukkan ritme permainan yang rapi, dengan aliran serangan yang akhirnya banyak bermuara pada momen-momen penting di kotak penalti dan area berbahaya.
Keberhasilan Argentina tidak hanya terlihat dari dominasi skor, melainkan juga dari cara gol-gol Messi tersusun. Dari tembakan melengkung menit ke-17 yang menembus ruang tak terjangkau Zidane, kemudian gol menit ke-60 yang lahir dari bola liar hasil tembakan Mac Allister, hingga penutup pada menit ke-76 lewat tendangan mendatar dari luar kotak penalti, semuanya memperlihatkan penyelesaian yang konsisten dan efektif.
Sementara itu, sorotan melebar ke pengakuan Lamine Yamal terhadap kapten Argentina. Dalam pernyataan yang ia sampaikan lewat RTVE, Yamal menilai hattrick Messi sebagai bukti kualitas yang terus terjaga dari pertandingan ke pertandingan, sekaligus merespons mereka yang masih meragukan sang pemain. Yamal juga menegaskan bahwa keraguan tersebut bukan lahir dari kurangnya alasan, melainkan karena adanya pihak yang sengaja mencari celah untuk meragukan. Pernyataan itu muncul saat Spanyol menyiapkan laga lanjutan Grup H melawan Cabo Verde di Kennesaw, Amerika Serikat, pada 14 Juni 2026.












