jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026 pada Selasa malam (7/7/2026). Penutupan berlangsung di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo.
Acara penutupan itu menjadi penanda berakhirnya rangkaian seleksi tingkat provinsi sekaligus titik awal bagi kafilah Gorontalo untuk menatap MTQ Nasional. Melalui kesempatan tersebut, Idah menegaskan bahwa MTQ bukan semata ajang pertandingan, melainkan ikhtiar bersama untuk menghadirkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Wagub Idah menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup diukur dari kemajuan ekonomi maupun infrastruktur. Menurutnya, kemajuan juga perlu ditopang oleh keimanan, ketakwaan, dan karakter yang kuat.
Ia menegaskan pesan tersebut dengan kata-kata, “MTQ bukan sekadar panggung perlombaan. Lebih dari itu, MTQ adalah ikhtiar bersama untuk membumikan Al-Qur’an, menanamkan nilai-nilainya dalam kehidupan, serta membentuk generasi yang mencintai, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Idah.
Idah turut memberikan ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi. Ia juga mengharapkan agar capaian tersebut dapat terus diasah sehingga nama baik Gorontalo mampu dibawa dengan lebih kuat saat mengikuti ajang nasional.
Untuk peserta yang belum memperoleh hasil sesuai harapan, Idah meminta agar tidak berkecil hati. Ia menempatkan proses dalam mempelajari Al-Qur’an sebagai ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT.
“Pertahankan prestasi yang telah diraih dan teruslah mengasah kemampuan. Bersiaplah membawa nama harum Gorontalo pada MTQ Tingkat Nasional. Bagi yang belum berhasil, jangan pernah menyerah karena keberhasilan hanya tertunda,” pesannya.
Berita Terkait
Pada kesempatan yang sama, Wagub Idah menyampaikan apresiasi kepada dewan hakim, panitia penyelenggara, serta Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo. Apresiasi juga diberikan kepada LPTQ, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ.
MTQ Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026 berlangsung dari 3 hingga 7 Juli dan diikuti kafilah dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Sebanyak 214 peserta berkompetisi pada delapan cabang perlombaan, meliputi seni baca Al-Qur’an, qiraat, hafalan Al-Qur’an, tafsir, fahmil, syahril, kaligrafi, serta karya tulis ilmiah Al-Qur’an.
Hasil Juara Umum dan Peringkat
Kompetisi tersebut menghasilkan Kota Gorontalo sebagai peraih predikat Juara Umum pada MTQ Provinsi Gorontalo 2026. Kabupaten Gorontalo menyusul di posisi Juara II, sementara Kabupaten Boalemo berada pada peringkat III.
Dengan berakhirnya tahapan provinsi, seluruh kafilah yang lolos menjadi modal penting bagi Gorontalo dalam mempersiapkan diri menghadapi MTQ Tingkat Nasional. Persiapan tersebut diarahkan agar pembinaan peserta berjalan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesiapan teknis dan mental dalam menghadapi level nasional di Nusa Tenggara Timur.
Penutupan MTQ Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026 itu sekaligus mengukuhkan bahwa rangkaian kegiatan berlangsung terarah mulai awal hingga puncak, sebelum memasuki masa pembinaan lanjutan. Dengan selesainya tahapan di level provinsi, perhatian kemudian diarahkan pada konsistensi pembelajaran Al-Qur’an bagi seluruh kafilah yang telah mengikuti seleksi.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Idah juga menegaskan pentingnya menjaga semangat setelah perlombaan selesai. Pesan itu selaras dengan ajakan agar peserta tetap merawat disiplin dalam mempelajari Al-Qur’an, sebab capaian yang diraih hendaknya menjadi pijakan untuk pengembangan kemampuan, baik bagi yang memperoleh prestasi maupun yang masih mengejar target berikutnya.
Dari sisi penyelenggaraan, apresiasi diberikan kepada unsur-unsur yang berperan memastikan kegiatan berjalan tertib dan bermakna, termasuk dewan hakim, panitia, serta pihak-pihak pendukung di lingkungan Kanwil Kemenag dan pemerintah kabupaten/kota. Harapannya, dukungan tersebut dapat terus berlanjut sehingga kesiapan kafilah Gorontalo saat menatap MTQ Tingkat Nasional semakin matang.












