jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, mendapat dorongan agar menetapkan target nasional waktu tunggu untuk layanan penderita demensia. Usulan tersebut menargetkan waktu rujukan hingga perawatan dalam 18 minggu, dengan dukungan sejumlah tokoh yang terlibat dalam reformasi layanan kesehatan dan sosial.
Dorongan ini muncul di tengah seruan agar penanganan demensia tidak lagi tertinggal dari model layanan yang lebih cepat pada kondisi lain. Dalam berbagai pembahasan, demensia disebut kerap menghadapi proses yang terlalu panjang sebelum pasien mendapatkan layanan rujukan dan perawatan.
Alzheimer’s Society mengusulkan adanya target “referral-to-treatment” selama 18 minggu untuk demensia di Inggris. Proposal itu juga dibenarkan oleh Prof Sir Mike Richards, mantan direktur nasional untuk kanker di Inggris, serta Baroness Louise Casey yang memimpin tinjauan besar terkait perawatan sosial orang dewasa.
Dalam laporan yang disampaikan, Alzheimer’s Society bersama The King’s Trust menyatakan perlunya perubahan besar dalam layanan demensia. Mereka menggunakan frasa “cancer-style revolution” untuk menggambarkan upaya memperbaiki layanan, yang dinilai “stuck in the 20th century”.
Social Care Minister Alison McGovern menyatakan dukungan terhadap laporan tersebut saat berbicara di konferensi Alzheimer’s Society pada hari Kamis. Ia menyinggung perjalanan kebijakan yang selama ini dilakukan terkait kanker, Alzheimer, dan demensia.
McGovern juga menegaskan posisinya mengenai keterlambatan layanan yang dirasakan keluarga. Ia menyatakan, “The report that the Alzheimer’s Society published today on going on the journey that we’ve been on with cancer, with Alzheimer’s and dementia, I think that’s spot on.”
Dalam kesempatan yang sama, ia menilai demensia “neglected for far too long”. Menurutnya, situasi itu makin terasa karena adanya pemisahan urusan kesehatan dan perawatan sosial yang menuntut keluarga berjalan sendiri ketika kondisi menjadi paling sulit.
McGovern menyebut dampak pemisahan layanan terhadap orang yang hidup dengan demensia. Ia menambahkan, “And nowhere is this division between health and social care felt more sharply than by people living with dementia in their families, too often left to navigate a shattered system at the most difficult time in their lives.”
Pemerintah, lanjut McGovern, telah berkomitmen menunjuk pejabat puncak untuk mengawasi perawatan demensia. Pemerintah juga disebut akan menerbitkan rencana baru berupa “modern service framework” guna mempercepat dukungan bagi penderita demensia pada akhir tahun.
McGovern mengatakan pemerintah akan “appoint a dementia tsar, backed with real expertise”. Sementara itu, saat ini tidak ada target waktu tunggu khusus untuk demensia di Inggris, berbeda dengan pengaturan yang berlaku untuk beberapa layanan di NHS.
Berita Terkait
Ia mencontohkan bahwa NHS menetapkan target waktu tunggu untuk diagnosis dan perawatan kanker. Dalam kerangka ini, Prof Richards menilai target 18 minggu untuk rujukan ke perawatan pada pasien demensia dapat dicapai.
Prof Richards pernah menjadi direktur kanker nasional ketika target kanker diperkenalkan pada tahun 2000. Ia menyatakan bahwa penerapan target demensia memerlukan “political initiative” dan tambahan pendanaan.
Prof Richards juga menyinggung konsekuensi biaya yang harus ditanggung. Ia menuturkan, “All of that is going to cost more money but remember the toll that this condition is taking at the moment, both on the people affected by dementia themselves and their relatives”.
Usulan serupa juga disampaikan oleh Baroness Casey. Dalam sebuah surat kepada mantan Menteri Kesehatan, Wes Streeting, pada bulan Maret, Casey menyatakan pemerintah perlu melihat bagaimana demensia diposisikan setara dengan kondisi lain melalui standar nasional diagnosis, termasuk target “18‑week referral‑to‑treatment”.
Berbicara kepada BBC, Baroness Casey menyatakan ia sepakat dengan gagasan meniru pola perawatan kanker. Ia mengatakan, “I think the National Health Service and more generally all of us have stuck our heads in the sand about it, and it’s time we started saying, yes, we should have a similar mission, and we should do as much as we possibly can on dementia, and now.”
Baroness Casey diperkirakan akan menerbitkan rekomendasinya mengenai reformasi perawatan sosial pada musim panas mendatang. Sementara itu, Alzheimer’s Society dan The King’s Trust menekankan perlunya perubahan karena perawatan demensia dinilai masih berjalan dengan standar yang tertinggal.
Angka beban demensia juga menjadi bagian penting dari pembahasan publik. Sekitar satu juta orang hidup dengan demensia di Inggris, dan jumlah itu diperkirakan meningkat menjadi 1,4 juta pada tahun 2040.
Di sisi lain, Andy Burnham menyebut konteks pribadinya turut membentuk fokus kebijakan. Burnham membatalkan agenda lebih awal pekan ini setelah ayahnya, Roy, meninggal dunia; Roy diketahui menderita Alzheimer.
Setelah kembali dari cuti belasungkawa, Burnham menyatakan bahwa ayahnya akan ingin ia kembali bekerja. Ia mengatakan ayahnya akan menginginkannya “back out there” untuk membawa “the changes that he always pushed me to make”.
Pada bulan Juli, Burnham membahas kondisi ayahnya dan menyebut hal itu memengaruhi dorongannya untuk reformasi perawatan sosial orang dewasa di Inggris. Ia menyatakan akan menunggu rekomendasi Baroness Casey sebelum memutuskan perubahan apa yang perlu dilakukan serta bagaimana perubahan itu didanai.












