jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, menyatakan dirinya “confident” bahwa pembunuh polisi Andrew Harper dapat dicegah dari skema pelepasan lebih awal. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap rencana pemerintah yang akan memberi ruang lebih besar di penjara.
Burnham mengatakan ia telah memerintahkan menteri keadilan untuk mencari cara agar Jessie Cole dan Albert Bowers—yang divonis bersalah atas pembunuhan sebagai “manslaughter” dan menjalani hukuman 13 tahun—tidak masuk skema rilis awal. Perintah tersebut juga ditujukan untuk memastikan kedua pelaku tidak diperlakukan seperti narapidana lain dengan kategori hukuman yang serupa.
Langkah ini dinilai sebagai perubahan sikap dari minggu sebelumnya. Saat itu, Burnham mengatakan “nothing more” yang bisa ia lakukan tanpa berisiko membuat sistem penjara runtuh, terutama jika pengetatan kebijakan berdampak pada kapasitas layanan pemasyarakatan.
Desakan untuk mengecualikan Cole dan Bowers menguat selama beberapa hari. BBC melaporkan, ibu PC Harper, Debbie Adlam, menyebut dirinya berada dalam “turmoil” setelah muncul kabar yang bertentangan mengenai apakah dua pelaku akan dibebaskan lebih awal, dan ia menggambarkan penanganan kasus tersebut sebagai “hash”.
Dari kubu oposisi, juru bicara bayangan urusan dalam negeri Partai Konservatif, Chris Philp, menuduh Burnham dan Partai Buruh melakukan “U-turn” berulang yang dinilai “re-traumatising victims and their families”. Kritik tersebut merujuk pada perubahan posisi yang terjadi pada kebijakan pelepasan awal.
Pada Selasa malam, sebuah surat terbuka yang ditandatangani 50 kepala kepolisian, komisaris, dan pemimpin penegak hukum menyerukan Burnham untuk “examine every lawful option”. Mereka menyatakan intervensi perdana menteri membuka peluang untuk menilai semua jalur yang sah dalam kasus PC Andrew Harper, sekaligus mencegah kekhawatiran serupa muncul lagi di masa mendatang.
Burnham juga mengumumkan bahwa rencana baru untuk mencegah lebih banyak narapidana keluar jauh sebelum akhir masa hukuman akan disampaikan kepada Parlemen pada September. Rencana itu datang setelah ia sebelumnya mengumumkan bahwa sejumlah pelaku yang divonis terkait perkosaan, kejahatan seksual terhadap anak, dan tindak grooming akan dikecualikan dari pelepasan awal, setelah tinjauan yang ia perintahkan sejak menjabat.
Dalam pemberitaan pekan lalu, Burnham mengutip bahwa ia “wanted to go even further” namun “pushed to the very limits of what is possible to do”. Ia menambahkan, “I know I can look people in the eye and say to them there is nothing more I could have asked for without risking the prison system reaching capacity and collapsing within months.” Namun pada hari Selasa, Burnham menegaskan ia tidak pernah menerima pandangan bahwa “there was nothing more that could be done”, termasuk untuk mencegah pelepasan awal para pelaku PC Harper.
Berita Terkait
Burnham mengatakan, “I came into office and started pushing on this issue, and I have pushed every single day in office.” Ia juga menyebut akan berupaya berdialog dengan partai politik lain untuk membangun “consensus” terkait pendekatan pelepasan awal.
Skema pelepasan awal pemerintah, menurut laporan, ditujukan untuk menangani krisis kepadatan penjara yang serius. Kapasitas yang masih bisa digunakan hampir mencapai 100%, sementara jumlah tempat di penjara di Inggris dan Wales dinilai tidak sejalan dengan lonjakan populasi tahanan dalam beberapa dekade terakhir. Para menteri juga telah menyatakan bahwa ruang penjara bisa habis “as soon as October”.
Untuk menambah ruang, pemerintah yang dipimpin Starmer mengubah hukum agar memungkinkan sebagian narapidana dibebaskan lebih cepat dari seharusnya. Titik pelepasan untuk sebagian pelaku akan bergeser dari 40% atau setengah masa tahanan menjadi sepertiga, dan dari dua pertiga menjadi setengah untuk kelompok lainnya.
Sejak menjabat, Burnham dikabarkan membuat pengecualian untuk beberapa kejahatan serius, tetapi tidak mencakup “manslaughter”. Kondisi ini kemudian memicu reaksi keras dan tekanan agar Cole dan Bowers tidak ikut terbebas lebih awal melalui skema yang sedang berlaku.
Kasus PC Andrew Harper sendiri berawal pada 2019 ketika Harper—berusia 28 tahun, berasal dari Wallingford, Oxfordshire—meninggal dunia setelah diseret dengan mobil yang ditumpangi tiga remaja yang melarikan diri usai pencurian sepeda quad di Berkshire. Dua pelaku yang disebut, Cole dan Bowers, disebut akan menjadi eligible untuk bebas tahun depan sesuai skema yang ada saat ini. Sementara itu, Henry Long, pengemudi kendaraan yang dijatuhi hukuman lebih lama 16 tahun, tidak dapat dipertimbangkan untuk pelepasan awal.
Masih ada ketidakjelasan mengenai bagaimana pemerintah bisa mencegah Cole dan Bowers diperlakukan sama seperti narapidana lain dengan vonis yang setara. Pada akhir Juni, Kementerian Kehakiman mencatat ada 1.015 orang dipenjara di Inggris dan Wales untuk kasus “manslaughter”, terdiri dari 950 pria dan 65 perempuan. Namun, jumlah yang termasuk eligible untuk pelepasan awal belum diketahui.
Selain itu, Burnham juga memerintahkan tinjauan “urgent” pekan lalu untuk mengidentifikasi anggota geng grooming yang mungkin eligible dibebaskan lebih awal. Pemerintah belum mengonfirmasi apakah tinjauan tersebut akan berujung pada pencegahan pelepasan awal bagi pelaku yang dihukum karena kejahatan terkait grooming. Dalam sistem peradilan Inggris, pelepasan narapidana sebagian masa hukuman adalah hal yang sudah mapan, dengan pengawasan petugas masa percobaan serta pembatasan seperti pemantauan menggunakan tag elektronik.
Pemerintah berjanji akan memperketat syarat masa percobaan saat skema pelepasan awal baru diterapkan. Namun Napo, serikat pekerja masa percobaan, menyatakan sistem saat ini sudah kesulitan menghadapi beban kerja, dan memperingatkan bahwa peningkatan tugas dapat membahayakan keselamatan publik. Serikat ini mengumumkan bahwa 90% anggotanya mendukung kemungkinan aksi industrial jika kekhawatiran mereka tentang “excessive workloads” tidak ditangani. Ben Cockburn, ketua nasional Napo, menyatakan: “The government cannot keep treating probation as the place where the consequences of failures elsewhere in the criminal justice system are dumped.”












