jurnalistik.co.id – Hull City memulai musim Premier League dengan catatan yang sulit diabaikan. Tiga laga awal mereka menghasilkan tujuh poin dari kemungkinan sembilan, lengkap dengan tiga kali nirbobol.
Posisi itu membuat kubu berjuluk The Tigers terasa semakin percaya diri. Mereka bahkan hanya berjarak dua angka dari Manchester City yang lebih dulu melesat di awal musim.
Meski begitu, manajer Hull City, Sergej Jakirovic, mengingatkan bahwa terlalu dini untuk memastikan nasib jangka panjang. Ia menyebut perubahan performa selalu membutuhkan waktu untuk dinilai secara utuh.
Namun, untuk saat ini, angka-angka tersebut menjadi pijakan yang kuat. Setelah laga akhir pekan lalu yang berakhir 0-0 melawan Aston Villa, tidak ada keraguan bahwa Hull sudah membangun basis yang ideal untuk berkembang.
Bek Hull, John Egan, menyoroti arti awal musim bagi skuatnya. Menurutnya, kemenangan di hari pertama melawan Manchester United menjadi momen penting yang memberi dorongan besar bagi seluruh tim.
Baginya, start yang rapi bukan sekadar catatan statistik, melainkan juga kepercayaan yang lahir dari eksekusi di lapangan. Dengan ritme seperti itu, para pendukung Hull tentu tergoda untuk bermimpi lebih jauh.
Secara historis pun, sebagian besar sinyal mengarah pada kabar baik. Tidak ada tim yang baru promosi lalu terdegradasi setelah mengumpulkan tujuh poin atau lebih dalam tiga laga pertama Premier League.
Melihat lebih luas, dari tim promosi yang mencapai catatan serupa, hanya tiga klub yang tetap turun kasta. Karena itu, pembicaraan soal peluang bertahan memang belum final, tetapi Hull sudah berada pada jalur yang tepat.
Kemenangan-kemenangan yang datang bersamaan dengan disiplin taktik membuat perubahan Hull semakin terlihat. Dari kondisi yang sebelumnya berjuang agar tidak terseret ke League One, mereka kini mampu bersaing langsung dengan nama-nama besar Premier League.
Perjalanan itu tidak lepas dari kedatangan Jakirovic sebelum musim sebelumnya. Ia bergabung ketika klub masih berada di bawah embargo transfer, sehingga perekrutan terbatas pada pemain dengan skema free transfer dan pinjaman.
Walau dengan keterbatasan tersebut, Jakirovic menjadikan Hull sebagai tim yang diperhitungkan. Ia membawa Hull melewati laga playoff dengan mengalahkan Millwall, tim yang finis tiga peringkat dan sepuluh poin lebih tinggi di atas mereka pada klasemen akhir.
Langkah terakhir menuju promosi pun ditentukan oleh momen menegangkan. Oli McBurnie mencetak gol kemenangan pada fase akhir ketika Hull menghadapi Middlesbrough, yang memastikan tiket ke kasta tertinggi.
Tak berhenti di situ, musim panas berikutnya menjadi fase ekspansi skuat. Hull tercatat sebagai tim paling sibuk di Premier League dengan 18 rekrutan baru sekitar £150 juta, dan enam di antaranya datang termasuk gelandang Tim Iroegbunam senilai £22 juta dari Everton pada hari batas transfer.
Jakirovic menyampaikan bahwa ia memahami inti kekuatan tim yang dibangun dari karakter pemain Championship. Ia juga menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun pada hari Jumat, sambil menekankan bahwa kualitas tambahan didatangkan untuk memperkuat fondasi tersebut.
Berita Terkait
Ia juga menyoroti satu masalah yang tidak selalu terlihat dari luar. Jakirovic menyebut kesulitan utama adalah beberapa pemain tidak mendapat program pramusim, sehingga adaptasi butuh waktu dan penanganan yang tepat.
Untuk menjawabnya, ia berencana memanfaatkan kesempatan memberikan menit bermain. Sebagai contoh, pada laga Carabao Cup melawan Sunderland, tim akan memakai momen itu untuk memberi peluang tampil dan membangun kembali ritme.
Setelah rangkaian proses itu, hasil yang diraih menunjukkan bahwa strategi Hull mulai menemukan bentuknya. Mereka mengalahkan Manchester United yang ditangani Michael Carrick, menundukkan Coventry City yang sama-sama promosi, lalu menahan Europa League winners, Villa, tanpa kebobolan.
Dari sisi pertahanan, performa Hull benar-benar menjadi nilai utama. Mereka belum kebobolan dalam tiga pertandingan liga pertama setelah promosi, pencapaian yang pernah dilakukan oleh Charlton pada 1998-99 dan Huddersfield Town pada 2017-18.
Egan menjelaskan bahwa disiplin pertahanan tidak muncul secara instan, tetapi dibangun di sesi latihan. Ia menyebut bentuk permainan yang mereka pakai mulai terbentuk ketika Hull berada di fase playoff, dan kini pengalaman tersebut membantu tim menjaga organisasi.
Di lini pertahanan yang berisi Semi Ajayi dan Nobel Mendy, Egan menegaskan bahwa mereka terus bekerja untuk saling melengkapi. Hull juga terus menambah kualitas tanpa kehilangan rasa kolektif untuk bertahan bersama.
Menariknya, Hull tidak hanya bergantung pada pertahanan saat menghadapi tekanan. Mereka juga terlihat nyaman tanpa penguasaan bola, sesuatu yang dibuktikan oleh data kepemilikan rendah yang mereka miliki.
Musim ini, Hull menjadi tim dengan kepemilikan bola terendah, hanya 29%. Sejak 2003-04, hanya West Ham pada 2023-24 yang mencatat angka lebih rendah, yakni 27%, pada tiga pertandingan pertama mereka.
Kontrasnya semakin jelas bila dibandingkan dengan cerita musim lalu. Coventry, yang keluar sebagai juara Championship pada musim sebelumnya, justru belum mencatat poin setelah tiga pertandingan pertamanya.
Bahkan, hanya satu dari 12 tim promosi sebelumnya yang mampu bertahan setelah kondisi seperti itu, yakni Southampton pada 2012-13. Meski Hull belum menjamin hasil akhir, statistik ini memperlihatkan bahwa cara mereka memulai memiliki dampak nyata.
Jakirovic tetap menekankan bahwa pekerjaan belum selesai. Ia mengingatkan adanya contoh tim yang tetap terdegradasi meski mengumpulkan tujuh poin dari tiga laga awal.
Klub yang pernah mengalami nasib tersebut adalah Wolves pada 2011-12, West Brom pada 2017-18, serta Leeds United pada 2022-23. Dari sisi probabilitas, itu berarti hanya sekitar 4% dari 78 tim yang mengoleksi tujuh poin setelah tiga pertandingan namun tetap turun pada akhirnya.
Dengan kesadaran itu, Hull tidak ingin mengambil risiko sejak dini. Setelah laga melawan Villa, Jakirovic menyebut hasil tersebut sebagai momen besar untuk langkah berikutnya: tujuh poin dari tiga pertandingan dan satu catatan nirbobol.
Ia kemudian menegaskan target yang ingin dikejar tim. Jakirovic menyatakan tujuan mereka mengumpulkan poin, dengan perkiraan sekitar 38-40 poin agar bisa memastikan posisi secepat mungkin.
Untuk saat ini, cerita Hull adalah tentang fondasi yang kuat dan konsistensi yang sudah terasa. Jika ritme ini dipertahankan, peluang mereka untuk bertahan akan terus terbuka lebar.












