Olahraga

Arsenal Siapkan Lebih dari 20 Nama untuk Prioritas Bursa Transfer Musim Panas

×

Arsenal Siapkan Lebih dari 20 Nama untuk Prioritas Bursa Transfer Musim Panas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Arsenal transfer news: Gunners had more than 20 players on summer shortlist

jurnalistik.co.id – Musim panas ini menjadi momen yang sangat ditunggu Arsenal. Status juara Premier League membuka peluang bagi mereka untuk mengunci amunisi tambahan, namun jendela transfer yang berakhir Selasa malam meninggalkan rasa belum puas bagi sebagian pendukung.

Di lingkungan Emirates Stadium, keyakinan itu dibangun oleh anggapan bahwa pesaing sedang berada dalam masa transisi. Suasana tersebut membuat rencana perekrutan disusun cukup berani, dengan daftar incaran yang memuat lebih dari 20 nama.

Dalam rencana itu, Arsenal menaruh perhatian pada beberapa klub besar di Eropa, termasuk Real Madrid dan Atletico Madrid. Mereka juga mempertimbangkan opsi dari Chelsea serta Tottenham, sebelum akhirnya melihat realitas pasar menuntut penyesuaian.

Langkah-langkah tersebut kemudian diuji oleh rangkaian proses transfer yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Menjelang laga kandang melawan Chelsea pada Minggu, BBC Sport memaparkan bagaimana manajemen Arsenal—dipimpin Mikel Arteta dan Andrea Berta—membagi prioritas serta menyaring target-target mereka.

Guimaraes jadi poros utama di tengah dinamika pasar

Pembelian Bruno Guimaraes senilai ÂŁ75 juta dari Newcastle United menjadi perekrutan paling mencolok Arsenal. Jelang musim panas, Arsenal sebenarnya memantau situasi sang pemain di Newcastle, meski pada awalnya ada nama lain yang dianggap bahkan lebih mendesak.

Misalnya, ketertarikan pada Elliot Anderson sempat ramai diberitakan, tetapi pada akhirnya sang pemain memilih Manchester City. Karena itu, Arsenal lalu memusatkan daya lebih besar pada opsi yang dinilai bisa segera diwujudkan.

Selain itu, Sandro Tonali dan Alex Scott juga sempat masuk radar sebagai kandidat lini tengah. Namun, Tonali yang berusia 26 dan Scott yang berusia 23 menghadirkan persoalan tersendiri, terutama terkait ketersediaan dan harga, termasuk kenyataan bahwa Tonali kemudian bergabung dengan Spurs dengan nilai minimal ÂŁ92 juta.

Arsenal juga memasukkan Amadou Onana dalam pertimbangan, tetapi statusnya berubah setelah mengalami cedera lutut serius di Piala Dunia. Sementara itu, Guimaraes—yang akan berusia 29 tahun pada November—akhirnya menjadi fokus utama klub pada pertengahan Juni.

Di dalam klub, Guimaraes mendapat dukungan luas. Andrea Berta dinilai dekat dengan kubu sang pemain, sementara Arteta dikatakan menekankan kebutuhan akan pemain yang sudah teruji untuk membuat starting XI tampil lebih tinggi level, bukan semata memperlebar skuad.

Lewat relasi yang kuat dengan perwakilan Guimaraes, proses perekrutan disebut berjalan lebih lancar. Newcastle pun menyatakan tidak ada kontak langsung dari klub London hingga beberapa hari sebelum transfer benar-benar selesai.

Dalam konteks negosiasi, Berta diketahui tidak jarang menggunakan perantara. Meski demikian, pendekatan itu tidak selalu memberikan hasil: Arsenal sempat berupaya mendatangkan Jeremy Monga dan Louis Page dari Leicester City selama musim panas, tetapi sumber-sumber menyebut absennya diskusi langsung antarklub membuat keduanya akhirnya tidak jadi bergabung.

Monga kemudian justru menandatangani kontrak dengan Manchester City ketika posisinya dikabarkan berada di ambang pindah ke Emirates. Meski demikian, keberhasilan Berta melakukan pivot—beralih lebih cepat ke deal Guimaraes saat target lain sulit diwujudkan—mendapat respons positif di balik layar.

Konsa: kebutuhan Arteta dan tawar-menawar dengan Villa

Perekrutan Ezri Konsa juga digambarkan sebagai proses yang tidak sederhana. Konsa dipandang di internal sebagai opsi utama untuk posisi yang dibutuhkan Arteta, karena karakter permainan Konsa dinilai sesuai tuntutan keras sepak bola Premier League.

Arteta juga melihat manfaat tambahan karena Konsa bisa dimainkan sebagai bek kanan. Meski Arsenal sempat mempertimbangkan bek kanan yang lebih spesifik peran seperti Ivan Fresneda, faktor fleksibilitas Konsa menjadi pertimbangan yang kuat.

Namun, Berta tampak enggan menyamai penilaian harga yang diminta Aston Villa. Satu pekan sebelum kesepakatan diumumkan, Arsenal disebut melayangkan tawaran ÂŁ40 juta yang kemudian ditolak.

Kesepakatan akhirnya tertuntaskan lewat keputusan kepemilikan di kedua klub. Nilai deal kemudian disepakati sebesar ÂŁ51 juta dengan tambahan ÂŁ4 juta dalam bentuk add-on.

Dalam skenario alternatif jika kesepakatan Konsa gagal, Arsenal dikabarkan sudah mengidentifikasi nama Cristian Romero dan Micky van der Ven dari Tottenham. Tetapi rival sekota London Utara itu tidak bersedia mempertimbangkan penjualan pemain ke Arsenal.

Selain itu, Arsenal masih memonitor Jacobo Ramon dari Como, meski klausul pada kontraknya membuat proses perekrutan menjadi sulit. Tarik Muharemovic—yang pada akhirnya bergabung dengan Leeds United—juga masuk pertimbangan sebelum akhirnya tidak berlanjut.

Tzolis dan amunisi lain di lini serang

Di area serang, Christos Tzolis disebut memberi dampak sejak didatangkan dari Club Brugge dalam kesepakatan sekitar ÂŁ35 juta. Pemain berusia 24 tahun itu kemudian dipandang sebagai salah satu temuan positif dari musim panas.

Dalam prosesnya, ketertarikan pada Tzolis awalnya dikabarkan muncul ketika ada perantara yang dekat dengan anggota staf kepelatihan senior mengangkat kemungkinan transfer selama periode pramusim. Maurizio Micheli, yang disebut sebagai “number two” Berta, juga menonton performa Tzolis untuk negaranya saat berhadapan dengan Swedia pada bulan Juni dan menilai sang pemain meyakinkan.

Arsenal juga memastikan sejumlah keputusan lain yang melengkapi kerja mereka di pasar. Piero Hincapie, yang awalnya didatangkan dengan skema pinjaman, dibuat permanen, sementara Illan Meslier direkrut secara gratis.

Meski begitu, biaya yang ditanamkan tidak luput dari perhatian. Kombinasi biaya untuk Guimaraes dan Konsa—sekitar £126 juta—sempat membuat tanda tanya, terutama terkait masa depan usia keduanya yang akan genap 30 tahun pada akhir musim depan.

Bagi klub, nilai tersebut tetap dinilai sepadan. Mereka meyakini Guimaraes dan Konsa membawa kualitas serta pengalaman level elit, sehingga proses perekrutan dianggap sudah sesuai “harga yang berlaku” untuk mengamankan kesepakatan.

Serangan: daftar target elit yang berakhir tanpa Rogers

Sementara manajemen berhasil menghadirkan bakat teruji untuk kebutuhan Arteta di lini bertahan dan tengah, mandat Berta untuk menghadirkan penyerang kelas atas justru berujung kekecewaan. Bradley Barcola, Kenan Yildiz, Yan Diomande, dan Nico Paz disebut masuk dalam daftar yang pernah dipantau sebagai alternatif.

Rogers sejak awal menjadi target utama di musim panas, dan pada awalnya sinyal internal cukup positif. Villa disebut menilai Rogers ÂŁ100 juta, sementara Arsenal meletakkan nilai pada angka ÂŁ80 juta, sehingga Berta yakin negosiasi bisa mendorong harga ke level yang diyakini dapat dituntaskan.

Namun, situasinya berubah ketika Anthony Gordon yang merupakan target jangka panjang memilih Barcelona setelah sebelumnya menyepakati kepindahan sebelum Piala Dunia. Di saat yang sama, rumor mengenai pilihan lain ikut berkembang, termasuk pandangan bahwa Yildiz dan Paz akan tetap realistis untuk langkah ke depan.

Eli Junior Kroupi juga disebut menjadi sosok yang akan dipantau saat ia kembali dari cedera bersama Bournemouth. Tetapi jalur Rogers kembali tertantang setelah perubahan dinamika di Villa.

Transfer Anderson dari Forest ke City senilai ÂŁ116 juta dikatakan mengubah cara Villa memandang masa depan Rogers. Nilai jual kemudian naik menjadi ÂŁ120 juta, dan pada akhirnya Chelsea merekrut sang penyerang dengan harga ÂŁ117 juta.

Arsenal kemudian dikabarkan diberi kesempatan untuk menyamai penawaran Chelsea, tetapi memilih tidak melakukannya. Klub meyakini valuasi mereka sebesar ÂŁ80 juta masih masuk akal, sehingga muncul pertanyaan yang lebih tajam: apakah Rogers akan menjadi bagian Arsenal jika Berta bertindak lebih cepat.

Kegagalan membawa Rogers disebut menjadi pukulan pertama dalam serangkaian tantangan untuk menghadirkan penyerang kiri yang benar-benar berkualitas. Pada titik itu, Arsenal juga diyakini pernah percaya mereka masih punya peluang mendatangkan Vinicius Jr.

Vinicius Jr dan Julian Alvarez: harapan yang tak jadi

Arsenal dikabarkan “all in” pada Vinicius Jr, dan klub bahkan siap mendanai transfer yang diduga akan memecahkan rekor biaya Inggris. Kontrak serta paket remunerasi yang dimungkinkan juga disebut berada di level yang akan menjadi salah satu yang paling menguntungkan dalam sejarah Liga Premier.

Namun, sumber-sumber yang ditempatkan di sekitar situasi menyampaikan kepada BBC Sport bahwa Vinicius tidak berniat meninggalkan Real Madrid. Ada pula kekhawatiran lain bahwa Arsenal mungkin hanya dimanfaatkan untuk membantu Vinicius memperoleh kontrak yang lebih menguntungkan di Bernabeu.

Kesepakatan itu akhirnya menjadi kenyataan ketika Vinicius menandatangani kontrak jangka panjang baru di Spanyol, yang turut menambah daftar kekecewaan bagi Arsenal. Pola penolakan serupa juga dirasakan dalam usaha mereka merekrut Julian Alvarez.

Atletico Madrid disebut menunjukkan sedikit sinyal Alvarez bersedia bergabung ke Arsenal. Keinginan sang pemain untuk merapat ke Barcelona disebut menjadi rahasia yang hampir tidak lagi tersembunyi, dan penolakan Atletico untuk menjual ke Barcelona dianggap cukup kuat alasan bagi Arsenal untuk tetap bertahan dalam ketertarikan hingga hari-hari terakhir jendela.

Meski begitu, Alvarez memilih bertahan di Atletico, bahkan sementara hubungan dengan klub disebut berada pada titik terendah. Pada akhirnya, penilaian apakah waktu Arsenal terbuang untuk Vinicius dan Alvarez bergantung pada sudut pandang masing-masing.

Jaringan agen dan perubahan arah perburuan

Ketika Alvarez makin sulit diwujudkan, Berta dilaporkan kemudian menelusuri opsi lain. Salah satu nama yang disebut Arsenal kagumi adalah Joao Pedro dari Chelsea, tetapi sang pemain dinilai tidak untuk dijual pada musim panas ini—meski ada kekhawatiran soal bagaimana ia bisa cocok dengan sistem Arteta.

Ada klaim bahwa Berta mengandalkan jaringan agen yang luas lebih dari sekadar menempel pada informasi pemandu bakat internal ketika menilai pasar. Contoh yang disebut adalah musim panas sebelumnya, ketika seluruh data scouting mengarah pada Benjamin Sesko, tetapi kedatangan Berta membuat klub berputar ke Viktor Gyokeres yang kini menjadi penyerang pilihan kedua.

Pola yang sama disebut muncul dari hubungan Arsenal dengan Malick Fofana dari Lyon. Perhatian ini dipicu ketika Roc Nation—sebuah agensi manajemen—memberi kesempatan untuk mendatangkan pemain Belgia tersebut, dan hubungan Berta dengan Roc Nation disebut semakin menonjol di musim panas ini karena pengejaran Vinicius serta penjualan Gabriel Martinelli, yang keduanya merupakan klien agensi.

Masih harus dilihat seberapa besar kegagalan Arsenal menjemput penyerang kelas atas yang diakui dapat memengaruhi jalannya musim mereka. Terlebih lagi, kepergian Martinelli dan Leandro Trossard membuat kebutuhan akan solusi serang menjadi semakin terasa.