Olahraga

Man City Menang 1-0 atas Coventry: £185m Debut Premier League, Enzo Maresca Puas Lihat Enzo Fernández & Iliman Ndiaye

×

Man City Menang 1-0 atas Coventry: £185m Debut Premier League, Enzo Maresca Puas Lihat Enzo Fernández & Iliman Ndiaye

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Man City 1-0 Coventry: Enzo Fernandez and Iliman Ndiaye show signs of promise on debuts

jurnalistik.co.id – Manchester City meraih kemenangan 1-0 atas Coventry pada laga lanjutan Premier League, sekaligus membuka start musim dengan catatan sempurna. Di pertandingan tersebut, dua pemain baru tampil di debut mereka dan memberi sinyal awal yang membuat manajer Enzo Maresca layak merasa puas.

Kemenangan City datang dengan nilai investasi skuad yang besar pada hari tenggat transfer. Total sekitar £185m didatangkan, dan debut Premier League mereka berlangsung dalam laga yang cukup menegangkan di mana penjaga gawang Gianluigi Donnarumma menjadi penentu lewat sederet penyelamatan.

Enzo Fernández, rekrutan dari Chelsea dengan banderol £125m (dicatat sebagai rekor bersama Premier League), semula dijadwalkan memulai dari bangku cadangan. Namun, ia kemudian mendapat panggilan mendadak ke starting XI setelah Nico O’Reilly mengalami cedera saat pemanasan. Pada saat yang sama, Iliman Ndiaye yang direkrut dengan mahar £60m juga langsung diberi kepercayaan untuk tampil sejak menit awal.

Meski waktu adaptasi mereka dengan rekan setim tergolong singkat, keduanya menampilkan tanda-tanda bahwa mereka bisa segera memberi dampak. Persaingan untuk memperebutkan posisi inti di Etihad Stadium pun terasa semakin ketat, terutama karena keduanya tampil dengan karakter yang berbeda namun saling melengkapi.

Maresca tampak memiliki alasan tersendiri untuk optimistis. Ia mengetahui Fernández dari masa kebersamaan di Chelsea, ketika keduanya meraih Europa Conference League dan Club World Cup. Maresca juga menyebut bahwa Fernández memainkan peran penting dalam gol kemenangan Haaland.

Dalam evaluasinya, Maresca menilai kerja sama yang telah terjalin sebelumnya akan mempercepat integrasi. Ia mengatakan, “It is much more easier when a player you already share time together [joins] because they know exactly what you want. We know each other very well, I know how good he is and I know that he is going to help the team to win games.”

Permainan City akhirnya menemukan jalan ketika Erling Haaland melanjutkan performa apiknya di awal musim. Haaland mencetak gol ketiganya dalam tiga pertandingan melalui konversi dari umpan silang dalam yang dilepaskan Antoine Semenyo. Momen itu bermula setelah Fernández mengirim umpan terobosan bergaya “slide-rule” kepada Semenyo.

Fernández tampil sebagai pemain di posisi nomor delapan dan diberi keleluasaan untuk bergerak lebih lebar, termasuk melakukan dorongan-duorongan terlambat menuju area kotak penalti. Sepanjang pertandingan, ia menyentuh bola sebanyak enam kali di area lawan, hanya kalah dari Haaland yang mencatat 11 sentuhan di area tersebut.

Meski memiliki peluang yang membuat debutnya terasa seperti cerita yang sempurna, Fernández sempat gagal menambah gol karena dua tembakannya diblok lawan. Ia kemudian ditarik keluar pada menit ke-76, digantikan oleh rekrutan musim panas lainnya, Ayyoub Bouaddi.

Bagi Maresca, momen pergantian itu sekaligus menunjukkan kedalaman opsi yang tersedia di lini tengah. Bouaddi, yang berusia 18 tahun dan berkebangsaan Maroko, menjadi bagian dari rekonstruksi lini tengah City—sementara beberapa pemain besar telah berpamitan, termasuk Bernardo Silva, Rodri, Tijjani Reijnders, dan Nico Gonzalez.

Sementara itu, Ndiaye menjalani debut yang sarat karakter. Ia menjadi pemain Senegal pertama yang tampil untuk City, dan pergerakannya diperkirakan akan terus menyulitkan bek lawan lewat permainan tipu daya serta kecepatan. Dalam laga tersebut, tidak ada pemain yang mencoba tekel-giring (dribbles) lebih banyak dibandingkan Ndiaye, yang mencatat delapan percobaan.

Maresca juga menyinggung fase awal adaptasi para pemain baru. Ia menuturkan, “Enzo and Iliman [played their] first game with us and then Ayyoub and Ryan [McAidoo] their first game in front of our fans. That is why I said there are many reasons I am happy about our win. I think they were all good. Ili just had two sessions with us. He needs to understand how to move. Most of the time he was moving in the wrong way, wrong position, but he needs to learn and for sure he is going to learn.”

Ketika ditanya untuk menjabarkan penampilan Ndiaye, Maresca kembali menjelaskan tuntutan taktis yang ingin dibenahi. Ia menyampaikan, “When Marc Guehi has the ball and he was dropping a lot and we don’t need that. We need him in the last third so he can be a little bit more higher. That space was more for Josko Gvardiol. It is the same thing in this [other] side. But it is normal and with time they will learn the way we want them to play.”

Di sisi lain, City juga menerima kontribusi dari Elliot Anderson, salah satu amunisi tambahan yang datang pada jendela transfer musim panas. Anderson didatangkan dengan nilai £116m dari Nottingham Forest dan perlahan mulai menemukan ritme bersama seragam City.

Anderson bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik (man of the match) saat City mengalahkan Coventry. Meski tim tandang sempat mengancam dengan kemungkinan membuat kejutan besar, Anderson tetap tampil meyakinkan, termasuk menyelesaikan 143 dari 155 operan. Catatan tersebut juga lebih tinggi empat operan dibandingkan total milik Coventry.

Maresca mengaku terkesan. Ia berkata, “Really impressed,” lanjutnya, “Not just today. He was very good against Palace; he was also very good against Bournemouth, having only been one week with us when we changed him for cramp. But the best thing with Elliot is the day by day. He is asking how he can learn. We sit with him one-v-one video [analysis] and he wants to be better, and that is the best thing for any player.”

Pandangan yang sama disampaikan Frank Lampard. Lampard menilai Anderson sebagai pemain dengan kecerdasan permainan yang tinggi. Ia menyatakan, “He is a really good player. I admire him from afar and did at Forest, but this was the first time I had seen him close up in the flesh. Very smart, very talented and a very good player – good brain, everything you need in a midfield player – and he is going to be a fantastic player for Manchester City. He had a lot of the ball today. I don’t think he could hurt us, but he was constantly on it and I highly respect players like that, no doubt.”

Dengan hasil 1-0 itu, City memastikan kemenangan yang sekaligus mempertahankan start sempurna mereka. Di balik skor tipis, debut Fernández dan Ndiaye memberi gambaran awal bahwa langkah City di bursa transfer tidak hanya berhenti pada angka besar, tetapi juga mulai menjelma menjadi opsi permainan yang nyata di lapangan.