Olahraga

Kejuaraan Atletik Eropa 2026: Romell Glave dan Jeremiah Azu Catat One-Two 100 m untuk GB di Birmingham

×

Kejuaraan Atletik Eropa 2026: Romell Glave dan Jeremiah Azu Catat One-Two 100 m untuk GB di Birmingham

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: European Athletics Championships 2026: GB's Romell Glave and Jeremiah Azu achieve superb 100m one-two

jurnalistik.co.id – Birmingham kembali menjadi panggung dominasi lari cepat tuan rumah setelah Kejuaraan Atletik Eropa 2026 melahirkan one-two nomor 100 meter dari Great Britain. Romell Glave memimpin rekan setimnya, Jeremiah Azu, dalam final yang mempertegas posisi sprint Inggris di depan publik di Alexander Stadium.

Glave menutup lomba dengan kemenangan meyakinkan dalam 10.09 detik, sementara Azu melesat tepat di belakangnya dengan catatan 10.16. Hasil ini sekaligus mengantar GB meraih “one-two” di nomor 100 m, 24 jam setelah Amy Hunt meraih kemenangan di final 100 m putri pada Senin.

Kemenangan “total domination” yang mengunci one-two

Selepas garis finis, Glave menyebut penampilannya sebagai bentuk kendali penuh. Ia dinyatakan “total domination” setelah memimpin Azu menuju finis, dan mengubahnya menjadi momen perayaan yang ia akhiri dengan gerakan mengangkat satu jari ke langit. Pernyataan tersebut merangkum jalannya final: Glave tidak hanya menang, tetapi juga menampilkan irama lari yang konsisten hingga menjelang akhir lomba.

Kemenangan ini juga menjadi tonggak penting dalam karier Glave. Ia sempat naik podium di Kejuaraan Eropa sebelumnya lewat medali perunggu 100 m di Roma dua tahun lalu, tetapi kali ini ia “upgrading” menjadi juara. Kepada BBC Sport, ia mengatakan, “Upgrading from a bronze medal from 2024 is an amazing feeling,” sebelum menambahkan, “The aim was to get [British] one, two, and three, but we got one-two, which is also amazing.”

Menurutnya, ia datang dengan kesiapan penuh meski kondisi tubuh sempat berubah-ubah dalam pekan terakhir. “I was ready for this occasion. The last week or so has been up and down with my body, but I was able to come out here regardless of how I was feeling.” Ia menilai performanya sebagai dominasi yang nyata: “It is domination. Total domination.”

Pencapaian Glave membuatnya tercatat sebagai keenam pria yang meraih gelar juara Eropa 100 m. Ia juga menjadi pria ke-3 dalam enam edisi terakhir yang mengunci titel, setelah Zharnel Hughes (2018) dan James Dasaolu (2014).

Di sisi lain, Azu tampil dengan pembuktian yang mengikuti Glave dari jarak dekat hingga finis. “Azu, the world and European champion over 60m indoors in 2025,” mengungguli targetnya dibanding penampilan sebelumnya, sekaligus memperbaiki capaian medali perunggu 2022. Untuk Azu, hasil ini menjadi cara merespons apa yang ia sebut sebagai musim yang menantang.

Ia sempat menunjukkan kecepatan pada awal musim kompetisi besar, termasuk mencetak personal terbaik musim 10.00 di Commonwealth Games dua pekan sebelumnya, namun di final saat itu ia hanya mampu finis kelima. Setelah musim 2025 yang ia jalani dengan gemilang, Azu juga mencatat posisi keempat dan kelima pada World Indoor Championships dan Commonwealth Games tahun ini.

Ketika ditanya soal dinamika musimnya, Azu menjabarkan ketidakrataan performa sepanjang kalender. “The most irregular [season] in terms of races, quite inconsistent. When it comes to championships, I know I find my best. We always say times are irrelevant at this point. You want to go out there and race for medals.” Ia menegaskan niatnya untuk tampil maksimal di final dan puas dengan apa yang ia tunjukkan, “I want to put in my best performance in the final and I felt like I did that today. You always want to be on the podium. In the 100m there are over 100 guys that are competitive, so it is always tough.”

Dalam final tersebut, Inggris tidak hanya soal Glave dan Azu. Jerman mengirim Owen Ansah yang akhirnya menyelesaikan podium di posisi ketiga. Ketika Lamont Marcell Jacobs—juara bertahan dua kali dari Italia—menarik diri akibat cedera saat setengah lomba, persaingan berebut posisi papan atas berubah, tetapi ansambel GB tetap mengunci hasil one-two melalui Glave dan Azu.

Glave sendiri menapaki peningkatan yang terasa jelas menjelang Kejuaraan Eropa. Musim ini ia menembus batas 10 detik untuk pertama kalinya dalam kondisi legal untuk meraih gelar juara nasional pertamanya pada bulan Juni, dan ia sempat mencatat sub-10 sebanyak enam kali pada musim ini, termasuk ketika ia mengalahkan Jacobs yang sedang dalam performa baik—seorang juara Olimpiade yang mengejutkan lima tahun lalu—di kandang Jacobs di Italia. Kepercayaan itu terlihat saat ia mendominasi semifinal lebih awal pada malam hari, lalu menuntaskan rencana dengan eksekusi terbaik saat paling dibutuhkan.

Jejak kemampuan Glave juga sudah tampak sejak usia muda. Sebagai atlet junior, ia pernah menjadi yang tercepat di dunia pada usia 17 tahun pada 2017 dengan catatan 10.21. Namun, perkembangan kariernya sempat terganggu oleh serangkaian cedera, termasuk patah pada punggung. Tahun ini ia dapat tetap konsisten dengan program latihan, dan landasan kemajuannya datang dari fokus mengasah fase awal lari—terutama 40 meter pertama. Setelah menyalip lebih dulu pada tanda 30 meter, ia tidak kehilangan kendali hingga bagian akhir, bahkan terus berlari jauh melewati garis finis sebagai bentuk perayaan.

Sementara itu, keberhasilan Inggris di nomor 100 meter juga menjadi kelanjutan dari langkah yang sempat dimulai sejak babak kualifikasi. Tiga pelari putra Inggris masuk ke final, tetapi Louie Hinchliffe tidak ikut dalam perebutan medali.