jurnalistik.co.id – St Mirren langsung tancap gas di Scottish Premiership musim ini. Dua pertandingan pembuka berakhir dengan kemenangan, sekaligus membuat mereka nyaman di puncak klasemen setelah menundukkan Falkirk dan kemudian St Johnstone tanpa kebobolan.
Awal musim ini menjadi kontras tajam dengan kampanye sebelumnya. Musim lalu, tim berjuluk Paisley sempat berurusan dengan bayang-bayang degradasi dan pada akhirnya harus melalui laga play-off untuk mempertahankan tempat di kasta tertinggi.
Kini, sinyal yang ditunjukkan St Mirren terasa berbeda. Meski masih terlalu dini untuk memastikan arah panjang musim, catatan enam poin dari dua laga pertama membuat optimisme muncul dari berbagai sudut pandang.
Fokus kembali ke dasar permainan
Pelatih Craig McLeish menekankan pesan “kembali ke dasar” sebagai fondasi. Ia juga menyebut bahwa emosi negatif dari pengalaman play-off musim lalu dimanfaatkan sebagai bahan bakar, bukan sekadar kenangan yang ditinggalkan.
“I’m still using that as fuel,” kata McLeish, seperti yang disampaikan kepada BBC Scotland. Ia menambahkan bahwa tim tidak ingin kembali terlibat dalam situasi serupa dan bertekad terus membangun.
Dalam penilaiannya, keberhasilan di awal membantu menguatkan kepercayaan satu sama lain. “Six points out of six is a great start,” ujar McLeish, yang menyatakan ia sudah menyampaikan keyakinannya pada para pemain.
McLeish juga mengingat dua pertandingan play-off yang ia sebut sebagai “dua laga yang mengerikan”. Menurutnya, bahkan ketika suasana emosi masih melekat, ada banyak saraf saat tim melangkah ke lapangan.
Karena itu, target berikutnya bukan hanya meraih hasil, tetapi membentuk karakter yang menyulitkan lawan. “We have to be horrible to play against,” tegas McLeish, sembari menggarisbawahi pentingnya menjaga standar dan bertahan dengan kompak.
Ia menilai dua clean sheet memberi modal yang baik. St Mirren, lanjutnya, ingin menjadi tim yang benar-benar kuat pada hal-hal dasar dan tidak merasa bosan dengan proses yang sama.
“We want to be really good at the basics and not get bored of that,” kata McLeish. Ia menambahkan tuntutan soal “running, energy and desire”, serta harapan agar tim fit, kuat, dan tampil tanpa henti menghadapi siapa pun.
Ia menegaskan bahwa standar itu harus dijaga tetap tinggi. “We did it last week and lived up to it again,” tambahnya, menempatkan konsistensi sebagai kunci yang ingin terus dibangun.
Penjaga gawang baru dan ritme permainan
Jacob Chapman, rekrutan baru di posisi kiper, turut menyuarakan pendekatan yang sama. Ia menyoroti kontribusi pemain dalam aspek bertahan, termasuk keberanian untuk “membanting badan” saat dibutuhkan.
Berita Terkait
Chapman menyebut “Defenders throwing their bodies on the line; [Alex] Gogic throwing his head here and everywhere.” Ia juga menambahkan bahwa serangan pun ikut turun untuk membantu pertahanan, memperlihatkan ritme tim yang bergerak kolektif.
Baginya, pola seperti ini memberi tempo bagi musim. “It sets the tempo for the season,” ujar Chapman. Menurutnya, ini memang tidak otomatis menjamin setiap laga pasti menang, atau seluruh musim langsung berjalan sempurna, tetapi setidaknya memberi pijakan yang lebih baik.
Ia juga menilai cara bermain St Mirren di awal musim sudah cukup bagus. “We’ve started well,” katanya, sambil mengakui bahwa ada bagian yang masih perlu dibenahi.
“A bit scrappy in some areas and we need to clean that out,” tambahnya. Kendati demikian, ia tetap melihat adanya permainan indah yang berhasil ditampilkan di beberapa momen, sehingga ada ruang untuk peningkatan tanpa menurunkan kepercayaan diri.
Detil pertandingan: penalti dan clean sheet kedua
Dalam pertemuan melawan St Johnstone, momen penentu datang pada babak kedua. Sebelumnya, Jacob Chapman melakukan penyelamatan penalti pada fase awal babak kedua, yang menjadi landasan sebelum laga bergeser ke arah St Mirren.
Setelah itu, Killian Phillips kemudian menuntaskan peluang dari titik penalti. Eksekusinya memastikan St Mirren terus menjaga catatan tanpa kebobolan sekaligus mempertahankan kemenangan beruntun.
Phillips menjadi sorotan karena kontribusinya di musim ini. Ia mencatatkan tiga gol Premiership secara beruntun dalam tiga pertandingan awal, dan usia 24 tahun membuatnya tampil sebagai figur penting dalam rencana tim.
McLeish menilai Phillips merupakan contoh nyata dari model pengembangan pemain yang kemudian dapat “dipindahkan” ke jenjang lebih tinggi. “McLeish has not hidden from the idea that St Mirren’s model is to develop and move players on,” demikian arah penilaian yang disampaikan dalam laporan pertandingan.
“He’s at the stage right now where he’s round about the 100-game mark for the club,” ungkap McLeish. Ia menambahkan bahwa Phillips akan menatap langkah berikutnya dalam kariernya.
Jika ada minat dari klub lain, McLeish menyatakan hal itu justru dianggap sebagai bagian dari pekerjaan yang sedang mereka jalankan. “If he attracts interest, then great. We’re doing our job. I’m doing my job,” katanya.
Lebih jauh, pelatih tersebut mengungkap keyakinannya bahwa semakin lama Phillips tinggal dan bermain bersama tim, semakin besar peluang mendapatkan keputusan transfer terbaik. “I believe that the longer he stays and plays with me and with us, I’ll get him the best move he possibly can,” ujar McLeish.
Ia juga menegaskan skenario waktu yang berbeda tetap harus disiapkan. Jika transfer terjadi pada jendela yang sedang berjalan, itu sudah sesuai. Namun, bila baru terjadi pada Januari atau hingga akhir musim, klub tetap harus siap terhadap berbagai kemungkinan.
Di ujung pembicaraan, McLeish menutup dengan nada optimistis. Ia menyatakan tim merasa beruntung memiliki Phillips sebagai bagian dari skuad, dan masa depannya diyakini akan semakin jelas jika ia terus tampil seperti yang ia tunjukkan sejauh ini.
Dengan kemenangan beruntun serta dua laga awal yang berakhir tanpa kebobolan, St Mirren kini berada dalam posisi yang kuat. Namun, pesan dari ruang ganti jelas: fokus pada dasar, menjaga intensitas, dan mempertahankan standar yang sama hingga musim berjalan lebih jauh.









