Olahraga

US Open 2026: Ben Shelton tumbangkan Carlos Alcaraz dalam drama lima set perempat final

×

US Open 2026: Ben Shelton tumbangkan Carlos Alcaraz dalam drama lima set perempat final

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: US Open 2026 results: Carlos Alcaraz beaten by Ben Shelton in epic quarter-final

jurnalistik.co.id – US Open 2026 mencatat babak perempat final yang berakhir hingga dini hari, saat Carlos Alcaraz harus mengakhiri pertahanan gelarnya di tangan Ben Shelton. Pertandingan selesai pada 03:34 waktu setempat, sekaligus menjadi waktu penyelesaian terbaru dalam sejarah turnamen.

Di Arthur Ashe Stadium, tontonan berlangsung selama 4 jam 28 menit setelah sesi malam bergeser karena rangkaian pertandingan sebelumnya pada Selasa. Laga baru benar-benar dimulai sekitar pukul 11 malam di New York, namun antusiasme penonton tetap bertahan hingga titik akhir yang menentukan.

Shelton datang sebagai unggulan kedelapan dan berhasil menuntaskan laga dalam lima set setelah melalui perjalanan yang panjang dan berombak. Ia memastikan kemenangan dengan skor akhir 6-7 (5-7) 6-1 6-3 1-6 7-6 (10-7), membuatnya mendapat sambutan berdiri dari penonton yang larut dalam euforia.

Hasil ini menjadi kemenangan terbesar sekaligus paling bermakna dalam karier petenis berusia 23 tahun itu. Sebelum laga ini, Shelton belum pernah mengalahkan petenis peringkat tiga teratas dunia dalam 17 upaya, serta sebelumnya ia juga kalah pada tiga pertemuan sebelumnya melawan Alcaraz.

Dengan kemenangan tersebut, harapan tuan rumah untuk memiliki juara tunggal putra Amerika di New York akhirnya terbuka lebar. Shelton juga memastikan satu petenis Amerika akan mencapai partai final karena ia akan bertemu Frances Tiafoe dalam laga semifinal yang digelar pada Jumat.

Alcaraz sendiri menghadapi laga ini dengan latar yang tidak sederhana. Petenis unggulan dua kali juara besar itu tampil untuk pertama kalinya di turnamen setelah jeda panjang karena cedera pergelangan tangan, yang membuatnya absen selama lebih dari empat bulan.

Namun, setelah kembali, Alcaraz sempat memberi sinyal bagus. Ia melampaui Tommy Paul yang berstatus unggulan ke-20 dengan permainan lurus set untuk melaju ke delapan besar, sebuah langkah yang membuat banyak pihak menaruh ekspektasi tinggi.

Meski begitu, dalam perempat final ini terlihat bahwa aspek kebugaran pertandingan tetap menjadi pekerjaan rumah bagi Alcaraz. Laga berlangsung dengan tempo tinggi, dipenuhi pertukaran bola yang cepat dan menguras tenaga, sehingga kekurangan dalam ritme kompetisi tampak semakin terasa seiring berjalannya waktu.

Momentum yang berayun sepanjang lima set

Set pertama berlangsung ketat dan berujung pada tie-break. Alcaraz sempat memegang kendali untuk merebut set itu dengan skor 7-6 melalui tie-break 7-5, sebelum pertandingan mulai menunjukkan karakter yang kian sulit diprediksi.

Setelah tertinggal, Shelton berbalik dengan agresivitas yang konsisten. Ia merebut set kedua 6-1, lalu menambah kemenangan 6-3 pada set berikutnya, memberi tekanan yang nyata terhadap permainan Alcaraz.

Tetapi kebangkitan Shelton tidak berjalan mulus tanpa perlawanan. Alcaraz mampu merebut set keempat 6-1, mengembalikan pertandingan ke jalur yang semakin menentukan, dan membuat keduanya sama-sama memaksa agar momentum tidak lepas.

Pada set penentuan, ketegangan tidak mereda meski kedua pemain sudah melewati fase-fase yang melelahkan. Alcaraz dan Shelton sama-sama bertarung untuk memaksa set berakhir lebih cepat, namun pada akhirnya mereka tetap harus menyelesaikan perebutan tiket semifinal melalui tie-break pada set kelima.

Ttie-break pada set penentuan menjadi penutup yang sesuai dengan kualitas pertandingan. Shelton menang dengan skor 10-7 di tie-break 7-6, sekaligus menegaskan bahwa ia mampu bertahan di momen-momen kritis ketika pertandingan paling rapat.

Keberhasilan itu juga menandai bagaimana Shelton bukan hanya sekadar mengejar, tetapi mampu menyelesaikan laga ketika peluang datang. Ia memaksakan set penentuan dan menjaga fokus hingga akhirnya meraih hasil yang membuat namanya melejit lebih jauh di Grand Slam ini.

Semifinal menanti setelah “epic” larut malam

Setelah kemenangan tersebut, Shelton akan melangkah ke semifinal US Open untuk menghadapi Frances Tiafoe. Dengan tiket semifinal yang sudah diamankan, peluang petenis Amerika untuk membawa pulang gelar tunggal putra kembali terbuka setelah penantian panjang.

Di sisi lain, Alcaraz harus menerima bahwa pertahanan gelarnya terhenti lebih cepat dari yang ia harapkan. Walau ia sempat menunjukkan performa meyakinkan setelah jeda cedera, pertarungan dengan ritme tinggi dan durasi panjang pada perempat final kali ini akhirnya menjadi batas yang tidak bisa ia lewati.

Bagi penonton yang bertahan sampai pertandingan tuntas pada 03:34, laga ini meninggalkan kesan sebagai modern classic yang jarang terjadi: dinamis, menegangkan, dan penuh perubahan momentum hingga titik terakhir. Kini, US Open memasuki babak berikutnya dengan satu nama yang pasti membawa cerita baru ke panggung semifinal.