jurnalistik.co.id – Katie Taylor menutup kariernya di Croke Park dengan kemenangan atas Flora Pili, sekaligus memicu serangkaian ucapan penghormatan dari nama-nama besar tinju putri. Para petinju dunia memuji capaian Taylor dan cara ia mengakhiri perjalanan profesionalnya.
Caroline Dubois, yang menyandang status unified lightweight champion, menyebut Taylor sebagai sosok luar biasa. “one of the best to ever do it,” tulis Dubois, sementara Claressa Shields berujar bahwa petinju berusia 40 tahun itu layak pergi dengan keyakinan penuh.
Shields menilai Taylor pantas untuk menutup kariernya dengan kalimat: “ride off into the sunset”. Pada momen yang sama, Dubois juga menyampaikan dukungan melalui unggahan: “Thank you so much for paving the way,” disertai harapan agar Taylor meraih kebahagiaan dan kesuksesan di musim berikutnya.
Dibantu sorak penonton yang memuncak saat adu berlangsung, Taylor tampil lebih tajam sepanjang laga. Ia berulang kali menekan Pili dengan pukulan yang mengenai target, sebelum akhirnya melesat dengan rangkaian kombinasi di akhir pertandingan ketika penonton mulai berdiri.
Hasil pertarungan menunjukkan penguasaan Taylor di berbagai ronde. Ia menang angka atas Pili dengan skor 100-90, 100-90, dan 98-91, sehingga Taylor menjadi undisputed light-welterweight champion sekaligus mempertahankan reputasi sebagai petinju yang konsisten di level tertinggi.
Perjalanan profesional Taylor berakhir dengan catatan 26 kemenangan dari 27 kontes. Ia membawa medali emas Olimpiade dan meraih tiga kemenangan gelar tak terbantahkan di dua divisi yang berbeda.
Claressa Shields ikut menegaskan betapa besar arti pensiun Taylor bagi generasi berikutnya. Ia menuliskan: “Congrats Katie. Now ride off into the sunset. You deserve it all.” Klaim itu selaras dengan kesan luas bahwa Taylor memang menyetel standar yang sulit ditandingi.
Selain Shields, petinju kelas super-featherweight Alycia Baumgardner menggambarkan Taylor sebagai sosok yang membuka jalan. “a trailblazer who helped set the stage for all of us,” tulis Baumgardner, lalu ia menambahkan, “What a legacy,” sebelum menyatakan, “It’s been a privilege watching your journey from the beginning.”
Ucapan dari Baumgardner memperlihatkan bahwa pengaruh Taylor tidak hanya terlihat dari kemenangan-kemenangan besar, tetapi juga dari keteladanan yang ia bangun sejak awal perjalanan kariernya. Melalui kata-kata itu, terlihat bahwa pensiun Taylor adalah momen refleksi bagi seluruh ekosistem tinju.
Penghormatan di hadapan lebih dari 80.000 penonton
Acara perpisahan Taylor berlangsung di depan lebih dari 80.000 fans di Dublin. Sebelum duel utama digelar, Westlife tampil, dan Croke Park menjadi latar yang dianggap pas untuk bab terakhir kariernya.
Carl Frampton, mantan juara dunia, menilai hubungan Taylor dengan publik Irlandia tidak biasa dalam dunia tinju. Ia menyampaikan bahwa Taylor tidak terlihat menikmati sorotan media, namun ia tetap menerima dukungan dan kekaguman dari banyak pihak.
Berita Terkait
Frampton merangkum pandangannya dengan kalimat: “You can tell that she doesn’t enjoy doing stuff in front of the media, but she still has this adulation from everybody,” sebelum menambahkan, “Katie Taylor is different, she’s special and there will never be another one like her.” Pernyataan itu menggambarkan betapa kuatnya kedekatan Taylor dengan komunitasnya.
Tony Bellew, mantan cruiserweight world champion, menyebut momen pensiun Taylor sebagai salah satu yang paling luar biasa yang pernah ia saksikan. Ia mengatakan: “I don’t think in all of my years of watching this game, I have seen an exit as beautiful, amazing and fitting,” lalu menambahkan, “She has just retired as the greatest champion ever. I have never seen a fighter leave as an undisputed champion on their own terms.”
Pada bagian akhir pertandingan, Bellew menilai keputusan Taylor untuk memusatkan perhatian pada penampilan juga terasa seperti penutup yang sempurna. Bagi Bellew, Taylor meninggalkan ring sebagai juara tak terbantahkan dan melakukannya dengan caranya sendiri.
Frasa “there will never be another one like her” turut menguatkan kesan bahwa pensiun Taylor bukan sekadar pergantian generasi, melainkan peristiwa langka yang mengakhiri era. Dari banyak respons, terdengar tema yang sama: penghormatan sekaligus rasa kehilangan.
Dalam pertandingan tersebut, Taylor juga mencatat pencapaian penting lain karena ia menjatuhkan Pili dengan kekalahan karier pertama. Skor-skor angka yang telak menjadi bukti bahwa Taylor mampu mempertahankan ritme tinggi sejak awal hingga akhir.
Barry Jones, mantan juara dunia, menyoroti momen-momen krusial tepat pada 20 detik terakhir. Ia menilai Taylor menampilkan kombinasi cepat yang menjadi ciri khas pada banyak pertarungan besarnya.
Jones mengungkapkan hal itu di siaran DAZN, dengan kalimat: “That’s what you really remember about her,” lalu menambahkan, “Those rallies of big punches, combinations and that’s how she finished her last fight.” Ia menekankan bahwa kombinasi tersebut menjadi kenangan paling melekat ketika laga berakhir.
Mikaela Mayer, petinju Amerika yang juga berada di sudut ring saat itu, terkesan dengan gambar terakhir Taylor. Ia melihat Taylor meletakkan sarung tangannya di tengah ring, dan menganggap gestur itu seperti penutup cerita yang bermakna.
Mayer berkata: “I was sitting there watching her put her gloves in the centre of the ring and it’s like a story,” sebuah penilaian yang memperlihatkan bahwa gaya pensiun Taylor meninggalkan kesan emosional bagi orang-orang yang menyaksikan.
Sejak jauh-jauh hari, Taylor memang menginginkan duel terakhirnya digelar di Croke Park. Ia juga menyatakan bahwa stadion tersebut harus menjadi tempat untuk menutup bab terakhir kariernya, dan Bellew menilai rencana itu terwujud dengan cara yang “fit” dan berkesan.
Meski demikian, Bellew menegaskan bahwa kemungkinan Taylor kembali bertarung sangat kecil. Ia berkata “no way” Taylor akan kembali ke ring, namun Bellew tetap melihat Taylor mungkin terlibat lewat bimbingan kepada petinju muda.
Bellew menuturkan bahwa Taylor akan selalu ada untuk memberi nasihat, berbicara, dan membantu. Ia mengakhiri penilaiannya dengan kalimat, “But ultimately she will sail off into the sunset and who could possibly deserve it more.”
Dari berbagai komentar, pensiun Taylor berakhir dengan satu benang merah: rasa hormat terhadap seorang juara yang meninggalkan ring sebagai undisputed champion, disertai rekam jejak kemenangan yang nyata dan pengaruh yang terasa di seluruh tinju putri.












