jurnalistik.co.id – World Rugby menyatakan siap memberi bantuan kepada negara mana pun yang ingin memindahkan pertandingan Six Nations ke Amerika Serikat, seiring upaya mereka memperluas jejak olahraga tersebut di luar Eropa.
Langkah ini muncul di tengah antusiasme menjelang rangkaian pertandingan di AS. South Africa dan Selandia Baru dilaporkan sudah terjual habis di Stadion M&T Bank yang berkapasitas 71.000 kursi untuk laga Test keempat sekaligus penutup seri “Greatest Rivalry” mereka pada Sabtu mendatang.
World Rugby menilai momentum tersebut relevan karena Piala Dunia Rugby putra dan putri juga akan berlangsung di Amerika Serikat pada 2031 dan 2033. Karena itu, penyelenggara turnamen ingin lebih banyak laga prestisius digelar melintasi Atlantik.
Ekonomi pertandingan dan peluang memperluas pasar
Alan Gilpin, chief executive World Rugby, menyinggung kesetaraan nilai ekonomi sebuah laga yang dipindahkan ke AS. “In terms of the match-day economics, [South Africa vs New Zealand] is like a Six Nations match,” kata Gilpin kepada Daily Telegraph.
Ia melanjutkan, “It starts to show that [financial return] is not the barrier. So if there is the appetite to take some of these big matches in the future to the US, we can now.”
Menurut Gilpin, permainan rugby sebenarnya tidak semata bergantung pada penerimaan ekonomi, melainkan juga pada minat penonton yang sudah ada. Ia percaya sejarah Six Nations dan kemampuannya menghubungkan penggemar diaspora di Amerika bisa menjadi alat untuk “membuka” pasar AS lebih jauh.
Gilpin menekankan bahwa diskusinya bukan soal pertandingan turnamen yang dipertandingkan secara langsung, melainkan strategi mempertemukan basis suporter dengan lokasi yang tepat. “This isn’t a live discussion of an Italy vs Ireland game, but why we use that as an example?” tambahnya.
Ia menyebut ada dua basis penggemar besar di AS dari komunitas Irlandia dan Italia. “You’ve got two fantastic fanbases in the US of Irish and Italian fans.”
Dengan memindahkan satu pertandingan Six Nations ke tempat yang sesuai, Gilpin menilai potensi ekonomi bisa didorong. “If you could take a Six Nations game to the right place, to a Boston or to a New York, where there’s a lot of those fanbases, you can definitely drive the economics.”
Ia juga menyoroti respons yang mungkin muncul dari pendukung di negara asal mereka masing-masing. “Now, you’re going to have Irish fans and Italian fans in those respective home countries saying, ‘Hang on a minute, you know, we want to see our country play?’”
Namun Gilpin mengakui ada pandangan kontra dan perlunya mencari titik seimbang. “The counter-argument to that [is] it’s still Irish and Italian fans getting the chance to watch their team, so they’re just not the ones who live in Ireland and Italy on this occasion. But that’s a balancing piece we’ve got to work through.”
Jejak pertandingan rugby di Amerika
Gagasan memindahkan laga juga berangkat dari pengalaman sebelumnya, ketika Selandia Baru menjadi salah satu yang paling aktif mendorong rugby menembus pasar olahraga yang dinilai “tangguh” di Amerika. Ireland pernah mencatat kemenangan bersejarah atas All Blacks untuk pertama kali saat kedua tim bertemu di depan kerumunan penuh sekitar 60.000 penonton di Soldier Field, Chicago, pada 2016.
Berita Terkait
Pertemuan ulang pada 2025 dilaporkan memberikan keberhasilan komersial yang serupa. Selain itu, Selandia Baru juga pernah menggelar laga menghadapi Amerika Serikat dengan kemenangan 104-14 di Washington yang disaksikan sekitar 40.000 penonton.
Di San Diego, Selandia Baru juga menang 47-5 atas Fiji di hadapan 33.217 penonton. Rangkaian contoh tersebut menunjukkan bahwa pertandingan rugby bisa menarik massa ketika ditaruh pada panggung yang tepat.
Preseden Wales dan kekhawatiran soal keberlanjutan
Di sisi lain, pemindahan venue jarak jauh tetap memiliki tantangan tersendiri. Wales pernah menjalani laga kandang Six Nations di Wembley Stadium, London, pada edisi 1998 dan 1999, karena Principality Stadium masih dalam proses pembangunan.
Namun, Gilpin menilai pemindahan venue berskala panjang seperti itu dalam Six Nations selama sejarah 143 tahun turnamen tergolong belum pernah terjadi. “Wales played their home matches at London’s Wembley Stadium during the 1998 and 1999 Six Nations while the Principality Stadium was being built, but such a long-haul venue switch would be unprecedented in the tournament’s 143-year history,” isi pernyataan itu menggambarkan belum adanya preseden serupa.
Pada saat yang sama, pelatih kepala tim putri Inggris, John Mitchell, yang pernah memimpin tim putra Amerika Serikat lebih dulu dalam kariernya, mengaku tidak yakin perluasan di AS akan langsung berhasil. “I’ve worked for America. I understand that geography,” katanya kepada BBC Radio 5 Live.
Ia menambahkan kekhawatiran soal kebiasaan kompetisi Amerika yang sangat berbeda dengan Eropa. “American sport is full of rivalries and I just don’t think Americans adjust to new rivalries or new franchises compared to probably some of the other countries.”
Mitchell juga mempertanyakan kelayakan strategi investasi awal yang dilakukan. “Will rugby ever go big there based on its its early investment? I’m not sure I can answer that,” lanjutnya.
Meski demikian, ia menegaskan kenyataan yang ia pahami mengenai rugby union di banyak bagian Amerika. “but what I do know is that rugby union is a difficult challenge for large parts of America.”
Ia juga mengungkap kehati-hatian terkait kemungkinan pertandingan Six Nations tim Red Roses digelar di Amerika Serikat. “The visibility’s huge here in the European market,” katanya, menilai Eropa masih menjadi ruang yang lebih jelas untuk membangun perhatian.
“Let’s use it because that’s the way to grow the game slowly, rather than putting huge investments into something that might have potential, but not necessarily that visibility.”
Keputusan tetap di tangan tim peserta
World Rugby dapat mendukung skenario pertandingan Six Nations di Amerika, tetapi keputusan akhirnya berada pada negara-negara yang bertanding. Semua pihak, termasuk tim yang bersangkutan, juga akan memahami konsekuensi logistik dan tantangan yang muncul ketika laga dipindahkan hingga ribuan mil.
Untuk jadwal, penyelenggara sudah menetapkan struktur kompetisi pada edisi 2027 untuk turnamen putra dan putri, sehingga rencana pemindahan venue akan bergantung pada keputusan tim pada waktu berikutnya.












